Nyeri Leher

Penyebab Dan Obat Nyeri Leher

Kesehatanmu terkait gaya hidupmu. Itu kata kolega saya beberapa hari yang lalu. Terdengar klise, karena memang begitu. Tapi perlu untuk diingatkan kembali, sebab penyakit gaya hidup akan semakin mudah ditemui.

Buktinya adalah sore ini. Sambil berjalan menuju arena pingpong, Pak Marno tak henti memegang lehernya. “Saya ndak main. Mau nonton saja. Seharian ngetik di komputer bikin badan pegel. Leher dan tengkuk terasa nyeri. Pak T, ada obatnya nggak?”, langsung saja Pak Marno ini.

Dan saya yang lagi nunggu giliran, mau tak mau ya harus menjawab pertanyaan itu. Lha wong apoteker satu-satunya di RT je…

Penyebab Nyeri Leher

Kelelahan otot bukan hanya didominasi orang-orang yang bekerja dengan menggunakan ototnya (maaf, pekerja kasar). Namun pekerja kantoran juga sering mengalami hal itu. Posisi badan yang tak berubah dalam jangka waktu lama adalah penyebab terbanyak adanya kelelahan otot.

Seperti yang dikeluhkan Pak Marno, nyeri leher dan tengkuk terjadi akibat otot leher mengalami kelelahan karena berada pada posisi yang sama dalam jangka waktu lama. Selain karena bekerja, misal mengetik di depan komputer, nyeri leher juga terjadi karena posisi tidur yang tidak tepat, posisi duduk yang salah dan stress. Jika disebabkan oleh hal-hal semacam ini, nyeri leher biasanya tidak menimbulkan implikasi kesehatan yang serius.

Namun pada kasus lain, nyeri leher perlu mendapatkan pemeriksaan yang lebih mendalam. Sebab leher terdiri dari berbagai jaringan yang terdiri dari tulang, jaringan lunak, otot dan ligamen. Tulang belakang bagian leher mempunyai fungsi sebagai penopang dan pergerakan kepala sekaligus. Dan bagian ini cukup rentan. Tidak seperti bagian tulang belakang lain, bagian leher tidak dilindungi oleh tulang yang lain sehingga cukup mudah mengalami cidera yang mengakibatkan sakit berkepanjangan dan menghalangi gerakan. Meski jarang, nyeri leher juga dapat disebabkan oleh infeksi, tumur dan kelainan bawaan tulang belakang.

Pada saat ini, penyebab terbanyak dari nyeri leher adalah kelelahan, proses degeneratif karena aktifitas berlebih dan penuaan. Rasa nyeri yang timbul, di sebagian individu, tidak hanya terlokalisir di bagian leher saja, namun dapat menyebar hingga pundak, lengan dan punggung.

Beberapa gejala dan penyebab inflamasi yang berkaitan dengan nyeri leher diantaranya:

Tonjolan Diskus Serviks
Hal ini terjadi karena proses degenaratif, yang mulai terjadi padaa usia 40 tahun atau lebih. Diskus serviks (Cervical Disk) yang menonjol akibat tepi diskus yang melemah dapat memberikan tekanan pada syaraf, menimbulkan rasa nyeri, kebas dan kaku yang menyebar hingga bah dan lengan.

Rheumatoid Arthritis
Merupakan gangguan yang bersifat sistemik, yang berkaitan dengan kondisi inflamasi poly arthritis. Biasanya terjadi pada leher bagian atas.

Cidera
Leher merupakan bagian tubuh yang cukup rentan terhadap cidera. Kecelakaan saat berkendara atau berlahraga dan saat beraktifitas dapat menyebabkan leher mengalami gerakan hyperextensin (gerakan leher ke belakang melebihi normal) atau hyperflexion (gerakan leher ke depan melebihi normal). Hal ini dapat menyebabkan cidera pada jaringan lunak dan otot serta tulang leher.

Obat Nyeri Leher

Untuk nyeri leher akibat cidera atau adanya tonjolan diskus serviks atau rhematoid arthritis, memerlukan pemerikasaan yang labih mendalam untuk menentukan tindakan medis yang diperlukan. Namun untuk sebab-sebab yang lebih ringan seperti yang dialami Pak Marno, beberapa obat dapat digunakan untuk meredakan nyeri.

Untuk meredakan nyeri, obat AINS seperti parasetamol (Pamol, Sanmol) ataupun obat yang lebih kuat sepeti asam mefenamat (Mefinal, Ponstan) cukup efektif. Apalagi jika ditambah vitamin B yang bersifat neurotropik (Forneuro, Neurobion, Neuro Sanbe) akan lebih efektif meredakan nyeri. Obat analgesik topikal (Stop X, Counterpain, Kaltrofen Gel) dapat juga dipakai dengan cara mengoleskannya pada bagian leher yang sakit. Tindakan lain adalah dengan melakukan kompres hangat untuk mengurangi nyeri dan kekakuan otot.

Selain dengan obat, beberapa hal perlu diperhatikan pada saat nyeri leher:

  • Jika bekerja dengan komputer dalam waktu lama, sering-seringlah beristirahat sejenak untuk menggerakkan leher untuk melemaskan otot.
  • Periksa posisi duduk agar dicapai posisi duduk yang ergonomis. Posisi duduk yang tepat dapat mencegah timbulnya nyeri leher.
  • Posisi tidur yang tidak tepat dapat menyebabkan kelelahan dan kekakuan otot. Karena itu perbaiki posisi tidur. Jangan menggunakan bantal berlebihan. Tidur menggunakan 1 bantal saja sudah cukup.

Jangan sepelekan nyeri leher, terutama jika nyeri berkepanjangan. Pemeriksaan lebih lanjut agar nyeri leher tidak menjadi masalah kesehatan serius.

Incoming search terms:
  • obat di apotik buat leher nyeri
  • obat sakit leher di apotek
  • obat untuk leher pegal

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>