Cacingan, Obat Cacing

Tepat Memilih Obat Cacing

Yakinkah anak anda tidak mengidap cacing dalam pencernaannya? Dan juga anda juga yakin bahwa anda tidak cacingan? Saya sarankan, jangan terlalu yakin. Sebab cacingan bisa diidap siapa saja, termasuk orang dewasa, apalagi anak-anak.

Itu yang dialami oleh Lik Dul dan anak lelakinya, Jono. Hal ini saya ketahui setelah saya melihat sendiri Jono yang berusia 6 tahun muntah dan ada cacing yang keluar dari mulutnya. Saya sarankan untuk melakukan pemeriksaan lab, dan Lik Dul juga ikut diperiksa. Hasilnya jelas, keduanya menderita cacingan. Dan saya juga agak yakin, anggota keluarga yang lain juga terkena infeksi cacing ini.

Cacingan sangat erat dengan toingkat kebersihan dan higienitas. Selain itu cacing juga sangat mudah menular. Apabila kebersihan dalam satu keluarga kurang terjaga dan ada anggota keluarga yang cacingan, bisa dipastikan seluruh rumah juga sama.

Apakah cacingan bisa menjadi masalah kesehatan yang serius? Jelas bisa, sebab cacing adalah parasit, yang merampok nutrisi yang diperlukan tubuh. Sangat mungkin tubuh akan kekurangan gizi dan menimbulkan berbagai implikasi kesehatan.

Jenis Parasit Cacing

Setidaknya, terdapat 4 jenis cacing paling umum yang hidup dalam tubuh manusia sebagai parasit. Keempat jenids cacing tersebut adalah:

Cacing Kremi
Cacing kremi merupakan parasit yang sangat banyak menyerang anak-anak. Bentuk cacing ini cukup kecil, berukuran 0.25-0.5 inci. Cacing kremi menginfeksi usus, namun pada beberapa orang, hal ini tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Pada malam hari, cacing betina akan bergerak ke arah anus untuk bertelur. Pada saat bergerak di anus inilah timbul gejala yang sangat khas dari cacing kremi, anus terasa sangat gatal di malam hari.

Cacing kremi sangat mudah menular, terutama pada anak-anak. Hal ini karena kurangnya kebersihan. Pada saat anus gatal dan di garuk, kemudian bersentuhan dengan tangan anak lain, dan pada anak lain tersebut makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka telur cacing akan berpindah. Penularan penyakit cacing kremi pun dapat terjadi dengan cepat.

Cacing Gelang
Cacing gelang mempunya ukuran yang cukup besar, hampir seukuran dengan cacing tanah pada umumnya. Cacing gelang juga dikenal dengan nama cacing Ascaris.

Cacing gelang menginfeksi usus halus dan usus besar. Meskipun cacing ini hidup dan berkembang biak dalam usus, namun gejala yang ditimbulkan tidaklah khas dan samar. Seringkali seseorang mengetahui dirinya cacingan setelah melihat cacing dalam feses yang keluar.

Cacing gelang akan menghisap darah dalam usus, menghalangi proses pencernaan makanan sehingga dapat menimbulkan gejala anemia dan kurang gizi pada penderitanya. Berat badan dapat turun. Bahkan jika jumlahnya cukup banyak, hal ini dapat menimbulkan obstruksi (penyumbatan) usus.

Cacing Pita
Cacing pita dapat menginfeksi manusia karena telur atau larva tertelan bersama dengan air atau makanan yang tidak bersih/higienis. Jika yang tertelan adalah telur, maka telur tersebut cenderung menjauh dari usus dan dapat menjadi kista di jaringan tubuh lain. Hal ini dikenal sebagai infeksi cacing invasif. Namun jika yang tertelan adalah larva, maka larva tersebut akan berkembang menjadi cacing pita dewasa.

Gejala infeksi cacing pita tergantung pada infeksi cacing invasif atau pada usus. Pada infeksi cacing invasif (pada jaringan), gejala yang ditimbulkannya dapat berupa gangguan syaraf (neurologis), demam, terdapat kista dan reaksi alergi terhadap larva cacing pita.

Sedangkan pada infeksi cacing pita pada usus, gejala yang timbul adalah nyeri perut, mual, muntah, diare, berat badan turun, mudah lelah dan kekurangan gizi.

Cacing Tambang
Gejala infeksi cacing tambang juga tidak spesifik. Pada mulanya, penderita merasa mual, muntah, sakit perut dan berat badan menurun. Pada usus, cacing tambang akan menghisap darah dengan cara menggigit dinding usus. Sebagian darah tersebut juga mengalir ke lumen usus. Seringkali pada saat BAB darah keluar bersamaan dengan feses.

Cacing tambang juga dapat melakukan cutaneous larva migrans atau creeping eruption, yaitu migrasi larva cacing ke lapisan kulit, yang ditandai dengan adanya erupsi peradangan berbentuk lurus atau berliku, yang menonjol di permukaan kulit.

Gejala yang paling sering muncul pada infeksi cacing tambang adalah anemia, nyeri perut dan nafas mengi karena adanya larva cacing di paru-paru dan timbul ruam di kulit tempat masuknya larva cacing ke dalam tubuh.

