Leher Kaku

Penyebab Dan Obat Leher Kaku dan Sakit

Ini sore seperti biasanya di perumahanku. Arena pingpong meriah. Para pemain tingkat RT berlatih, bertanding dengan serius tapi juga sambil guyon. Tapi ada yang luar biasa. Mr. Jack, pemain senior, hari ini justru tidak turun gelanggang. Hanya duduk, menonton sesekali berkomentar. Hm.. ada apa?

“Pak T, leher ini kok rasanya kaku”, kata Mr. Jack padaku. Kemarin saya kan pulang kampung. Jalanan macet sehingga saya terpaksa nyetir terus selama 5 jam nonstop. Setelah itu badan pegel semua, terutama leher, terasa kaku untuk gerak.

“Pantes saja beberapa hari nggak kelihatan. Ternyata pulang kampung. Mana oleh-olehnya?” candaku. “Kasih tahu obatnya dahulu, baru bicara oleh-oleh dari kampung”, jawab Mr. Jack. Wk..wk…

Mengapa Leher Kaku dan Sakit?

Sebenarnya ada beberapa penyebab otot leher menjadi kaku dan sait. Meski sering dianggap ringan, sebenarnya ada beberapa kondisi yang tidak bisa dibiarkan jika leher sering terasa sakit dan kaku untuk digerakkan. Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan leher kaku adalah meningitis atau radang selaput otak.

Ketika leher terasa kaku dan sakit, hal ini ditandai kesulitan dan disertai rasa sakit ketika digerakkan, terutama untuk menoleh ke kanan atau ke kiri. Juga sering disertai dengan rasa sakit di leher, kepala, bahu dan lengan yang bisa sangat mengganggu aktifitas. Rasa kaku leher ini biasanya dapat berlangsung hingga satu minggu, tergantung dari penyebabnya.

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab leher kaku:

Otot Tegang dan Keseleo

Penyebab paling umum dari otot leher terasa kaku adalah otot yang tegang atau keseleo, terutama otot utama yaitu levator skapula. Otot ini menghubungkan antara leher dan bahu dan terletak di baian belakang leher di sisi kanan dan kiri. Otot yang tegang atau keseleo ini bisa pada otot sisi kiri atau kanan, atau kedua-duanya.

Penyebab dari tegang otot leher ini biasanya adalah:

  • Posisi tidur yang tidak tepat.
  • Kegiatan berulang memutar kepala dari sisi kiri ke kanan atau sebaliknya.
  • Kegiatan yang menuntut untujk tetap menghadap pada arah yang sama dalam jangka waktu lama.
  • Stress berlebihan.
  • Memeluk telepon antara leher dan bahu.

Penyakit Meningitis

Salah satu gejala dari penyakit meningitis atau radang selaput otak adalah leher kaku yang disertai dengan demam, mual, muntah dan gejala infeksi lainnya. Leher kaku yang disebabkan oleh penyakit meningitis dikenal dengan istilah kaku kuduk.

Gangguan Tulang Leher

Salah satu gangguan tulang leher, seperti herniated disc serviks atau osteoarthritis serviks menyebabkan leher terasa kaku dan sakit akibat semua bagian tulang belakang dan leher saling berhubungan sehingga gangguan pada salah satu bagian akan mengakibatkan bagian lain juga terganggu.

Obat Otot Leher Kaku dan Sakit

Satu yang harus diperhatikan adalah jika leher terasa kaku disertai dengan demam, mual dan muntah, maka harus segera diperiksa lebih lanjut, sebab ada kemungkinan terkena infeksi berbahaya seperti pada meningitis.

Namun jika leher kaku karena otot teregang atau keseleo, maka dapat diobati dengan cara minum obat AINS untuk meredakan rasa sakit. Termasuk dalam obat AINS adalah Meloxicam (Mexpharm, Artrilox, Mecox), Ibuprofen (Fenris, Profenal, Anafen). Obat-obat ini efektif meredakan nyeri. Sedangkan untuk merelaksasi otot yang tegang dapat digunakan esperisone (Forres, Epsonal, Myonal).

Obat-obat topikal, seperti (Counterpain, Stop X, Hot In) dapat digunakan untuk meringankan nyeri yang timbul. Demikian juga dengan pemijatan, namun untuk pemijatan, diperlukan tenaga yang ahli agar tidak salah urat.

Itu jawaban saya untuk Mr. Jack. Dan atas jawaban itulah, saya dapat kiriman satu dus bakpia Pathuk dari Yogyakarta yang maknyus, dan tengah saya nikmati sore ini.. he.. he..

Incoming search terms:
  • obat tengeng di apotik
  • obat apotik leher kaku

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>