mata glaukoma

Pengobatan Mata Glaukoma

Saya sedikit heran dengan tetangga saya satu ini. Tidak biasanya Pak Rohmat bermuram durja. Ada apa gerangan?

“Punya makalah tentang penyakit mata glaukoma dalam bentuk pdf? Saya ingin membacanya” kata Pak Rohmat begitu saya duduk di sapingnya sore itu. “Apakah penyakit mata glaukoma dapat disembuhkan. Bagaimana dengan obat tetes mata glaukoma, apakah efektif untuk menyembuhkannya?”, itu pertanyaan lanjutan yang begitu saja meluncur.

Whela dalah… Kok Pak Rohmat sedih sekali kelihatannya. Apakah Pak Rohmat terkenan penyakit glaukoma? Dan pertanyaan Pak Rohmat ini akan membuat clubbing sore ini jadi panjang. Dan apoteker satu-satunya di RT ini mau tidak mau jadi presenter dadakan.

Penyakit Mata Glaukoma

Glaukoma, di dunia menurut WHO, adalah penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Penyakit ini merupakan gangguan syaraf mata akibat dari meningkatnya tekanan cairan intraokular dalam mata, baik karena adanya produksi berlebihan cairan mata atau tersumbatnya saluran pembuangan cairan mata tersebut.

Kenaikana tekanan dalam mata (TIO, tekanan intra okular) ini dapat merusak serabut syaraf bagian retina, jaringan syaraf di bagian belakan mata dan syaraf optik yang menghubungkan mata dan otak. Sampai dengan saat ini, belum diketahui dengan pasti penyebab produksi berlebihan cairan mata atau mengapa saluran pembuangan cairan mata dapat tersumbat.

Ketika terjadi glaukoma, beberapa gejala dapat timbul, yaitu:

  • Mata terasa nyeri.
  • Sakit kepala
  • Melihat adanya bayangan/lingkaran di sekeliling sdinar lampu.
  • Mata berwarna merah.
  • Mual dan muntah.
  • Pandangan yang kabur atau samar.
  • Sudut penglihatan yang semakin menyempit hingga akhirnya tidak dapat melihat sama sekali.

Meski dari jenisnya, glaukoma dibedakan menjadi glaukoma sudut terbuka dan sudut tertutup.

Glaukoma sudut terbuka adalah glaukoma yang paling banyak ditemui dan lebih umum. Karena glaukoma ini berkembang secara perlahan, maka disebut juga glaukoma kronis. Berbeda dengan galukoma sudut tertutup, yang disebut glaukoma akut karena terjadi secara tiba-tiba. Glaukoma sudut terutup dapat menyebabkan terjadinya kebutaan denganm cepat.

Obat Mata Glaukoma

Bagaimanakah cara pengobatan glaukoma? Dalam hal ini sangat penting untuk segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami gangguan penglihatan. Sebab kerusakan syaraf yang terjadi tidak dapat diobati. Tujuan pengobatan glaukoma adalah mencegah kerusakan yang semakin meluas akibat dari peningkatan tekanan intra okular mata.

Ada beberapa metode cara penanganan dan pengobatan glaukoma. Yang pertama adalah dengan menggunakan obat-obatan, baik obat oral (diminum) maupun tetes mata. Prosedur lain adalah dengan menggunakan laser dan operasi.

Obat tetes mata merupakanbat pilihan pertama pada glaukoma sudut terbuka. Obat ini bekerja dengan mengurangi tingkat produksi cairan mata dan memperlancar pembuangannya. Obat tetes mata yang digunakan adalah :
Alfa adrenergik agonis seperti apraclonidine dan brimonidine, yang mempunyai efek menurunkan produksi cairan mata.

Beta bloker, seperti timolol (Cendo Timol, Isotic Adretor, Tim-Opthal) dan levobunolol , yang bekerja dengan mengurangi produksi cairan mata, sehingga tekanan intra okular menurun.

Analog prostaglandin, seperti lanatoprost (Latipress, Xalacom) dan bimatoprost , yang dapat menurunkan tekanan intra okular dengan mempercepat pembuangan cairan mata.

Penghambat carbonic anhydrase, seperti dorzolamide dan brinzolamnide. Obat ini, dalam bentuk tetes mata, jarang digunakan dalam pengobatan glaukoma. Obat ini dapat menurunkan tekanan intra okular dengan jalan mengurangi produksi cairan mata.

Miotic atau obat kolnergik seperti pilocarpine. Obat ini dfapat meningkatkan pembuangan cairan mata, sehingga TIO akan menurun.

Efek samping penggunaan tetes mata untuk glaukoma mempunyai beberapa efek samping. Diantaranya adalah:

  • Iritasi mata.
  • Mata memerah.
  • Mata kering dan gatal.
  • Sensasi rasa yang menyengat.

Untuk memperoleh hasil maksimal, dapat digunakan kombinasi obat-obat tersebut diatas.

Apabila pengobatan dengan tetes mata tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan, maka diberikan obat-obat oral (diminum). Obat oral glaukoma adalah dari kelompok penghambat carbonic anhydrase seperti acetazolamide (Glauseta, Glaucon), dorzolaide dan brinzolamide.

Efek samping yang akibat penggunaan obat-obat oral glaukoma cukup sering ditemui. Eefek samping tersebut adalah:

  • Beser atau sering buang air kecil.
  • Penurunan daya ingat.
  • Sakit perut.
  • Kesemutan, baik pada tangan maupun kaki.
  • Deperesi.
  • Batu ginjal.

Cara lain untuk pengobatan glaukoma adalah tindakan dengan menggunakan laser dan pembedahan. Kedua prosedur ini dapat diterapkan, baik pada glaukoma sudut terbuka maupun sudut tertutup.

Begitu cara pengobatan glaukoma. Hanya saja siapa yang terkena glaukoma? “Sania. Itu lho tokoh dalam cerita novel yang tengah aku baca”, jawab Pak Rohmat santai. Huaduh.. tak kira siapa, ternyata tokoh dalam novel. Sungguh terlalu lebaynya Pak Rohmat ini padaku.

Incoming search terms:
  • obat glaucon
  • efek samping obat glaucon
  • kegunaan cendo timol
  • timol
  • manfaat obat glaucon
  • glauseta
  • glaucon glauseta no 10
  • fungsi obat glaucon
  • timol tetes
  • efek samping timol

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>