Mata Katarak

Penyebab, Gejala Dan Penanganan Mata Katarak

Seseorang, seiring dengan akan waktu, akan menua. Kondisi fisik secara perlahan namun pasti mengalami kemunduran pada seluruh aspek. Karena terjadi pada seluruh tubuh, hal ini menyebabkan masalah kesehatan yang komplikatif. Salah satu organ yang sangat tampak saat mengalami penurunan fungsi adalah mata. Pada usia lanjut, katarak menjadi problem yang cukup banyak ditemui. Dan itu yang dikeluhkan Lik Sumi padaku.

“Wadhuh nak, aku kok sudah nggak jelas membaca SMS. Kadang ada SMS dari cucu, ndak saya bales. Lha mau balas gimana, wong membaca saja remang-remang” itu kata Lik Sumi.

Usia Lik Sumi mendekati 60 tahun. Dan katarak mulai hinggap di matanya. Agaknya itu yang sekarang sedang diresahkan. Dan padaku, Lik Sumi curhat…

Penyebab Mata Katarak

Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh akibat adanya penumpukan lemak sehingga penglihatan menjadi buram. Tingkat keburaman bisa sedikit, namun bisa jika menjadi buram total. Dlam katannya dengan usia, katarak dapat menyebabkan pengerasan lensa sehingga penderita mengalami miopi. Mata menjadi berwarna kuning, lalu menjadi coklat atau putih secara bertahap. Adanya keburaman ini dapat menguraikan warna biru.

Katarak berkembang secara perlahan. Kemampuan melihat akan berkurang dan berpotensi menjadi buta jika katarak terlalu tebal. Kondisi ini biasanya terjadi pada kedua mata, meski pada awalnya hanya satu mata yang terkena katarak.

Terdapat beberapa jenis katarak, sesuai dengan penyebabnya. Jenis tersebut adalah:

  • Katarak Senilis. Katarak ini terjadi karena lanjut usia
  • Katarak Kongenital. Ini merupakan bawaan sejak bayi lahir. Penyebabnya adalah infeksi, cidera dan kekurangan gizi pada saat dalam kandungan.
  • Katarak Sekunder. Katarak ini terjadi karena berbagai kondisi medis. Contohnya adalah katarak karena diabetes.
  • Trauma Katarak. Katarak yang terjadi karena berbagai faktor seperti asap rokok, polusi udara dan konsumsi alkohol. Paparan radiasi ultra violet juga dapat menyebabkan katarak.

Meski penyebab katarak telah terindentifikasi, namun mekanisme terjadinya katarak oleh sebab-sebab tersebut di atas belum diketahui dengan jelas.

Tipe Dan Gejala Mata Katarak

Katarak terbagi menjadi beberapa tipe, meliputi:

Katarak Subkapsular
Katarak ini terjadi di belakang lensa mata. Akibatnya mata seperti melihat lingkaran cahaya, terutama saat melihat sinar di malam hari. Penurunan penglihatan juga terjadi saat membaca dan penglihatan pada cahaya terang juga menurun.

Orang yang menderita diabetes dan orang yang meminum obat kortikosteroid dalam jangka waktu lama lebih beresiko terkena katarak tipe ini.

Katarak Nuklir
Katarak ini biasanya terjadi karena usia lanjut, yang terjadi pada bagian dalam tengah lensa mata. Pada penglihatan, hal ini menyebabkan rabun jauh dan penglihatan ganda. Warna mata katarak berubah dari kuning menjadi coklat dan akhirnya tidak dapat membedakan warna.

Katarak Kortikal
Katarak ini dicirikan dengan terjadinya katarak pada tepi lensa mata dan secara perlahan-lahan menuju pusat lensa. Katarak ini terjadi di kortek lensa, yaitu bagian dari mata yang mengelilingi lensa mata.

Katarak terjadi tanpa rasa sakit. Karena itu jarang orang menyadari dirinya terkena katarak, hingga kemudian timbul gejala yang mulai mengganggu penglihatannya. Gejala tersebut adalah :

  • Pandangan kabur, berbayang dan suram seperti tertutup asap.
  • Kesulitan untuk melihat di malam hari.
  • Melihat lingkaran cahaya saat melihat sinar
  • Perlu cahaya yang lebih terang saat membaca
  • Sering melakukan penggantian kacamata atau lensa kontak
  • Melihat warna cenderung memudar atau menguning
  • Pandangan ganda

Katarak berkembang secara perlahan hingga suatu saat dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang serius.

Penanganan Dan Obat Mata Katarak

Untuk katarak yang parah, pembedahan atau operasi merupakan tindakan yang paling efektif. Dengan tindakan ini, lapisan lemak yang terdapat pada mata dapat dikeluarkan dan lensa mata yang rusak dapat diganti.

Meski merupakan pembedahan, namun operasi tersebut termasuk dalam operasi yang sederhana dengan masa pemulihan yang relatif singkat. Apalagi saat ini telah tersedia alat fakoemulsiikasi yang canggih sehingga dapat melakukan operasi katarak dengan relatif aman. Dan setelah pembedahan, perbaikan penglihatan mencapai 90 persen.

Sedangkan untuk katarak yang masih dalam tahap awal, terdapt obat tetes mata yang cukup legendaris yaitu Catalin, Kary Uni (Pirenoxine) dan Cendo Catarlent. Pirenoxine bekerja dengan melakukan penghambatan atas perkembangan katarak melalaui interaksi antara ion calsium dan selenite, yang diketahui merupakan pusat dari pembentukan katarak. Hasilnya adalah lapisan katarak bukan saja dapat dihambat, namun juga dilarutkan sehingga dapat dikeluarkan dari lensa mata. Namun tetes mata ini lebih efektif untuk katarak kortikal.

Sedangkan Cataralent merupakan kombinasi atas Ion Kalsium, Kalium dan Natrium Thiosulfat. Kombinasi ini akan melarutkan lapisan katarak sehingga perkembangannya dapat dihambat. Obat tersebut diindikasikan untuk katarak karena usia (senile cataract).

Dan obat tetes mata tersebutlah yang tengah dipakai Lik Sumi untuk mengobati kataraknya. Dan semoga saja hal tersebut dapat memulihkan penglihatannya.

Incoming search terms:
  • catarlent
  • obat tetes mata cendo untuk katarak
  • manfaat obat tetes mata cendo cartelend ed
  • kary uni kegunaannya
  • fungsi obat mata catarlrnt
  • fungsi catarlent
  • cendo catarlent
  • catarlent obat
  • catarlen
  • tetes mata cendo untuk katarak

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>