toilet, beser

Terapi Dan Obat Beser (Inkontinensia)

Salah satu kebiasaan para bapak-bapak di RTku adalah kongkow pada sore hari. Tempatnya apalagi kalau bukan di arena pingpong. Di sini, sambil menunggu giliran main, para bapak akan ngobrol berbagai isu, baik isu politik, ekonomi ataupun sekedar saling ledek.

Fasilitas arena pingpong sebenarnya biasa saja. Hanya sebuah gedung berlantai tegel, dilengkapi ventilasi yang cukup dan sebuah kamar kecil. Di pinggir arena ada bangku untuk menonton atau menunggu giliran.

Tapi sore ini agak heran saya, sebab Pak Yanto, salah seorang komentator terbaik, bukan pemain, sebentar-sebentar ke kamar kecil. Bukan diare, tapi hanya pipis. Kalau pipis, mungkim hal yang wajar, tapi kalau sering pipis?

“Saya kok sering banget pipis ya Pak T. Apa wajar keadaan seperti saya ini? Padahal saya minumnya juga wajar. Tapi ya itu, sebentar saja sudah kebelet pipis. Rasanya cukup terganggu”, keluh Pak Yanto.

“Wah Pak Yanto beser ini. Ikat jempol kaki dengan karet Pak, nanti besernya juga hilang”, katakua bercanda. Tentu bukan mgengikat jempol kaki sebagai obat beser. Sering pipis atau beser merupakan kondisi medis dan ada obat plus terapi untuk mengatasinya.

Mengapa Beser?

Bicara soal beser, tak bisa lepas dari organ tubuh bernama kandung kemih. Organ ini merupakan bagian dari sistem uriner manusia. Setiap saat, darah dibersihkan oleh ginjal. Hasil penyaringan ginjal berupa limbah, yang disebut dengan urin, ditampung dalam kandung kemih. Bentuk kandung kemih dapat mengembang dan mengempis sesuai dengan volume urin yang ditampungnya. Apabila kandung kemih penuh, maka untuk mengosongkannya, kandung kemih akan berkontraksi untuk mengeluarkan urin saat pipis.

Proses pengosongan kandung kemih ini melibatkan syaraf otak dan otot. Apabila kandung kemih penuh, syaraf yang ada akan mengirim sinyak ke otak untuk memberitahu bahwa kapasitas kandung kemih telah penuh dan perlu untuk dikosongkan. Sinyal inilah yang diterjemahkan oleh otak sebagai kebelet pipis.

Sinyal pengosongan kandung kemih ini dikirimkan ke otak setelah urin mencapai volume tertentu. Urin sebanyak 300 ml dalam kandung kemih cukup untuk membuat sinyal kebelet pipis tersebut.

Proses berikutnya setelah kebelet adalah saat pipis. Pada saat pipis, otak akan memerintah suatu otot, disebut otot destrusor untuk berkontraksi memeras kandung kemih. Pada saat itu juga otot sphincter, otot yang mengelilingi saluran kemih, melonggarkan diri (relaksasi) agar urin dapat keluar dengan lancar.

Kontraksi destrusor dan relaksasi sphincter dipengaruhi oleh perintah otak, namun tidak selamanya. Itulah sebabnya kita dapat menahan pipis jika keadaan tidak memnugkinkan. Namun juga tidak selamanya pipis dapat ditahan. Paling tidak, kita bisa menahan pipis hingga volume kandung kemih kurang lebih 600 ml.

Seseorang dikatakan beser (inkontinensia), atau dalam bahasa kerennya adalah Over Active Bladder, jika pipis lebih dari 8 kali sehari. Hal ini terjadi karena otot destrusor berkontraksi tanpa sengaja, meski kandung kemih belum penuh. Kriteria beser secara medis adalah pipis lebih dari 8 kali sehari, bisa dengan kejadian mengompol ataupun tidak. Asal tahu saja, penderita beser lebih banyak pada wanita dibanding pria.

Berbagai sebab mengakibatkan beser tidak diketahui dengan pasti. Kemungkinan yang menyebabkan gangguan pada otot destrusor yang mengakibatkan beser diantaranya adalah trauma atau cedera panggul yang menyebabkan kerusakan syaraf, pembesaran prostat, kanker prostat, batu kandung kemih, efek samping obat dan penyakit syaraf (parkinson, stroke).

Obat Dan Terapi Mengurangi Beser

Apakah beser dapat diobati? Tentu saja bisa, jika penyebabnya dapat dihilangkan. Terdapat beberapa obat dan terapi untuk mengurangi beser (inkontinensia) ini. Obat yang bisa digunakan adalah golongan antimuskarinik seperti tolterodine (Detrusitol) dan Propiverine HCl (Mictonorm). Obat tersebut bekerja dengan cara merelaksasi otot polos kandung kemih, mengurangi kontraksi otot detrusor sehingga dapat menaikkan kapasitas penampungan kandung kemih dan mencegah ngompol. Obat-obat tersebut diminum cukup sekali sehari untuk berkemih yang aktif.

Selain dengan obat, terapi juga dapat dilakukan untuk mengurangi beser. Salah satu yang terkenal adalah dengan melakukan senam kegel. Senam ini berupa latihan menahan pipis selama 10 detik, yang diulang 5-10 kali setiap hari. Latihan ini cukup efektif menguatkan otot panggul dan meningkatkan kemampuan menbahan pipis. Ada lagi manfaat lain dari senam ini. Tapi untuk manfaat lain senam kegel, silahkan googling sendiri saja…

Incoming search terms:
  • obat beser di apotik
  • obat beser
  • obat ngompol di apotik
  • Obat ngompol diapotik
  • obat beser pria
  • cara mengatasi beser dan obat nya sering di tahan
  • obat apotok kebelwt pipis
  • mictonorm obat untuk apa
  • kegunaan obat mictonorm
  • terapi beser

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>