Gondongan

Obat Untuk Usir Virus Gondongan

Ini siang hari. Aku merasa mengantuk. Begitu aku masuk kamar, nyalakan ac dan bersiap merebahkan diri, hp android jadul punyaku berderik. Sebuah pesan Whatsapp, dari Umi, istiku. “Ayah, obat gondong apa? Anaknya Mbak Rani sakit lho yah, pipinya bengkak”. Oo.. anak mbak Rani, teman istriku yang sakit gondong.

“Besar nggak bengkaknya?”, jawabku. “Gondongan itu penyakit yang sembuh dengan sendirinya kok. Tapi kalau nyeri dan ingin sembuh lebih cepat, tenang ada obatnya”.

Dan begitulah. Teman istiku memang begitu. Jika merasa sakit sering bertanya pada istriku apa obatnya. Dan istriku kemudian yang bertanya padaku. Dan tentu saja apoteker satu-satunya di RT ini siap sedia menjawab pertanyaan soal obat.

Virus Penyebab Gondongan

Gondongan bukan kelompok penyakit yang bisa menimbulkan masalah serius. Sebab, gondongan termasuk dalam self limiting disease, dapat sembuh dengan sendirinya. Hanya saja rasa nyeri selama gondongan membuat orang tidak betah dan ingin sembuh secepatnya.

Penyebab gondongan adalah virus dan dapat menular, namun tidak semudah cacar dalam penularannya. Dalam gondongan, virus yang disebut paramyxovirus A menginfeksi kelenjar air liur yang terletak di baian depan dan bawah telinga. Bukan hanya itu, kelenjar ludah lain yang terletak di bagian yang lebih rendah seperti pada sepanjang rahang juga dapat turut terinfeksi.

Ketika terinfeksi, kelenjar ludah tersebut bisa mengalami inflamasi (bengkak) dan terasa nyeri. Tapi tidak semua penderita mengalami pembengkakan. Hanya sekitar 30-40 persen saja yang mengalami pembengkakan kelenjar ludah.

Penularan gondongan melalui air liur, menyebar melalui batuk dan bersin. Bisa juga melalui sentuhan dengan benda yang telah tecemar virus gondongan.

Gejala gondongan tidak langsung tampak begitu terjadi penularan. Perlu waktu 12-25 hari masa inkubasi sebelum gejala muncul. Satu atau dua hari sebelum terjadi pembengkakan kelenjar ludah akan timbul rasa tidak enak badan.

Anak atau orang yang menderita gondongan dapat menularkan virus 6 hari sebelum sakit dan hingga 9 hari sesudahnya. Namun jika pembengkakan telah hilang sebelum 9 hari, maka orang tersebut sudah tidak menularkan virus lagi. Sekali seseorang terkena gondongan kemudian sembuh, maka orang tersebut mempunyai kekebalan terhadap virus penyebab gondongan tersebut.

Gejala Gondongan

ketika terinveksi virus gondongan, gejala memang tidak langsung muncul. Perlu beberapa hari, yaitu 12-25 hari untuk inkubasi. Namun setelah itu gejala akan muncul, sebagai berikut:

Pada tahap awal yaitu 1-2 hari, muncul gejala demam, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang saat mnengunyah yang terkadang disertai nyeri pada telinga.

Berikutnya adalah terjadi pembengkakan pada kelenjar parotis yang terletak di bawah telinga, dimulai dari salah satu kelenjar. Sekitar 70-80 persen penderita mengalami pembengkakan pada kedua sisi.

Seringkali terjadi pembengkakan pada kelenjar air liur di bawah rahang (submandibula), submaksilaris, kelenjar di bawah lidah (sublingual) dan terjadi edema dan eritematus pada orificium dari duktus. Pada pria dewasa, bisa juga terjadi pembengkakan pada testis karena adanya penyebabaran virus melalui aliran darah.

Pembengkakan biasanya berlangsung 3-5 hari, yang kemudian berangsur mengempis disertai redanya demam. Pada saat ini, terjadi proses kesembuhan yang terjadi dengan sendirinya, karena gondongan termasuk dalam self limiting disease.

Obat Gondongan

Gondongan sebenarnya bisa dicegah dengan pemberian imunisasi. Vaksin ini, dikenal dengan nama vaksin MMR (Mumps, Morbili, Rubella) diberikan pada bayi di usia 12 dan 24 bulan. Namun jika sudah terlanjur  terinfeksi, maka dapat minum obat untuk mengatasinya.

Tidak ada obat yang khusus untuk menyembuhkan gondongan. Obat yang digunakan adalah obat untuk mengurangi gejala seperti demam dan nyeri, dan juga obat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan kekebalan dan daya tahan tubuh yang meningkat, maka proses kesembuhan akan menjadi lebih cepat.

Untuk meredakan demam, bengkak dan nyeri, obat AINS seperti parasetamol (Pamol, Sanmol, Dumin) merupakan pilihan yang baik. Selain itu, ibupofen (Proris, Fenris) juga bisa digunakan.

Sedangkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dapat digunakan immuno booster seperti Starmuno, Immunos, Stimuno dan lain sebagainya. Dengan meningkatnya daya tahan, tubuh akan lebih cepat mengatasi infeksi virus penyebab gondongan.

Itu yang saya sampaikan, melalui pesan Whatsapp pada istriku. Biarlah istriku yang kemudian menyampaikannya kepada Mbak Rani. Semoga anak mbak Rani segera sembuh.

Incoming search terms:
  • obat gondongan apotik
  • obat gondongan
  • obat gondong
  • obat gondongan ampuh
  • salep untuk gondongan
  • obat sakit gondongan
  • obat gondongen
  • obat gondongan di apotik
  • sakit gondongen disertai batuk
  • Obat penyakit gondongan

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>