serangan asma

Obat Untuk Mengatasi Serangan Asma

Beberapa hari terakhir, udara memang terasa cukup dingin. Mungkin efek kemarau panjang atau apalah, saya tidak begitu mengerti. Sebab selain dingin di malam hari, udara juga berangin dan berdebu.

Bagi saya, hal ini tidak menjadi masalah. Tapi bagi Santi, anak dari Pak Juned, ini menjadi masalah. Ini saya ketahui setelah Pak Juned ketemu dengan saya tadi pagi.

“Pak T, asmanya Santi akhir-akhir ini jadi sering kambuh. Tidak parah sih, tapi cukup menggangu. Karena sebentar-bentar Santi jadi terbangun gara-gara terbatuk dan nafas sesak. Santi memang menderita asama ringan”, kata Pak Juned memulai percakapan.

Oh begitu, pantas saja aku lihat Santi tidak seperti biasanya. Agak pucat dan terlihat kelelahan. Juga sering terbatuk. Ternyata asma tengah mengganggunya.

Penyebab Dan Serangan Pemicu Asma

Apa sih asma itu? Asma adalah suatu kondisi saluran nafas mengalami peradangan dan menyempit, dan memprduksi mukus yang menyebabkan nafas pendek dan terasa sesak, mengi dan batuk. Terjadinya batuk terutama pada malam hari dan di pagi hari.

Karakteristik dari asma ini adalah adalah :

  • Terjadi penyempitan saluran nafas yang bersifat reversible (dapat balik) karena pengobatan atau spontan.
  • Peradangan pada saluran nafas
  • Peningkatan respon saluran nafas atas berbagai rangsangan (hiper-sensitivitas).

Untuk beberapa orang, asma mungkin merupakan penyakit ringan, namun bagi rang lainnya, asma dapat menjadi penyakit yang serius dan mengancam kehidupan. Yang perlu untuk menjadi catatan adalah asma tidak dapat disembuhkan, namun gejala yang timbul dapat dikendalikan.

Sampai dengan saat ini, masih belum jelas mengapa seseorang dapat terkena serangan asma, sementara yang lain tidak. Diduga, hal ini merupakan kombinasi faktor lingkungan dan genetik (alergi?). Sekitar 80 persen dari penderita asma pada anak-anak berkaitan dengan riwayat alergi yang diturunkan. Sedangkan asma pada dewasa seribgkali berkaitan dengan faktor lingkungan.

Serangan asma terjadi karena adanya pemicu reaksi hiper-sensitifitas. Banyak zat pemicu, yang apabila terpapar zat ini, dapat terjadi serangan asma. Juga beberapa kondisi tubuh. Pemicu tersebut diantaranya:

  • Alergen dalam udara, seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, jamur, kecoa dan tungau debu.
  • Infeksi saluran nafas, seperti flu.
  • Aktifitas fisik (exercise-induced asthma).
  • Pencemar udara, seperti asap.
  • Beberapa jenis obat, seperti obat kelompok AINS
  • Kondisi emosinal dan stres
  • Siklus menstruasi pada beberapa wanita.

Ketika asma kambuh, atau terjadi serangan asma, beberapa gejala dapat timbul seperti :

  • Nafas pendek.
  • Dada sesak dan nyeri.
  • Sulit tidur karena nafas pendek dan batuk.
  • Nafas berbunyi (mengi).
  • Batuk dan nafas semakin memburuk dengan adanya infeksi, seperti terkena flu dan influensa.

Gejala-gejala tersebut bervariasi pada tiap penderita, dari ringan hingga berat.

Obat Asma

Obat-obat asma dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu obat untuk pencegahan atau pengobatan jangka panjang dan obat untuk jangka pendek.

Pengobatan jangka panjang diminum/digunakan setiap hari, yang berfungsi untuk mengendalikan gejala asma dan juga akan memperingan gejala yang timbul. Sediaan obat asma, biasanya berupa inhalasi (dihirup) atau sediaan oral(diminum). Termasuk dalam obat asma jangka panjang adalah:

Inhalasi kortiko steroid dengan berbagai merek. Obat ini sering dikombinasikan dengan beta agonis aksi panjang. Merek obat asma kombinasi ini dintaranya adalah fluticasone-salmoterol (Seretide, Flutias), budesonide-fomoterol (Pulmicort, Symbicort). Karena obat agonis aksi panjang ini dapat menyamarkan gejala asma, maka sebaiknya obat tersebut tidak digunakan dalam serangan asma akut.

Modifier leukotrien. Obat sediaan oral ini (diminum), termasuk montelukas (Singulair), zafirlukas (Accolate), membantu meringankan asma sampai dengan 24 jam. Namun bat ini dikaitkan dengan reaksi psiklogis seperti agitasi, agresi dan halusinasi.

Theophylin. Merupakan bat yang diminum setiap hari dan berkhasiat untuk membuka saluran nafas. Namun saat ini theophylin semakin jarang digunakan karena jendela terapi yang sempit.

Obat jangka pendek digunakan untuk mengatasi gejala saat terjadi serangan asma. Untuk itu diperlukan obat dengan aksi cepat, agar penderita asma dapat bernafas lega kembali. Termasuk dalam obat jenis ini adalah:

Beta agonis aksi pendek. Obat jenis ini secara cepat akan beraksi sebagai bronchodilator, yang membuka saluran nafas sehingga segera meringankan gejala asma. Termasuk dalam jenis ini adalah salbutamol (Bricasma, Ventolin), terbutalin (Bricasma,Terasma) dan ipratropium bromide-salbutamol (Atrovent, Berodual, Combivent).

Jika terjadi serangan asma, segera gunakan obat asma reaksi cepat tersebut, agar gejala yang dirasakan dapat segera dikendalikan.

Selain dengan obat, terdapat juga berbagai kebiasaan hidup yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala asma. Namun untuk hal ini, lain kali akan saya tulis. Di blog ini juga…

Incoming search terms:
  • beda flutias dan ventolin

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>