osteoporosis

Osteoporosis Biang Keropos Tulang

Osteoporosis atau keropos tulang masih menjadi hal yang kurang disadari oleh sebagian besar orang. Dan ketika menyadari terjadi pengeroposan tulang, biasanya sudah terlambat. Masalah tulang kemudian menjadi problem kesehatan yang serius, terutama di saat usia mulai menua. Tapi tidak dari Bu RT dan Pak RT di perumahanku. Mereka menyadari betul bahwa tulang harus ditabung, dijaga agar tidak menjadi osteoporosis.

Ini terungkap saat saya sedang kumpul sore di arena pingpong. Kumpul sore ini merupakan sarana efektif untuk menyegarkan pikiran. Betapa tidak, guyonan selalu hadir disela-sela pertandingan. Apalagi kali ini ada fasilitas es jeruk gratis dari Pak RT. Hidup Pak RT!!!

Arena pingpong di RTku berada di pinggir jalan. Tak heran, siapapun yang lewat pasti akan terlihat. Nah kali ini yang lewat adalah Jeng Narti, istri dari Pak RT. Habis belanja mungkin, soalnya barang bawaan bu RT terlihat “mbenthoyot”, banyak gitu lho..

“Waduh, kalau keberatan, taruh sini saja Bu?”, tanya Pak Marno. “Sanggup lho menghabiskan. Itu kata Pak RT boleh kok dimakan di sini”, kata Pak Marno selanjutnya, asal bicara.

“Welah.. ini cuma susu kok, susu tinggi kalsium biar Pak RT nggak osteoporosis. Ya tho Pak T?”, jawab bu RT. Aku yang tengah asyik mengamati pertandingan jadi menengok. “Bener to Pak T, susunya yang seperti ini?”, tanya bu RT selanjutnya.

Lho.. ini lagi nonton pingpong, kok disuruh bicara soal osteoporosis?

Osteoporosis atau Keropos Tulang?

Apa sih osteoporosis itu? Dalam istilah medis, osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan penurunan massa dan kepadatan tulang sehingga meningkatkan resiko fraktur atau patah tulang. Tulang akan menjadi keropos. Menurut WHO, seseorang dinyatakan osteoporosis jika massa mineral tulang 2,5 dibawah rata-rata nilai tulang normal yang diukur dengan dual-energy X-ray absorptiometry.

Tulang selalu dalam keadaan melakukan pembaharuan terus menerus. Hal ini terjadi akibat dari kerja osteoclast dan osteoblast. Osteoclast bekerja untuk menyerap tulang yang telah mulai menua dan rusak, sedangkan osteoblast bekerja dengan membentuk sel tulang yang baru, menggantikan sel tulang yang dihancurkan oleh osteoclast.

Apabila osteoclast lebih aktif dibanding dibanding osteoblast, tulang akan semakin menipis dan rapuh. Inilah yang menyebabkan terjadinya osteoporosis.

Keropos tilang atau osteoporosis itu sendiri diklasifikasikan dalam 3 kelompok, yaitu:

Osteoporosis Primer Tipe 1

Osteoporosis tipe ini disebut juga postmenopousal osteoporosis, adalah tipe yang umum diderita oleh wanita setelah mengalami menopouse nyang disebabkan penurunan produksi hormon estrogen.

Osteoporosis Primer Tipe 2

Disebut juga senile osteoporosis, yang terjadi pada usia lanjut, diatas 75 tahun, terjadi pada laki-laki maupun perempuan dengan perbandingan 2:1.

Osteoporosis Sekunder

Osteoporosis yang terjadi pada semua usia, terjadi karena penyakit atau pemakaian obata dalam jangka waktu lama, seperti pemakaian kortikosteroid, yang disebut sebagai glucocorticoid-induced osteopOsteporosis, Keropos Tulangorosis.

Beberapa faktor juga berpengaruh terhadap osteoporosis. Faktor resiko ini terbagi menjadi 2, yaitu yang bisa dimodifikasi dan yang tidak.

Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, ras dan keturunan. Sedangkan yang bisa dimodifikasi seperti gaya hidup, diet dan defisiensi vitamin, terutama vitamin D.

Gejala Osteoporosis

Pada beberapa penderita, osteoporosis tidak menunjukkan gejala apapun. Namun ketika tulang menjadi keropos, maka tulang menjadi hancur atau mudah patah.

Pada tulang yang mengeropos, juga dapat terjadi perubahan bentuk dan timbul rasa nyeri. Tulang punggung merupakan tulang yang paling mudah diamati akibat dari osteoporosis.

