eksim atopik

Obat Tepat Penyakit Kulit Eksim Atopik

“Pak T, ada nggak sih obat untuk penyakit kulit eksim yang bisa menyembuhkan dengan tuntas?” tanya Pak Tigor tanpa basi-basi. “Itu lho si Ucok, kakinya ada eksimnya. Tiap kali selalu garuk-garuk kaki”. Memang begitu Pak Tigor, tetanggaku itu selalu tembak langsung. Kebiasaan dan perilaku Pak Tigor tidak penting untuk dibicarakan. Yang terlebih penting adalah jawabannya.

Tentu saja sebelum ke jawabannya, harus menelusuri apa sebenarnya eksim itu. Ini bukan perkara mudah, meski eksim merupakan penyakit kulit yang cukup banyak penderitanya.

Apa Itu Penyakit Kulit Eksim Atopik?

Eksim, atau dalam istilah medis disebut dermatitis atopik, disenut juga sebagai eksim atopik, adalah penyakit kulit berupa peradangan pada kulit dan dapat menyebar. Penyakit ini sangat menyiksa, berupa rasa gatal dan timbul bulatan dan guratan.

Gejala khas dari penyakit ini adalah bersifat kronis, dapat kambuh, gatal dan meradang. Rasa gatal pada eksim atopik amat sangat gatal sehingga sering tidak tertahankan untuk menggaruk sangat keras sehingga pada kulit sering terjadi guratan luka.

Kata atopik berarti berbeda atau kelainan. Istilah atopik sering dihubungkan dengan kondisi yang rentan terhadap alergi dan asma, namun pada eksim, tidak terdapat tanda atopi yang jelas. Hanya saja ada suatu studi yang menyebutkan jika 80 persen penderita eksim atopik memiliki riwayat rinitis alergi dan asma, atau memiliki riwayat keluarga alergi.

Penyakit eksim mulai muncul pada anak-anak. Pada banyak kasus, penyakit ini akan menghilang setelah dewasa. Namun juga tidak sedikit yang akan terus menderita penyakit ini seumur hidupnya.

Penyebab Eksim Atopik

Penyebab dan mekanisme dermatitis atopik ini belum diketahui dengan pasti. Eksim merupakan penyakit yang sangat kompleks, yang melibatkan berbagai mekanisme, seperti genetik, lingkungan dan imunologi.

Faktor genetik atau keturunan sangat berpengaruh pada eksim. Sebagai ilustrasi, jika salah satu orangtua memiliki kondisi atopik, kemungkinan anak menderita eksim atopik sebesar 60 persen. Namun bila kedua orangtua merupakan penderita eksim atopik, kemungkinan anak sebesar 80 persen akan menderita eksim atopik juga. Selain itu. Riwayat atopik pada ayah lebih berpengaruh dibanding pada ibu.

Dugaan adanya hubungan antara eksim atopik dan kelainan sistem imun sangat beralasan. Pada penderita eksim, terjadi peningkatan serum eusinofil dan IgE. Fakta ini sejalan dengan kenyataan bahwa penderita eksim atopik mempunyai kemungkinan besar mengalami rinitis alergi dan asma. Sedangkan pada imunosit, termasuk sel Langerhans, monosit, makrofag, sel mast dan keratinosit mengalami ketidaknormalan. Hal tersebut menyebabkan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap iritan, bakteri dan alergen.

Obat Eksim Atopik

Sampai saat ini belum ada obat yang Dapat menyembuhkan eksim sampai 100 persen. Penanganan dan pengobatan eksim meliputi identifikasi dan menghindari pemicu, memelihara kulit tetap normal dan penggunaan obat untuk berbagai gejala yang timbul.

Tiap penderita mempunyai pemicu eksim yang berbeda. Identifikasi pemicu tersebut sangat berguna dalam upaya pencegahan kekambuhan. Rekomendasi dasar yang diberikan untuk menghindari kontak dengan pemicu adalah menghindari penggunaan parfum yang berlebihan, membilas pakaian yang dicuci dua kali, menghindari perubahan suhu yang ekstrim, dan terpenting, menghindari berbagai zat yang berpotensi sebagai elergen.

Lapisan kulit penderita eksim atopik mengalami penurunan kemampuan dalam mempertahankan kelembaban. Hal ini sering diperparah dengan perubahan udara dan alergen. Oleh karena itu sangat penting upaya untuk menjaga kelembabab kulit tetap normal untuk menghindari pengelupasan kulit.

Hidrasi, atau memberikan pelembab merupakan hal utama untuk memelihara kelembaban. Pemberian krim Cetaphil dan Euserin atau salep Aquaphor baik untuk menjaga kekeringan kulit pada penderita eksim.

Sedangkan untuk obat, penggunaan kortikosteroid topikal telah menjadi standard dalam mengatasi peradangan dan priritus dalam eksim atopik. Obat kortikosteroid digunakan dalam jangka waktu pendek untuk terapi akut ruam atau suar.

Banyak tipe dari kortikosteroid. Urutan penggunaannya berdasarkan pada potensi dan kemampuan vasokintriksinya. Steroid dengan potensi tinggi, digunakan dalam jangka waktu pendek, kurang dari 3 minggu, untuk penanganan dermatitis atopik akut atau lesi yang menebal. Jenis kortikosteroid kuat adalah Betametason (Benoson, Betason, Diprogenta, Digenta) dan Hidrokortison sebagai hidrokortison butirat dan Klobetasol Propionat (Bersol, Dermovate, Ikaderm).

Steroid potensi sedang digunakan untuk eksim atopik yang lebih kronik terutama pada area leher dan punggung. Termasuk dalam kortikosteroid ini adalah klobetason propionate 0,05%.

Sedangkan steroid tipe rendah digunakan pada anak-anak yang terdiri dari hidrokortison 1%.

Penggunaan kortikosteroid, terutama potensi sedang dan kuat, dilakukan dengan hati-hati. Meski penggunaan topikal (obat luar) bukan berarti tidak ada efek sistemik. Absorpsi kulit dari kortikosteroid ini dapat menimbulkan efek samping penekanan adrenal dan Cushing Syndrome. Timbulnya efek samping ini tergantung beberapa faktor seperti area pengobatan dan jangka waktu pengobatan eksim atopik.

Itu jawaban yang aku berikan pada Pak Tigor. Semoga dia bisa lebih paham obat untuk penyakit kulit eksim atopik yang diderita si Ucok, anaknya.

Incoming search terms:
  • salep eksim
  • Salep untuk eksim
  • obat exim
  • obat eksim kering salep
  • salep benoson untuk eksim
  • salep eksim kering
  • salep untuk penyakit eksim
  • salep gatal
  • salep eksim yang bagus
  • salep kulit

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Satu komentar pada "Obat Tepat Penyakit Kulit Eksim Atopik"

  1. Terima kasih Pak tulisannya, memberikan informasi lebih mengenai eksim.. saya lagi pengen mengenal eksim lebih jauh, karena udah lama saya ‘kenalan’nya.. cm ga kenal deket. hehe..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>