lari memakai jaket

Resiko Olahraga Lari Dengan Memakai Jaket

Ini jam 11.35. Saat menjemput anakku yang kecil, Laluna pulang sekolah. Maklum, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan. Jadi, Laluna yang sudah kelas 3 itu pulangnya sedikit lebih awal.

Dengan motor matic kesayangan, aku jemput anakku. Rute pulang, sepeti biasanya, melewati jalan samping stadion olahraga Joyo Kusumo, Pati. Biasa saja. Lalu lintas, menurut istilah kepolisian rame lancar, didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Juga ada orang-orang, satu dua, yang memakai jaket parasut tengah berolah raga lari. Hm.. benar-benar hari seperti biasanya. Biasa?

Tidak, ada yang tidak biasa ternyata. Orang-orang itu, yang memakai jaket parasut, berolah raga lari, di siang bolong. Salah satu diantara mereka ada yang aku kenal. Mengapa mereka melakukan hal itu? Hari itu aku tidak mencari jawaban, karena aku tengah pulang bersama anakku.

Tapi esoknya, aku secara tidak sengaja ketemu dengan Roni, pemuda yang cukup gemuk tetanggaku, yang kemarin di siang bolong berolah lari dengan tetap memakai jaket di kompleks stadion Joyo Kusumo. Dan mumpung ketemu, aku tanyakan mengapa lari-lari di siang hari.

“Untuk menurunkan berat badan Pak Dhe. Kalau memakai jaket, di siang hari, keringat banyak keluar dan kalori yang terbakar juga besar. Karena berat badan akan cepat turun. Saya kan sedikit over berat badannya”, itu jawaban Roni. Benarkah? Saat itu saya iya kan saja jawaban Roni, meski dalam hati, saya mempertanyakan kebenarannya.

Ini Resikonya

Dari jawaban Roni, setidaknya ada satu premis yang tampaknya benar. Olahraga lari yang dilakukannya dapat menurunkan berat badan secara efektif karena banyak berkeringat dan membakar kalori. Itu memang benar.

Pada saat berolah raga, suhu tubuh akan meningkat. Secara alami tubuh akan menjaga suhu tubuh tidak naik terlalu tinggi dengan cara mengeluarkan keringat. Proses penguapan keringat akan menyerap panas tubuh sehingga suhu badan akan tetap terjaga normal.

Semakin tinggi intensitas olahraga yang dilakukan, semakin banyak pula keringat yang dikeluarkan. Tentu saja hal ini berpengaruh pada berat badan. Bagaimanapun keluarnya keringat berarti berkurangnya berat badan.

Masalahnya adalah apakah penurunan berat badan tersebut adalah penurunan berat badan yang sebenarnya atau hanya semu? Ada fakta menarik, jika setelah berolah raga kemudian minum, maka berat badan akan kembali naik karena cairan yang keluar melalui keringat telah tergantikan oleh air yang diminum.

Namun jika penurunan tersebut adalah akibat dari kalori yang terbakar, maka itulah penurunan berat badan yang sebenarnya. Namun untuk ini, cukup dengan berolah raga, lari misalnya, tanpa perlu memakai jaket, disiang hari lagi..

Selain itu ada yang perlu diketahui, bahwa lari dengan memakai jaket sebenarnya mempunyai resiko terhadap kesehatan.

Seperti diketahui, saat berolahraga, suhu tubuh akan naik. Untuk menjaga suhu tubuh tetap normal, tubuh mengeluarkan keringat. Ketika memakai jaket, keringat memang banyak keluar. Namun proses penguapan keringat akan terhambat sehingga proses pembuangan panas tubuh menjadi terhambat. Jika demikian, maka resiko terjadinya heat stroke terbuka lebar. Selain itu juga terdapat resiko dehidrasi karena lari memakai jaket menyebabkan tubuh mengeluarkan banya cairan melalui keringat tersebut. Jika dehidrasi, suhu tubuh akan akan naik dan resiko heat stroke manjadi terbuka.

Resiko dehidrasi dan heat stroke tersebut dapat dirasakan dengan gejala pandangan berkunang-kunang, wajah pucat, tangan dingin, hingga tak pingsan. Ketika tubuh kekurangan cairan, darah akan menjadi kental sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu, termasuk ke jantung hingga otak. Heat stroke sering terjadi pada pelari jarak jauh.

Nah kalau begitu, bijakkah berlari dengan memakai jaket di siang hari? Kalau saya sih lebih memilih olahraga lari di pagi atau sore hari, dengan memakai pakaian olahraga yang nyaman. Lebih sehat, aman dan resiko lebih minim. Oke tho..

Incoming search terms:
  • manfaat lari siang
  • manfaat lari sore
  • jaket parasut untuk lari
  • lari siang
  • Manfaat lari siang hari
  • manfaat lari di siang hari
  • jaket jogging
  • harga jaket sauna untuk lari
  • manfaat lari siang pakai jaket
  • lari siang pakai jaket

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

5 komentar pada "Resiko Olahraga Lari Dengan Memakai Jaket"

  1. Maaf numpang nanya ,, :)
    Saya badannya kurus tapi sering lari lari siang atau sore
    Apakah itu dapat beresiko memperkurus badan saya?

    1. jika energi yang dikeluarkan lebih besar dari energi yang didapat tubuh melalui makanan, hal ini akan membuat badan semakin kurus. Olahraga lari memerlukan energi yang besar. Jika tidak dimbangi dengan makanan yang cukup, hal tersebut akan membuat tubuh semakin kurus.

  2. Wah bener juga tuh, saya mengalaminya baru saja. Lari dan jalan cpt bru 15 mnit sudah pandangan berkunang kunang, memang kringat luar biasa banyak sampai kaos dan jaket bsh tpi efeknya luar biasa pusing mau pingsan. Ga lgi dh pke jaket, kapok. Jaket yg saya pakai model parasut. Bru tau trnyata gjala itu heatstroke.thanks infonya

  3. Bisa dikatakan saya aga gemuk. Umur 18 tahunn. Jadi kalau saya ingin memperkecil badan saya, apa pilihan bijak dan saran dari anda? Khususnya dalam hal lari

    1. untuk menurunkan berat badan, laukanlah secara bertahap. Untuk itu kurangi asupan kalori dan perbanyak olahraga. Untuk mengurangi asupan kalori, lakukan dengan melakukan diet sehat. Sedangkan untuk olahraga, pilih olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>