obat pintar

Obat Pintar Agar Otak Cerdas?

Depan rumah memang ada kursi kayu. Di kursi itu, ibu-ibu maupun bapak-bapak sering berkumpul. Kalau ibu-ibu biasanya di pagi hari sambil belanja sayur dari pedagang keliling. Sedangkan bapak-bapak di sore hari, sekedar ngobrol ngalor-ngidul. Tapi sore ini ada penyimpangan. Sebab yang duduk-duduk si kursi itu adalah Bonie, anak tetangga, dan beberapa kawannya. Yang membuat sedikit kepo adalah wajahnya sedikit kusut. Ada apa?

“Pak T, ada nggak obat pintar untuk anak sekolah kayak aku ini. Pelajaran makin susah. Padahal besok mau ulangan. Kalau nilainya jelek Babe marah-marah. Tolong Pak T?” kata Bonie padaku. Ooo.. jadi ini persoalannya mengapa wajah anak sekolahan itu kusut. Besok mau ulangan, tapi pelajaran belum paham, dan ingin cari solusi cepat agar pintar. Lewat obat pintar agar cerdas. Hm..hmm. Aku harus jawab gimana ya?

Dicari, Obat Pintar

Okelah, langsung saja. Beberapa obat memang diketahui dapat berpengaruh terhadap kinerja otak. Riset tentang obat ini ditujukan untuk memperbaiki fungsi kognitif yang terganggu karena penyakit, seperti pada penyakit alzeimer, atau akibat stroke. Beberapa obat berfungsi sebagai neuroprotective, yaitu melindungi fungsi neuron agar terhindar dari kerusakan. Tapi apakah dapat meningkatkan kecerdasan alias sebagai obat pintar?

Dalam istilah farmasi, obat yang berfungsi meningkatkan fungsi otak disebut dengan obat nootropik atau disebut juga obat pintar. Obat ini berupa suplemen atau masuk dalam katagori obat. Fungi otak yang ditingkatkan oleh obat ini adalah fungsi kognitif, pengambilan keputusan, kreatifitas dan motivasi. Dengan kata lain, nootropik adalah obat yang meningkatkan kecerdasan.

Penggunaan nootropik ini pada individu sehat yang tidak memiliki indikasi medis menjadi kontroversi. Di satu sisi beberapa penguna mengakui adanya peningkatan kinerja otak, sementara di sisi lain efektivitas dan keamanannya belum diteliti secara menyeluruh.

Obat dalam kelompok nootropik ini tidak banyak jenisnya yang beredar. Beberapa diantaranya justru telah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kelompok nootropik atau obat pintar ini dikenal sebagai stimulan, yang salah satunya adalah kofein yang terdapat dalam minuman kopi. Amphetamin juga termasuk dalam kelompok ini. Hanya saja amphetamin saat ini dilarang peredarannya.

Tapi daripada membahas obat yang susah, maka saya sebut saja obat pintar yang banyak ditemukan.

Ginko Biloba

Ginko biloba merupakan obat herbal dari Cina. Secara tradisional, obat herbal ini digunakan untuk meningkatkan daya ingat dan menajamkan pukiran. Artinya, ginko biloba memang obat pintar tradisional.

Ginko bekerja dengan mekanisme meningkatkan aliran darah ke otak dan juga mempunyai aktifitas sebagai antioksidan. Efek ini yang menyebabkan ginko dapat meningkatkan kinerja otak.

Studi pada efek ginko ternyata memberikan hasil yang bervariasi. Beberapa studi menyebut bahwa ginko dapat meningkatkan kapasitas memori, sementara studi lain menyebut tidak ada khasiat sama sekali.

Beberapa penelitian menyebut ginko biloba dapat memperbaiki masalah memori, sehingga bermanfaat untuk penderita dementia dan alzheimer. Selain efeknya pada memori, ginko juga mempunyai khasiat untuk berbagai kondisi seperti pada ADHD, memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan mood, mengurangi depresi. Penggunaan ginko biloba tampaknya memberikan harapan yang menjanjikan, namun masih banyak riset yang harus dilakukan untuk membuktikan khasiat ginko biloba.