Tulang belakang yang ra[puh dapat kolaps secara spontan, atau karena cidera ringan. Timbul rasa nyeri yang bertambah saat berdiri atau berjalan. Jika tersentuh, rasa sakit akan bertambah. Namun rasa sakit ini dapat menghilang secara bertahap.

Jika terdapat beberapa ruas tulang yang keropos, akan terjadi perubahan kelengkungan pada punggung, dan dapat menimbulkan ketegangan otot dan rasa nyeri.

Pencegahan dan Pengobatan Osteoporosis

Selalu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan keropos tulang sebenarnya mudah secara teori, yaitu modifikasi gaya hidup dan diet sehat.

Modifikasi gaya hidup meliputi tidak merokok, minum alkohol dan soda serta hindari makan daging berwarna merah. Merokok, alkohol dan minuman bersoda diketahui menghambat proses regenerasi sel. Sedangkan daging berwarna merah menganduh phospor, yang akan mengaktifkan hormon parathyroid yang meningkatkan penyerapan tulang.

Olahraga secara teratur sangat dianjurkan untuk menambah kepadatan massa tulang. Lakukan olahraga 2-3 kali seminggu sudah cukup. Olahraga yang disarankan adalah olehraga bertipe aerobik seperti jalan kaki, bersepeda atau jogging.

Diet makanan sehat sangat diperlukan untuk emncukupi kebutuhan kalsium dan magnesium tubuh. Kedua mineral ini sangat penting dalam pembentukan tulang. Makan makanan yang kaya kalsium dmenjamin tubuh mendapat asupan mineral ini.

Namun jika perlu, beberapa suplemen kalsium juga diperlukan, sperti CDR, Protecal dan Redoxon. Begitu juga dengan susu tinggi kalsium seperti Hi Low, Anlene, Entrasol dan berbagai produk lainnya. Hanya saja, bagi penderita batu ginjal, harap hati-hati, sebab asupan tinggi kalsium dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal.

Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Tanpa vitamin D, asupan kalsium yang tinggi akan percuma, sebab tidak terserap oleh tulang.

Susu kedelai sangat dianjurkan untuk diminum, terutama ibu-ibu yang telah mengalami menopouse. Pada kedelai, terdapat fitoestrogen, suatu senyawa yang mirip estrogen dan berguna untuk menghambat osteoporosis.

Lalu bagaimana dengan pengobatannya? Obat osteoporosis terdiri dari beberapa jenis. Jenis tersebut adalah :

Bifosfonat
Obat golongan ini akan mengurangi penyerapan massa tulang oleh tubuh pada wanita yang telah mengalami menopouse dan meningkatkan kepadatan tulang, terutama tulang punggung dan panggul. Termasuk dalam golongan obat ini adalah risedronate (Osteonate, Actonel), Alendronate (Osteofar, Voroste, Oslene), Pamidronate (Aredia), Clodronate (Bonefos).

Agar dapat diserap dengan baik obat bifosfonat ini harus diminum dalam keadaan perut kosong pada pagi hari dan 30 menit sesudahnya jangan makan terlebih dahulu. Karena dapat mengiritasi saluran cerna bagian atas, maka cara meminumnya adalah sambil berdiri dengan segelas penuh air.

Obat Sulih Hormon
Hormon estrogen memegang peranan penting dalam terjadinya osteoporosis. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan tulang keropos. Karena itu pada wanita yang telah menopouse, terapi sulih hormon penting untuk mencegah osteoporosis. Termasuk dalam golongan oabt ini adalah raloxifene (Evista).

Provitamin D
Vitamin D penting agar kalsium dapat terserap dalam tulang. Provitamin D seperti seperti kalsitriol (Kolkatriol, Oscal, Osteofem) dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin sehingga tubuh dapat menyerap kalsium secara optimal.

Kalsitonin
Obat ini bekerja dengan cara menghambat osteoclast sehingga proses penyerapan massa tulang dapat terhambat. Kalsitonin (Miacalcic, Tonocalcin) dianjurkan untuk penderita osteoporosis yang mengalami patah tulang.

Meskipun tersedia berbagai obat untuk osteoporosis, tetap pencegahan adalah tindakan terbaik, seperti Bu RT tadi, yang rajin minum susu, baik untuk dirinya atau Pak RT, agar terhindar dari keropos tulang.

Incoming search terms:
  • efek samping susu anlene
  • dampak negatif susu anlene
  • manfaat redoxon untuk tulang
  • adakah anlene boleh meyerap hormon?
  • anlene menyembuhkan osteoporosis
  • bagus anlene apa cdr
  • efek samping susu anlene gold
  • kegunaan dan effek samping dari protecal
  • kontra indikasi protecal osteo

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>