Kudis

Obat Penyakit Kudis (Gudik)

Kucing memang binatang yang lucu dan menggemaskan. Itu jika kucing itu sehat dan bersih. Namun bila kucing itu kurus, kotor dan berpenyakit, maka berhati-hatilah. Barangkali itu menjadi sarang berbagai penyakit yang bisa menularkan pada kita, manusia.

Salah satu penyakit yang sering menular dari kucing ke manusia adalah kudis. Selain kucing, hewan berbulu lain yang bisa menjadi pembawa penyakit kudis adalah anjing, kelinci dan lain sebagainya. Dan jika sudah tertular penyakit ini, waduh.. rasa gatal yang timbul sangat mengganggu. Dan juga rasa malu, karena terkena kudis sangat tidak keren.

Itu yang dirasakan Pak RT. Ya benar, Pak RT yang disayang warga menderita penyakit kudis. Didorong rasa gatal, dia selalu garuk-garuk tangannya. Dan di hadapanku, apoteker satu-satunya di RT ku, beliau langsung menodong dengan pertanyaan, “Apa obat yang manjur untuk kudis ini? Cepat bawakan saya, soalnya saya sudah sangat tersiksa dengan rasa gatal ini”. Dan tidak ada kata lain yang bisa menenangkan selain “Siap Pak RT. Nanti sore, obat saya antar”.

Penyebab Penyakit Kudis

Kudis, atau masyarakat Jawa menyebutnya sebagai gudig, dan dalam bahasa medis disebut dengan skabies (scabies) merupakan penyakit infeksi. Bukan oleh bakteri, jamiur atau virus, namun oleh tungau ata sejenis kutu. Tungau itu bernama Sarcoptes scabiei.

Tungau tersebut akan membuat liang untuk bersarang di bawah permukaan kulit. Ruam akan timbul pada daerah yang terkena infeksi, yang kemudian disusul rasa gatal yang sangat, terutama di malam hari. Pada permukaan kulit, akan tampak bintik-bintik kemerahan dan berair.

Masa inkuibasi Sarcoptes scabiei berkisar 60 hari sebelum rasa gatal dan ruam dikeluhkan. Namun jika sudah pernah terinfeksi sebelumnya, masa inkubasi bisa menjkadi lebih cepat.

Proses terjadinya ruam dan gatal karena penyakit kudis dimulai dari tungau betina atau nimfa yang membuat liang atau terowongan di epidermis kulit. Pada terowongan ini akan diletakkan 2-3 telur per hari. Telur-telur tersebut akan menetas dalam jangka waktu 2-4 hari. Setelah menetas, larva akan berubah menjadi nimfa dalam 1-2 hari, yang akan tumbuh dewasa dalam 2-4 hari juga dan siap bereproduksi.

Bagian tubuh yang sering menjadi tempat infeksi tungau ini adalah tangan, kaki, leher dan wajah. Bagian tubuh yang lembab, seperti lipatan paha dan selangkangan juga menjai tempat yang baik untuk tungau berkembang.

Dilihat dari prosesnya, Sarcoptes scabiei sangat cepat berkembang biak, sehingga penyakit ini sangat mudah menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini juga sangat mudah menular. Jika ada angota keluarga yang terkena penyakit ini, maka untuk mencegah penularan, cucilah pakaian, sprei, handuk yang dipakai penderita dengan air panas. Jemur pada panas terik.

Kudis atau gudik ini menular melalui kontak langsung, atau melalui benda-benda yang telah tercemar seperti baju, handuk dan sprei yang dipakai penderita. Kontak langsung dengan hewan yang menderita kudis juga dapat menularkan penyakit ini.

Pengobatan Kudis

Nah sekarang adalah inti dari pertanyaan Pak RT, apa obat yang manjur dan bagaimana cara mengobati penyakit gatal kudis ini.

Kudis atau gudik bukanlah infeksi oleh bakteri. Obat antibiotik tidak berguna, kecuali jika ada infeksi sekunder.

Untuk memberantas tungau ini, obat yang bisa digunakan adalah permethrin 5% (Scabimite), berbentuk krim yang dioleskan 2 kali sehari. Selain itu, lindane (Scabicide, Topicide) cukup efektif jika dioleskan 1-3 kali sehari untuk mengatasi kudis ini. Campuran asam salisilat 2% dan sulfur 4% (Salep 2-4) merupakan kombinasi yang jiga efektif.

Pengobatan hendaknya tetap dilanjutkan selama 5 hari, meskipun penyakitnya dirasa sudah sembuh. Hal ini untuk mencegah tungau dan telur-telurnya terberantas sempurna untuk mencegah kekambuhan kembali.

Untuk meredakan rasa gatal, dapat digunakan antihistamin topikal seperti Calamin lotion (Caladine Lotion). Antihistamin ini akan meredakan gatal aklibat reaksi alergi terhadap tungau dan telur-telurnya.

Dan terakhir, pencegahan. Cara terbaik mencegah terjangkit dari kudis atau gudik ini adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hindari kontak dengan binatang liar. Sebab binatang tersebut merupakan pembawa tungau. Selain itu, sering bersihkan ruang, termasuk gordin, karpet dan sofa. Karena di tempat-tempat tersebut tungau bersarang.

Incoming search terms:
  • obat salep kudis
  • obat gudik
  • salep kudis
  • cara mengobati penyakit gudik dengan tumbuhan
  • gudik
  • salep untuk kudis
  • penyakit gudik
  • obat kudis
  • obat tradisional gudik
  • Kudis

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Satu komentar pada "Obat Penyakit Kudis (Gudik)"

  1. Gudik kadas panu kurap penyakit yang menyebalkan, susah mencari Obatnya, terimakasih sharingnya semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>