radang amandel

Radang Amandel, Bagaimana Mengatasinya?

Sekali lagi android jadul punyaku berderik. Sebuah pesan Whatsapp. “Pak T, apa amandel ada obatnya? Anakku amandelnya bengkak. Kalau untuk menelan, jadi sakit”. Itu pesan Pak Yanto, tetangga sebelah. “Siapa yang sakit?”, balasku. “Ini si Kiki”.

Begitulah.. saya sering menerima pesan semacam itu. Dan Pak Yanto, meski bertetangga selisih 5 rumah, sering bertanya lewat Whastsapp. Konsultasi on line gratis katanya. Bagi saya, ya ndak apa-apa. Sepanjang saya ndak sibuk banget, pertanyaan semacam itu, apalagi dari tetangga, akan saya jawab. Sebisa mungkin dengan baik dan lengkap. Lewat Whatsapp? Belum tentu. Lebih sering menjawabnya lewat blog ini..

Dan beginilah jawaban untuk Pak Yanto soal radang amandel.

Apa Itu Radang Amandel?

Amandel adalah dua kelenjar kecil yang terletak di baian belakang tenggorok. Nama lain dari amandel adalah kelenjar tonsil. Kelenjar ini berfungsi sebagai filter yang menangkap kuman atau bibit penyakit yang mungkin akan masuk ke kedalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Sebab tonsil akan memproduksi antibodi yang akan mencegah kuman untuk menginfeksi tubuh.

Meski berfungsi sebagai pencegah infeksi, tonsil sendiri dapat terinfeksi, baik oleh bakteri, jamur ataupun virus. Jika ini terjadi, maka kelenjar tonsil akan mengalami peradangan dan membengkak. Inilah yang disebut dengan tonsillitis atau radang amandel. Tonsillitis umum terjadi pada anak-anak. Semakin dewasa, daya tahan tubuh semakin meningkat sehingga fungsi kelenjar amandel semakin menurun. Kelenjar ini secara perlahan menyusut, seiring dengan peningkatan daya tahan tubuh dan usia.

Penyebab radang amandel paling banyak adalah bakteri dan virus. Bakteri streptococcus merupakan penyebab yang cukup umum. Sedangkan virus, terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Adenovirus, yang dapat menimbulkan diare.
  • Influenza virus, yang menjadi penyebab flu.
  • Epstein-Barr virus, penyebab infeksi radang kelenjar.
  • Parainfluenza virus yang dapat menyebabkan sakit saluraqn nafas dan radang pita suara.
  • Enterovirus, penyebab penyakit mulut, kaki dan tangan seperti pada flu singapura.
  • Herpes simplex virus penyebab herpes.

Anak-anak merupakan kelompok yang paling tinggi resikonya mengalami radang amandel. Karena daya tahan tubuh yang belum kuat, interaksi dengan orang dewasa maupun teman sebaya akan meningkatkan resiko terkena infeksi.

Gejala Radang Amandel

Terdapa 2 tipe radang amandel, yaitu radang amandel rekuren, yaitu radang akut yang terjadi beberapa kali dalam setahun dan radang kronik, yang berlangsungnya lebih lama dibanding radang akut.

Karena terdiri dari beberapa tipe dan penyebab, gejala yang timbul juga bermacam-macam. Namu ada beberapa gejala utama radang amandel atau tonsilitis ini, yaitu:

  • Demam
  • Nafas Berbau
  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan atau sakit saat menelan
  • Perubahan atau kehilangan suara
  • Amandel memerah dan membesar
  • Nyeri telinga
  • Sakit perut, terutama pada anak-anak

Radang amandel yang disebabkan oleh virus, biasanya mempunyai gejala yang lebih ringan dibanding radang amandel yang disebabkan oleh bakteri.

Obat Radang Amandel

Obat untuk radang amandel tidak ada yang khusus, sebab hal ini tergantung penyebabnya. Pertama adalah menentukan penyebabnya. Untuk itu dilakukan tes, seperti rapid strep test atau throat swab culture. Kedua jenis tes ini dapat menunjukkan infeksi bakteri. Jika negatif, maka diasumsikan penyebabnya adalah virus.

Untuk infeksi bakteri, diberikan obat antibiotik. Jenis antibiotik yang diberikan adalah amoksisilin (Amoxsan, Kalmoxilin, Intermoxyl), azithromisin (Zythrax, Zithromax), klindamisin (Clinmas, Climadan). Sedangakan untuk infeksi virus, pemberian antibiotik tidak efektif, sehingga tidak diperlukan. Obat yang diberikan adalah jenis immunobooster seperti Starmuno, Stimuno dan vitamin agar daya tahan tubuh meningkat.

Untuk panas atau demam, diberikan parasetamol (Pamol, Sanmol, Dumin) ataupun ibuprofen (Proris, Fenris) agar panas dan demam reda.

Tindakan operasi (tonsilektomi) kadang dilakukan untuk menghilangkan gangguan amandel. Tindakan ini dilakukan jika memenuhi beberapa kriteria, yaitu:

  • Jika adang amandel semakin parah dan benar-benar mengganggu saat tidur, makan dan bernafas.
  • Jika radang amandel sudah tidak mampu lagi diatasi dengan antibiotik.
  • Dan yang terakhir adalah jika tonsilitis kronis atau tonsilitis kerap kambuh, misalnya:
    • Lebih dari tujuh kali dalam satu tahun.
    • Lebih dari lima kali setahun dalam dua tahun terakhir.
    • Lebih dari tiga kali setahun dalam tiga tahun terakhir.

Masa penyembuhan setelah operasi biasanya tidak terlalu lama, berkisar 1 hingga 2 minggu. Setelah itu akan sembuh dan terbebas dari radang amandel atau tonsillitis.

Incoming search terms:
  • fungsi obat sanmol untuk amandel
  • kegunaan amoxsan untuk infeksi amandel

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>