Posisi Duduk yang benar

Posisi Dan Sikap Duduk Yang Benar Cegah Nyeri Dan Pegal

Kadang saya sedikit heran dengan Mr. John. Dia sering mengeluh punggungnya merasa nyeri dan pegal. Padahal setahu saya, dia tidak pernah bekerja berat. Posisi di kantornya pun cukup tinggi, sebagai manager HRD. Hmm suatu jabatan yang sangat penting.

Tapi mengapa dia sering mengeluh pegal dan nyeri punggung, sedikit terkuak sore ini. Apalagi kalau tidak di arena pingpong. Saat duduk nonton pertandingan, dia duduk di sebelahku dan bertanya, “Pak T, gimana sih sebenarnya posisi duduk yang ergonomis. Soalnya saya kan bekerja dengan duduk. Tapi mengapa rasanya kursi yang saya pakai terasa kurang nyaman, dan membuat saya sering merasa pegal dan nyeri. Bukan hanya di punggung, tapi juga di bahu dan leher. Apa mungkin itu karena posisi duduk saya saat bekerja yang tidak benar?”

Nah ini, salah satu khas penyakit yang diderita para eksekutif dan pekerja kantoran. Nyeri punggung akibat posisi duduk yang tidak benar. Dan keluhan ini,lebih banyak diderita oleh wanita dibanding pria, meskipun yang mengeluh padaku adalah Mr. John.

Posisi Duduk Ergonomis

Nyeri punggung dan bahu, seringkali diakibatkan adanya kerja otot trapezius yang berlebihan. Otot ini terdapat dari dasar tulang tengkorak, punggung dan melebar ke bagian bahu. Kekakuan dan rasa nyeri pada otot ini terjadi sebagai akibat dari kerja berlebihan otot-otot tersebut dalam mempertahankan posisi tubuh tertentu.

posisi duduk ergonomisBerbagai posisi tubuh yang tidak tepat dapat menyebabkan kelompok otot trapezius mengalami kerja berlebih. Misalnya saat duduk menulis, bekerja di depan komputer dengan posisi tubuh dan leher yang salah, kebiasaan bertelepon dengan menjepit telepon diantara telinga dan bahu. Otot trapezius juga akan bekerja terus menerus saat kita mengangkat tangan saat menulis atau mengetik. Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan timbulnya keluhan seperti yang dialami Mr. John dan pekerja kantoran lainnya.

Nah sekarang bagaimana posisi dan sikap duduk yang benar untuk mencegah terjadinya nyeri dan pegal pada punggung dan bahu?

Posisi dan sikap duduk yang benar adalah posisi duduk yang ergonomis. Untuk itu diperlukan kursi dan meja kerja yang ergonomis, yaitu kursi yang membuat tubuh dan otot pada posisi yang benar saat duduk. Pemilihan ini sangat penting, dan disesuaikan dengan postur tubuh.

Sandaran kursi harus dapat menyesuaikan dengan pinggang dan punggung bagian bawah. Ketinggian kursi juga harus dapat disesuaikan sehingga telapak kaki dapat menjejak lantai, namun bagian belakang lutut tidak menyentuh ujung dudukan kursi tersebut.

Jika terdapat sandaran lengan, pastikan posisi sandaran tersebut dapat menyangga lengan dan bahu dengan baik sehingga tangan saat menulis atau mengetik usahakan membentuk sudut 90 derajat, tidak lebih tinggi atau rendah.

Pengaturan meja kerja juga tidak kalah penting. Pada meja, letakkan benda-benda yang sering dibutuhkan sedekat mungkin. Kontraksi otot pada saat meraih benda-benda dapat menambah tekanan pada otot bahu. Monitor komputer juga diletakkan pada meja dengan ketingga yang pas, yaitu sejajar dengan mata. Hal ini akan meminimalisir kontraksi pada otot bahu dan leher.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah posisi dan sikap duduk yahg benar. Pada saat duduk, kepala berada pada posisi yang segaris dengan batang tubuh dan menghadap ke dapan. Bahu rileks dengan lengan atas berada pada kedua sisi tubuh. Siku menempel pada tubuh dan menekuk dengan membentuk sudut 90-120 derajat. Punggung harus ditopang secara penuh dengan penopang lumbar pada saat tubuh tegak, atau sedikit bersandar. Posisi paha dan panggul ditopang oleh dudukan kursi dan sejajar dengan lantai. Sedangkan lutut setinggi panggul, membentuk sudut 90 derajat. Apabila posisi meja dan kursi tidak dapat diubah untuk mendapatkan posisi duduk yang benar, maka dapat digunakan penopang kaki.
Meski posisi duduk yang ergonomis telah tercapai, bukan berarti berada pada posisi tersebut dalam jangka waktu lama tidak akan menyebabkan pegal dan nyeri. Bagaimanapun berada pada posisi yang sama dalam jangka waktu yang panjang tetaplah tidak baik. Karena itu, seringlah beranjak atau sekedar mengubah posisi. Dan jika diperlukan, lakukan gerakan peregangan, agar otot-oto kembali lemas dan tidak terjadi kekakuan.

Tapi sebenarnya, setelah menyelesaikan tulisan ini, saya juga mulai berpikir untuk mengganti kursi dan meja kerja saya sendiri. Kurang ideal dan kurang ergonomis. Sebabnya, setelah menyelesaikan tulisan ini, badan saya kok sedikit pegal. Huaduh…

Incoming search terms:
  • posisi duduk yang benar
  • bagian dari sikap duduk
  • cara duduk yang benar di lantai
  • posisi duduk saat menulis yang baik
  • posisi kerja duduk

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>