antioksidan, makanan

Sehat Dengan Antioksidan

Jika mempelajari ilmu kimia, maka akan menemui istilah antioksidan. Tapi bukan soal kimia yang ingin dibahas, tapi soal pernyataan Jeng Narti. Masih ingat tho Jeng Narti itu? Itu lho, istri dari Mas Jono, sang penderita hipertensi.

Entah karena takut akan komplikasi hipertensi pada suaminya atau karena sebab lain, Jeng Narti sekarang menjadi sangat organik. Artinya, semuanya diusahakan alami, terutama dalam soal makan. Itu bagus, menurutku, sebab harus diakui banyak makanan yang kita konsumsi setiap hari sangat tidak sehat. Penuh lemak dan minyak, tidak ketinggalan bahan kimia, yang berarti pula penuh dengan radikal bebas. Dan jika bicara radikal bebas, mau tidak mau akan menyentuh antioksidan.

“Pak T, buah itu banyak mengandung vitamin C tho? Kalau begitu berarti merupakan sumber antioksidan. Dan sekarang saya banyak makan buah lho, biar tetap sehat dan segar luar dalam” katanya.

Ehm… Jeng Narti telah banyak baca rupanya.

Pengertian Antioksidan

Dalam kimia, dikenal istilah reaksi redoks, reduksi-oksidasi. Ini merupakan reaksi yang melibatkan pertukaran/pemakaian bersama pasangan elektron. Dan reaksi redoks ini juga terjadi dalam tubuh.

Berbagai proses metabolisme, secara kimia, melibatkab berbagai pertukaran elektron dari senyawa-senyawa yang terlibat. Hasil samping dari reaksi metabolisme ini adalah adanya radikal bebas, terutama jika senyawa yang dimetabolisme tersebut berasal dari makanan yang tidak sehat.

Bukan hanya bahan makanan. Cara pengolahan makanan juga sangat berpengaruh adanya radikal bebas. Cara masak dengan digoreng dan dibakar akan mengubah sebagian bahan makanan tersebut menjadi radikal bebas.

Contoh makanan yang akan menghasilkan radikal bebas tinggi dalam tubuh adalah lemak trans, kolesterol, bahan penyedap dan pewarna. Jika makanan yang dikonsumsi banyak mengandung senyawa tersebut, bisa dipasikan dalam tubuh akan banyak radikal bebas berkeliaran.

Bukan hanya dari makanan. Lingkungan yang buruk juga merupakan sumber radikal bebas. Bau bahan kimia, asap kendaraan bermotor dan limbah industri mengandung radikal bebas yang sangat tinggi.

Lalu apa efek dari radikal bebas? Radikal bebas adalah senyawa yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Lapisan sel sehat, seperti lipid dan DNA yang sehat, secara kimia, merupakan sumber elektron. Bagi radikal bebas, senyawa yang sehat ini akan mudah bereaksi untuk membentuk suatu ikatan kimia. Efeknya adalah fungsi dari sel dan DNA bisa saja terganggu.

Jika sel terganggu dan tidak dapat berfungsi optimal, yang terjadi adalah kerusakan dan gangguan kesehatan. Berbagai penyakit degeneratif, seperti hipertensi, jantung koroner, diabetes, kanker, kerusakan kulit dan penuaan dini dikaitkan dengan adanya radikal bebas ini.

Jika radikal bebas ini merupakan senyawa yang merusak, apa yang bisa dijadikan penangkalnya? Radikal bebas akan takluk dengan senyawa yang bernama antioksidan. Pengertian antioksidan ini adalah zat yang secara nyata mampu memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi oleh radikal bebas meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas jika berkaitan dengan penyakit. Artinya antioksidan mempunyai fungsi sebagai pelindung sel tubuh dari gangguan radikal bebas.

Mekanisme antioksidan dalam menaklukkan radikal bebas adalah dengan memberikan pasangan bagi pasangan elektron aktif, sehingga terjadi reaksi redoks antara antioksidan dan radikal bebas tersebut, tanpa melibatkan senyawa dari sel dalam tubuh. Dengan demikian sel tubuh akan terlindungi.

Jadi jika tubuh ingin tetap sehat, terhindar dari berbagai penyakit degeneratif, awet muda dan bugar, konsumsilah antioksidan.

Makanan Sumber Antioksidan Alami

Banyak sumber antioksidan alami yang bisa didapatkan dari makanan. Namun antioksidan tersebut rentan dengan kerusakan selama proses memasak.

Senyawa antioksidan alami yang telah dikenal luas adalah vitamin C dan E. Kedua vitamin ini bisa didapatkan dari buah-buahan dan sayuran. Senyawa lain adalah golongan senyawa yang disebut sebagai flavonoid, yaitu suatu senyawa yang hanya dihasilkan oleh tumbuhan. Flavonoid ini sangat beragam jenisnya.

Salah satu contoh flavonoid yang terkenal sebagai antioksidan adalah kurkumin yang banyak terdapat pada kunyit dan temulawak.

Sayuran juga banyak mengandung flavonoid dan vitamin. Kecambah merupakan makanan yang kaya akan vitamin E, yang merupakan antioksidan yang cukup potent. Dengan banyak mengkonsumsi kecambah, radikal bebas yang dapat merusak kulit dapat ditaklukkan. Itulah sebabnya jika rajin mengkonsumsi kecambah, kulit akan sehat, kencang dan awet muda.

Hanya saja flavonoid dan vitamin dalam sayuran mudah rusak saat memasak. Karena itu, memasaklah dengan bijak, yaitu cukup matang namun tidak terlalu banyak merusak at gizi yang terkandung di dalamnya.

Cara lain adalah dengan mengkonsumdi sayuran tersebut sebagai lalap atau salad. Dengan cara ini, vitamin dan antioksidan akan tetap utuh karena tidak ada proses memasak.

Berkaitan dengan memasak makanan, hindarilah cara memasak dengan menggoreng, menumis atau membakarnya. Sebab proses tersebut akan menghasilkan radikal bebas yang merugikan kesehatan. Namun jika tidak bisa menghindarinya, makanlah tapi jangan banyak-banyak. Imbangi dengan buah dan sayuran agar radikal bebas tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>