diet diabetesi

Urutan Makan Diet Diabetes

Urusan makan memang selalu rempong buat penderita diabetes dan obesitas. Bukan saja soal jenis, namun jumlahnya pun harus terukur. Berlebihan sedikit, kadar gula darah meningkat. Karena itulah penderita diabetes perlu melakukan diet.

Namun diet yang terlalu ketat juga sangat tidak disukai. Banyak yang tidak dapat mematuhinya. Apalagi untuk rang Indonesia yang menu makannya kaya akan karbohidrat. Jangankan mengganti nasi dengan sumber karbohidrat komplek saja kesulitan, apalagi mengurangi jumlah asupannya.

Karena itulah banyak penderita diabetes (diabetesi) yang tidak dapat menjalankan diet dengan baik. Pertanyaannya adalah apakah ada cara melakukan diet untuk penderita diabetes yang tidak terlalu rempong sehingga lebih mudah dijalankan?

Ternyata ada cara lain untuk menjaga kadar gula darah, tanpa harus mengubah menu diet secara drastis. Caranya adalah dengan mengubah urutan apa yang harus dimakan.

Mengubah Urutan Makan

Menjaga kadar gula darah merupakan fokus dari penderita diabetes. Sebab jika kadar gula darah meningkat, hal ini akan menimbulkan berbagai komplikasi.

Selama ini, penggunaan obat-obatan memang dapat diandalkan untuk menjaga kadar gula darah. Meski begitu, mengatur pola makan juga merupakan hal yang tidak kalah penting.

Makanan yang menyumbang kenaikan gula darah adalah jenis karbohidrat. Namun menyarankan pada penderita diabetes (diabetesi) untuk meninggalkan karbohidrat sangatlah tidak mungkin. Tapi ada penemuan lain berkatan dengan cara makan diabetesi untuk menjaga gula darah mereka.

Selama ini banyak orang mengira bahwa urutan makan tidaklah berpengaruh terhadap gula darah. Ternyata penelitian menunjukkan hal sebaliknya. Pengaturan urutan makan yang tepat dapat berpengaruh besar pada gula darah.

Penelitan yang dilakan di Weill Cornell Medical College, New York City menunjukkan konsumsi protein terlebih dahulu baru disusul makan karbohidrat 15 menit kemudian dapat menjaga kadara gula darah diabetesi.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan 11 orang yang mengalami obesitas dan diabetes. Danm seluruh obyek penelitian minum obat metformin.

Responden diminta untuk makan dengan dua macam urutan yang berbeda. Urutan pertama adalah dengan makan karbohidrat terlebih dahulu, disusul dengan sayuran, protein dan lemak 15 menit berikutnya. Kadar gula darah diperiksa sebelum makan, 30, 60 dan 120 menit setelah makan.

Pada minggu berikutnya, urutan makan diubah menjadi protein, sayuran dan lemak terkebih dahulu, disusul karbohidrat 15 menit kemudian. Kadar gula juga diukur sama seperti pada urutan yang pertama.

Kedua urutan makan tersebut ternayata memberikan hasil yang berbeda. Pada metode kedua ditemukan bahwa kadar gula darah dan insulin lebih rendah dari cara makan urutan pertama. Ini tentu saja dapat menjadi cara baru dalam diet untuk mengontrol gula darah penderita diabetes.

Selama ini dalam diet, lebih banyak larangan untuk mengkonsumsi karbohidrat. Namun dengan hasil penelitian tersebut di atas, saran diet mungkin berubah menjadi gantilah urutan makan, maka gula darah dapat dikendalikan.

Dengan kata lain, saran “jangan makan ini” dapat saja diganti menjadi “makan ini sebelum itu”. Dengan demikian, diabetesi juga akan merasa lebih nyaman dengan menu yang harus mereka makan, dan gula darah akan lebih terkontrol.

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>