darah rendah, hipotensi

Pengobatan Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Pak RT menderita tekanan darah rendah atau hipotensi. Ini bukan gosip yang diceritakan dengan bisik-bisik oleh ibu-ibu penggemar tukang sayur. Tapi ini soal kesehatan Pak RT. Tentu isu ini cukup penting, mengingat peran Pak RT yang vital dalam setiap pertandingan pingpong. Tanpa Pak RT, siapa lagi yang memfasilitasi minuman segar yang bisa diminum dengan gratis?

Maka saya cukup perhatian dengan Pak RT ini, apalagi saat ini, ada isu Pak RT tengah sakit. Saya cek informasi ini dan ternyata, “Saya kok merasa lemes dan pusing Pak T. Sudah sekitar 2 harian ini kepala pusing. Saya periksakan, ternyata tensi saya rendah. Gimana Pak T, apa ada saran tentang obat yang harus saya minum?”, tanya Pak RT begitu melihatku.

Weladalah… baru saja kaki masuk ruang tamu, sudah ditodong dengan pertanyaan serius. Tapi bukan apoteker andalan RT namanya kalau tak bisa menjawab pertanyaan ini. “Makan sate saja Pak RT, nanti juga tensi naik… he..he.. becanda Pak RT”.

Tentu saja bukan makan sate sebagai jawaban atas pertanyaan Pak RT. Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan dengan gamblang soal tekanan darah rendah atau hipotensi ini.

Apa Itu Tekanan Darah Rendah?

Tekanan darah merupakan hasil dari kuatnya tekanan pompa jantung dan tahanan perifer. Pada tahanan perifer sangat dipengaruhi oleh kelancaran aliran di pembuluh darah.

Tekanan darah dicatat dalam 2 parameter, yaitu tekanan saat jantung memompa dan menghisap darah. Tekanan saat jantung memompa darah disebut tekanan sistolik, yang nilai normal berkisar 110-120 mmHg. Sedangkan tekanan saat jantung memompa disebut tekanan diastolik, yang nilai normal berkisar 70 mmHg. Secara singkat, tekanan darah normal adalah 120/70 mmHg.

Tekanan darah rendah adalah suatu keadaan tekanan darah berada dibawah nilai normal tersebut. Meski tekanan darah tersebut bervariasi antar individu, namun umumnya seseorang dikatakan menderita tekanan darah rendah jika tekanan darahnya 90/60 mmHg.

Tekanan darah rendah menyebabkan darah tidak dapat mengalir dengan lancar ke berbagai organ. Jika suplai darah berkurang, terutama ke organ tubuh yang penting seperti otak, ginjal, jantung dan paru-paru, hal ini dapat menjadi persoalan kesehatan yang serius dan mendesak untuk ditangani segera.

Ada beberapa jenis tekana darah rendah atau hipotensi ini, yaitu :

Hipotensi Ortostatik
Hipotensi ini terjadi ketika terjadi perubahan posisi tubuh, dari berbaring ke duduk atau dari duduk ke berdiri. Penyebabnya adalah kurang cepatnya tubuh dalam mengatur tekanan darah saat terjadi perubahan posisi tubuh.

Hipotensi ortostatik dapat terjadi pada semua usia. Namun lebih sering terjadi pada usia lanjut. Terkadang perlu untuk duduk atau berbaring beberapa waktu sebelum tekanan darah kembali normal.

Hipotensi Post Prandial
Tekanan darah rendah jenis ini terjadi ketika seseorang makan dengan porsi yang cukup besar. Darah akan turu ke lambung sebagai respon atas makanan yang masuk lambung. Akibatnya tekanan darah tubuh akan turun dengan tiba-tiba. Pada orang sehat, hal ini tidak terjadi. Namun pada orang dengan gangguan syaraf seperti penyakit Parkinson, hal ini dapat terjadi dan bisa menyebabkan pusing hingga pingsan. Oleh karena itu penderita Parkinson disarankan untuk makan secara perlahan sedikit demi sedikit.

Syok
Syok merupakan peristiwa tekanan darah turun demikian rendah sehingga jantung, otak dan ginjal tidak dapat suplai darah sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Syok adalah peristiwa yang dapat mengancam kehidupan jika tidak ditangani dengan segera.

Beberapa faktor dapat menjadi penyebab syok seperti perdarahan hebat, luka bakar, alergi dan keracunan. Beberapa obat, seperti antibiotik turunan penisilin diketahui dapat menyebabkan syok jika diberikan secara intra vena. Syok seperti ini disebut dengan syok anafilaktik.

Hipotensi Yang Dipengaruhi Syaraf (Neurally Mediated Hypotension (NMH))
Pada hipotensi jenis ini, tekanan darah akan drop pada saat berdiri terlalu lama. Kepala akan terasa pusing, badan lemah dan nyeri pada bagian perut. Selain itu, situasi yang tidak nyaman, suasana yang menyedihkan atau ketakutan juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah tipe ini.