Cacing Cambuk
Cacing cambuk (Tricularis) mempunyai daur hidup yang mirip dengan cacing tambang. Namun larva cacing cambuk tidak dapat menginvasi paru-paru. Telur cacing cambuk akan menetas pada usus halus, namun akan berkembang menjadi dewasa dalam usus buntu.

Gejala infeksi cacing ini juga tidak khas, berupa nyeri di ulu hati, diare, anemia, kehilangan nafsu makan dan terjadi penurunan berat badan.

Obat Cacing Yang Efektif

Cacingan merupakan penyakit yang telah tersedia obatnya. Beberapa obat cacing bahkan dapat digunakan untuk memberantas beberapa jenis cacing sekaligus dalam dosis tunggal. Beberapa obat cacing tersebut adalah:

Mebendazol

Mebendazol (Gavox,Vermox) efektif untuk mengbati infeksi cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang dan cacing cambuk. Tidak dianjurkan diberikan pada wanita hamil dan anak di bawah 2 tahun, meskipun data menunjukkan pemberian pada kehamilan di bawah 2 bulan tidak menunjukkan efek buruk.

Penggunaan mebendazol sangat jarang memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Namun beberapa kasus dilaporkan mengalami sakit perut, diare, kejang pada bayi dan ruam.

Mebendazol diberikann dalam dosis tunggal sebesar 100 mg, baik untuk dewasa dan anak di atas 2 tahub. Jika terjadi infeksi ulangan, berikan dosis yang sama dalam rentang waktu 2 minggu.

Piperazin

Piperazin (Ascarzan, Upixon, Combicitrine) efektif untuk mengobati infeksi cacing kremi dan cacing gelang. Pemberian obat ini tidak dianjurkan pada wanita hamil pada trimester pertama. Piperazin terdistribusi dalam ASI, sehingga pada ibu menyusui, jika terpaksa menggunakan bat ini, hentikan menyusui hingga 8 jam setelah penggunaan obat terakhir.

Beberapa efek samping dapat timbul, diantaranya adalah mual, muntah, kejang perut, diare dan sesak nafas.

  • Dosis pemberian piperazin adalah sebagai berikut:
  • Dosis untuk dewasa sebanyak 2,25 gr/15 mL sekali sehari selama 7 hari.
  • Dosis untuk Anak di bawah 2 tahun sebanyak 0,3-0,5 mL/kgbb sekali sehari selama 7 hari.
  • Dosis untuk anak usia 2-3 tahun sebanyak 5 ml sekali sehari selama 7 hari.
  • Dosis untuk anak usia 4-6 tahun sebanyak 7,5 mL sekali sehari selama 7 hari.
  • Dosis untuk anak usia 7-12 tahun sebanyak 10 mL sekali sehari selama 7 hari.

Pirantel Pamoat

Pirantel Pamoat (Combantrine) merupakan obat cacing yang luas digunakan. Efektif untuk mengatasi infeksi cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang dan cacing cambuk.

Pirantel pamoat dapat digunakan pada anak-anak maupun dewasa. Namun pemnggunaan pada wanita hamil dan anak di bawah 2 tahun harus hati-hati.\

Beberapa efek samping yang mungkin timbul (jarang) adalah hilangnya nafsu makan, kejang perut, mual, muntah, diare, pusing, mengantuk dan timbul bercak merah pada kulit.

Aturan pakai irantel pamoat sebagai berikut:

  • Dosis 1000 mg untuk Dewasa dengan berat badan di atas 75 kg.
  • Dosis 750 mg untuk anak di atas 12 tahun berat badan 41-75 kg.
  • Dosis 500 mg untuk anak 6-12 tahun berat badan 22-41 kg:; 2-6 tahun berat badan 12-22 kg: 250 mg; 6 bulan – 2 tahun berat badan di bawah 12 kg: 125 mg.

Albendazol

Albendazol (Helben) efektif untuk pengobatan cacing gelang, cacing cambuk, cacing kremi, cacing tambang dan cacing pita. Namun obat ini bersifat teratogenik, sehingga tidak boleh diberikan pada wanita hamil.

Albendazol diberikan sebesar 400 mg/hari sebagai dosis tunggak untuk dewasa maupun anak-anak di atas 2 tahun. Namun untuk infeksi cacing pita, albendazl diberikan 400 mg/hari selama 3 hari berturut-turut.

Efek samping yang terjadi jarang, namun pernah dilaporkan berupa perasaan kurang nyaman pada pencernaan dan pusing kepala.

Cacingan atau kecacingan merupakan penyakit yang mudah menular. Adanya anggta keluarga yang terinfeksi merupakan pertanda anggota keluarga yang lain juga mengalami hal yang sama. Untuk itu dianjurkan untuk memberikan obat cacing kepada semua angota keluarga untuk memusnahkan telur dan cacing serta mencegah infeksi berulang.

Tindakan terbaik adalah pencegahan. Untuk itu, selalu jaga kebersihan dan biasakan cuci tangan sebelum makan dan setelah melakukan aktifitas. Anda cacingan? Tentu tidak…

Incoming search terms:
  • obat cacing
  • merk obat cacing untuk anak 1 tahun
  • obat cacing untuk anak 1 tahun
  • obat cacingan
  • obat cacing untuk anak 3 tahun
  • obat cacing anak
  • obat cacing kremi di apotik
  • obat cacing kremi
  • obat cacing anak 3 tahun
  • obat cacing untuk dewasa

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>