Berapa dosis yang dianjurkan ketika minum ginko biloba? Dalam penelitian, dosis yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif adalah 120-600 mg ekstrak ginko per hari.

Saat ini, beberapa merek produk yang mengandung ginko biloba telah beredar, diantaranya adalah Cerebrovit Ginko, Brenax, Memorex, Ginkoforce, Tebokan dan lainnya.

Panax Ginseng

Panax ginseng merupakan obat herbal yang telah lama digunakan di negeri Cina dan Korea. Selain di Cina dan Korea, ginseng juga ditemukan di daerah Siberia dan Amerika Utara.

Sebagai obat herbal, ginseng terkenal sebagai tonikum, obat yang menguatkan jantung dan meningkatkan stamina. Kandungan utama ginseng adalah ginosida, suatu senyawa yang mempunyai aktifitas sebagai tonikum, juga merupakan antioksidan kuat. Sifat antioksidannya dihubungkan dengan efek antiinflamasi, melancarkan peredaran darah, dan juga mempunyai efek meredakan stress.

Pada otak, ginseng juga akan memperlancar peredaran darah. Diduga efek perbaikan kemampuan kognitif otak dari panax ginseng ini berasal dari efek memperlancar alairan darah otak ini. Dengan peredaran darah yang lebih lancar, suplai oksigen dan nutrisi ke otak akan lebih baik sehingga kemampuan otak untuk bekerja lebih meningkat. Beberapa studi menunjukkan bahwa pemberian ginseng dapat memperbaiki kemampuan otak dalam hal peningkatan memori, kecepatan berpikir dan kemampuan matematika. Namun hasil-hasil tersebut masih dalam kajian karena masih dinilai
belum cukup bukti.

Saat ini beberapa produk yang mengandung ginseng telah banyak beredar, namun bukan sebagai obat pintar, tapi sebagai suplement, seperti Pharmaton Formula, Supertin, Procur Plus dan lain-lain.

Piracetam

Piracetam adalah senyawa dalam kelompok racetam. Merupakan zat yang dikenal sebagai cognitive enhancers atau obat pintar. Saat ini piracetam banyak beredar di Eropa dan Asia. Namun di AS, piraceram tidak boleh digunakan sebagai obat maupun sebagai suplemen oleh FDA karena adanya ketidakjelasan khasiat dan mekanisme farmakologinya.

Pada otak, diduga piracetam melindungi bagian corpus cerebri, yaitu suatu bagian otak yang bertanggung jawab atas proses berpikir dan mengambil keputusan. Dengan adanya piracetam, supla oksigen ke corpus cerebri akan lebih lancar dan tercukupi.

Studi pada usia lanjut menunjukkan piracetam meningkatkan kemampuan memori, demikian juga pada individu dewasa yang sehat. Penggunaan piracetam dapat meningatkan memori sebesar 8,6 persen. Meski menunjukkan efek pada otak, namun mekanisme kerja piracetam belumlah diketahui dengan jelas.

Saat ini, produk piracetam di Indonesia beredar dengan berbagai merek, diantaranya adalah Nootropil, Cyclobrain, Pratropil, Neurocet dan lain sebagainya.

Jika dicermati, semua obat atau zat yang dapat meningkatkan kecerdasan tersebut diduga bekerja dengan cara meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke otak. Artinya untuk dapat berpikir dengan pintar dan cerdas, otak perlu oksigen dan nutrisi yang cukup. Jika hal ini terpenuhi, apakah masih perlu obat pintar?

Minum obat pintar tanpa belajar tetaplah percuma. Yang terpenting adalah cukup istirahat, makan dan oksigen, maka siapapun dapat berpikir dengan baik. Minum obat pintar tidaklah merubah seseorang yang tidak cerdas menjadi sepintar Einstein atau Stephen Hawking..

Incoming search terms:
  • obat pintar
  • harga obat qualia
  • obat biar cepat pintar
  • obat cerdas
  • Obat pintar piracetam
  • qualia obat
  • zat peningkat otak cerdas

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>