Gejala Tekanan Darah Rendah

Untuk beberapa orang, tekanan darah rendah bisa merupakan pertanda adanya beberapa gangguan kesehatan yang serius. Beberapa gejala hipotensi sebagai berikut :

  • Pusing, kadang karena dipicu cahaya
  • Kelelahan
  • Badan lemah
  • Mual, muntah
  • Pucat, nafas cepat dan dangkal
  • Rasa haus

Gejala-gejala tersebut dapat dirasakan bersama atau hanya beberapa diantaranya.

Penyebab Tekanan Darah Rendah

Beberapa hal yang secara umum dapat menjadi penyebab tekanan darah rendah adalah:

Dehidrasi
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan cairan. Pada pembuluh darah, terjadi penurunan volume darah yang beredar sehingga menyebabkan tekanan darah juga rendah.

Kehamilan
Hipotensi juga umum terjadi pada ibu hamil. Hal ini karena pada kehamilan, terjadi pertumbuhan jaringan dan juga pembuluh darah sehingga hal ini akan menurunkan tekanan darah.

Penyakit Jantung
Jantung merupakan organ yang memompa darah. Jik terjadi pelemahan otot jantung, tentu akan mempengaruhi tekanan darah. Demikian juga penurunan frekuensi denyut (bradikardi).

Perdarahan
Kehilangan darah dalam jumlah besar tentu akan menyebabkan volume darah dalam tubuh berkurang dan tekanan darah juga menurun.

Obat
Beberapa obat diketahui dapat menurunkan tekanan darah. Mekanisme alergi oleh obat juga merupakan hal yang serius dan dapat menyebabkan syok.

Obat Tekanan Darah Rendah

Sebenarnya, jika tekanan darah berada di bawah normal namun tidak menimbulkan keluhan, kadang tida memerlukan pengobatan. Namun jika ada keluhan, itu perlu diatasi.

Salah satu penyebab dari hipotensi adalah dehidrasi. Jika disebabkan oleh hal ini, minum air yang cukup akan kembali menormalkan tekanan darah.

Ada obat yang sangat cepat menaikkan tekanan darah, yaitu adrenalin (epinefrin) atau nor-adrenalin (nor-epinefrin) yang diberikan secara intravena. Obat ini bekerja dengan cara membuat pembuluh darah mengalami vasokontriksi sehingga tahanan perifer akan naik. Akibatnya tekanan darah akan naik. Efek epinefrin ini sangat cepat, sehingga sangat tepat untuk menangani syok, agar dapat menaikkan tekanan darah dengan cepat.

Obat lain adalah fludrocortisone (Florinef). Obat ini diindikasikan sebagai terapi pengganti pada insufisiensi adrenokortikal, baik primer maupun sekunder dan pada penyakit Addison. Namun karena efeknya adalah retensi garam, maka fludrocortisone dapat digunakan untuk menaikkan tekanan darah.

Obat lain adalah midodrine (Orvaten). Obat ini bekerja dengan cara menurunkan kemampuan arteri untuk melakukan vasodilatasi sehingga tekanan darah akan naik. Midodrine digunakan untuk mengatasi hipotensi ortostatik.

Cafedrine HCl/Theodrenalin (Akrinor) merupakan kombinasi obat yang menaikkan kekuatan denyut jantung, tanpa mempengaruhi frekuensi denyut. Tahanan perifer juga tidak dipengaruhi. Dengan cara ini, tekanan darah akan naik sehingga diindikasikan untuk mengatasi tekanan darah rendah. Obat lain adalah heptaminol (Hep-A-Myl). Obat ini memiliki efek inotropik positif (menaikkan kekuatan dn frekuensi denyut jantung) sehingga dapat digunakan untuk menaikkan tekanan darah.

Meski terdapat beberapa jenis obat, namun pengobatan hipotensi tetap tergantung pada penyebabnya.

Beberapa minuman seperti kopi juga dapat memperbaiki tekanan darah. Hal ini karena kofein dalam kopi merupakan stimulan sehingga mempengaruhi tekanan darah. Bagaimana dengan sate kambing? Meski mekanisme sate kambing dalam menaikkan tekanan darah belum saya pahami, namun jika terbukti, mengapa tidak dicoba? Hanya ingat kandungan kolesterolnya… Oke?

Incoming search terms:
  • obat darah rendah di apotik
  • obat generik tekanan darah rendah
  • obat untuk darah rendah
  • obat penaik tekanan darah
  • obat hipotensi generik
  • fludrocortisone adalah
  • obat darah rendah generik
  • guna florinef
  • golongan obat untuk darah rendah
  • obat untuk hipotensi

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Satu komentar pada "Pengobatan Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)"

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>