sariawan

Memilih Obat Sariawan Yang Manjur

Obat apa sih yang cepet dan manjur bin ampuh untuk menghilangkan sariawan? Maklum, yang namanya sariawan ini sangat menyebalkan. Bagaimana tidak, saat perut lapar dan di meja makan tersaji bandeng bakar lengkap dengan sambalnya, lidah ini kok sakit nyeri. Begitu juga bibir bawah. Ada sariawan di situ.. Uh..

Istriku yang mendengar saya “nggremeng” sendiri lalu berkata, “Ada apa tho Yah. Kalau sariawan mbok ya diobati. Soal obat ayah kan lebih tahu. Jangan ngedumel gitu ah. Nggak baik”. Ehm,, bener kata istriku. Untuk apa ngedumel soal sakit sariawan. Itu tidak mempercepat penyembuhan. Lebih baik, ya cari obatnya. Ya tho??

Penyebab Sariawan

Apa sih sariawan itu, apakah ada hubungannya dengan kekurangan vitamin C seperti yang banyak diketahui masyarakat selama ini?

Sariawan, seriawan atau disebut juga stomatitis aftosa adalah suatu kelainan pada selapu lendir mulut berupa luka dengan berbentuk bercak putih kekuningan dengan permukaan yang sedikit cekung. Adanya sariawan ini menimbulkan rasa nyeri yang intens, terutama bila tersentuh gigi atau makanan.

Sariawan merupakan keadaan yang sangat sering ditemukan. Hampir 10 persen populasi terkena sariawan, dengan angka kejadian pada perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki.

Lalu apa penyebab sariawan? Jangan terkejut, penyebab sariawan terbanyak bukan karena kekurangan vitamin C. Defesiensi vitamin C memang dapat menimbulkan masalah pada selaput rongga mulut. Namun gangguan ini berupa luka yang cukup parah, yang dalam bahasa medis disebut dengan skorbut. Dari kata skorbut inilah nama vitamin C, yaitu asam askorbat berasal.

Skorbut berbeda dengan sariawan. Pada skorbut, terjadi kegagalan sintesis kolagen akibat kekurangan vitamin C dengan gejala berupa perdarahan yang sangat parah, yang bisa terjadi di rongga mulut.

Sedangkan sariawan yang biasa kita dapati penyebabnya bukan karena itu. Ada sebab lain, meski sampai saat ini, belum ada penjelasan yang menyeluruh mengapa terjadi sariawan.

Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah:

  • Gangguan sistem imun yang menyerang gusi, bibir dan lidah.
  • Daya tahan tubuh yang menurun. Penurunan daya tahan tubuh ini menyebabkan bakteri atau jamur mudah menyerang.
  • Kurang istirahat.
  • Gangguan pencernaan.
  • Stress.
  • Kekurangan vitamin tertentu, seperti vitamin B, asam folat dan zat besi.
  • Luka karena berbagai sebab, seperti tergigit atau terkena kawat gigi.
  • Perubahan hormona. Inilah mengapa perempuan lebih sering terkena sariawan dibanding laki-laki. Pada perempuan, terjadi perubahan hormonal setiap menjelang dan sesudah haid.

Itu adalah faktor-faktor yang mempermudah terjadinya sariawan. Namun bagaimana hal tersebut bisa memicu sariawan, selama ini belum diketahui.

Obat Sariawan Manjur

Sariawan bukanlah penyakit yang gawat. Namun karena menimbulkan rasa nyeri yag tajam, maka banyak orang yang merasa sangat tersiksa. Karenanya, mereka akan segera mencari obat yang manjur dan cespleng untuk menghilangkan rasa nyeri tersebut.

Beberapa obat bisa digunakan untuk menyembuhkan saraiwan tersebut. Obat tersebut adalah:

Vitamin C

Penyebab sariawan terbesar bukanlah vitamin C. Namun menggunakan vitamin C (Vitacimin, Xonce, CDR, Protecal) untuk mengobati saraiwan tidak salah, sebab vitamin C akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Antiseptik Lokal

Sariawan adalah suatu lesi atau luka yang sangat mungkin terjadi infeksi. Karena itu, pemberian antiseptik sangat diperlukan. Salah satu antiseptik yang bisa digunakan adalah yang berupa obat kumur (Betadine, Isodine), tablet hisap (FG Troches, SP Troches).

Salah satu antiseptik yang sedikit berbeda adalah Polikresulen (Albothyl Concentrate). Obat ini selain bersifat antiseptik, juga mengangkat sel-sel yang rusak. Karena itulah, saat menggunakannya, akan terasa perih yang tajam. Penggunaannya, selain dienmderkan sebagai obat kumur, juga dapat dioelskan langsung pada luka.

Anti Jamur

Penggunaan obat ini sebaiknya perlu pemeriksaan teliti. Apabila yakin bahwa penyebab sariawan adalah jamur, maka diperlukan obat ati jamur yang efektif. Jamur yang menyebabkan sariawan adalah Candida albicans. Untuk itu, penggunaan nistatin (Kandistatin, Mycostatin, Candistin) maupun mikonasol (Daktarin Oral Gel) efektif mengatasi infeksi jamur Candida penyebab sariawan.

Kortikosteroid

Pada sariawan terjadi peradangan. Namun peradangan ini belum tentu karena infeksi. Oleh karena itu, sebelum menggunakan kortikosteroid seperti triamcinolon (Kenalog Ora Base, Bufacomb Ora Base), pastikan bahwa tidak terjadi infeksi pada sariawan. Kortikosteroid tersebut akan dengan cepat meredakan peradangan yang terjadi.

Penggunaan kortikosteroid hendaknya harus hati-hati. Jika sariwan disertai infeksi, maka penggunaan kortikosteroid ini jusru akan memperburuk keadaan, karena obat ini dapat menurunkan daya tahan tubuh. Karena itu penggunaannya tidak boleh dalam jangka waktu yang lama.

Banyak ragam obat sariawan. Tapi sebenarnya, tanpa diobati, sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 1-2 minggu. Tapi banyak yang nggak tahan tho? Yang nggak tahan itu termasuk saya. Jadi saya ya rajin minum vitamin C. Bagaimana dengan anda?

Incoming search terms:
  • kandistatin
  • obat sariawan anak kandistatin
  • obat sariawan bayi mycostatin
  • obat sariawan balita mycostatin
  • obat gom
  • gom obat sariawan
  • obat sariawan anak mycostatin
  • candistatin
  • obat sariawan coba mycostatin
  • obat sariawan gom

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

2 komentar pada "Memilih Obat Sariawan Yang Manjur"

  1. Maaf bapak anak saya awalnya muncul bintik merah pada lidah dan sakit. Lalu saya bwa ke puskesmas dikasih vit c lalu karena masih takut saya ksh lagi enystin nistatyn. Mmg sariawannya hilang tp kok seluruh tubuhnya muncul bintik merah seperti bisul dan buat panas. Usianya 2thn. Itu knp? Mksh

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>