hipertiroid

Apa Obat Hipertiroid Yang Tepat?

Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terletak di bagian depan leher, dan menghasilkan hormon tiroid yang mengendalikan proses metabolisme dan pembentukan energi. Baik kekurangan maupun kelebihan hormon tiroid merupakan masalah kesehatan yang serius. Kekurangan hormon disebut dengan hipotiroidisme, sedangkan kelebihan hormon disebut dengan hipertiroidisme.

Selain kekurangan hormon, kelebihan hormon tiroid pun menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemui. Penyakit ini dikenal dengan nama hipertiroid. Penderitanya lebih banyak wanita pada semua umur, namun biasanya muncul pada usia 20-30 tahun. Kelenjar tiroid mwemproduksi 2 macam hormon utama, yaitu tiroksin (T-4) dan triodotironin (T-3), yang mengatur metabolisme. Karena itu efek kelebihan hormon, atau hipertiroid, mempunyai efek yang luas, yaitu laju metabolisme yang menjadi lebih cepat.

Apa Itu Hipertiroid?

Hipertiroid adalah suatu keadaan berlebihnya hormon tiroid. Hal ini dapat menyebabkan segala sesuatu dalam tubuh bekerja lebih cepat, karena hormon ini akan mempercepat metabolisme tubuh. Efeknya, misalnya berat badan turun dengan cepat, jantung berdenyut lebih cepat, berkeringat dan gugup.

Kelenjar tiroid sendiri terletak di leher bagian depan dan memproduksi 2 hormon utama, aitu tiroksin (T-4) dan triodotironin (T-3). Hormon ini mengatur penggunaan lemak dan karbohidrat, mengatur suhu tubuh, kecepatan denyut jantung dan produksi protein. Hormon ini juga mempengaruhi jantung, tulang, otot dan metabolisme kolesterol. Jika dibiarkan tanpa obat, hipertiroid akan mempunyai efek yang serius bagi jantung, tulang dan dapat mengakibatkan badai tiroid, yaitu muncuklnya gejala yang parah dan tiba-tiba akibat sistem metabolisme tubuh yang berlangsung dengan cepat.

Gejala Hipertiroid

Pada penderita hipertiroid, beberapa gejala yang khas muncul, yaitu:

  • Pembesaran kelenjar tiroid. Pembesaran ini sering disebut masyarakat awam sebagai penyakit gondok.
  • Pembesaran kelenjar ini dapat disebabkan baik oleh hipertiroid maupun hipotiroid.
  • Kelemahan otot dan kelelahan
  • Penurunan berat tubuh, meskipun nafsu makan dan jumlah asupan meningkat.
  • Peningkatan dan ketidak-teraturan denyut jantung, yang dapat melebihi 100 denyut per menit.
  • Peningkatan nafsu makan
  • Berkeringat
  • Gemetaran dan kedutan
  • Rambut rontok di beberapa bagian

Pada awalnya gejala-gejala tersebut ringan saja. Namun ketika kadar tiroksin meningkat, maka gejala-gejala tersebut bertambah parah.

Penyebab Hipertiroid

Secara normal, kelenjar tiroid akan menghasilkann hormon tiroksin dalam jumlah yang tepat. Namun ada beberapa hal yang menyebabkan produksi hormon tersebut meningkat karena:

Penyakit Graves. Ini merupakan penyakit autoimun. Antibodi yang diproduksi tubuh justru membuat kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin dalam jumlah yang tinggi. Penelitian belum dapat mengungkap apa penyebab penyakit Graves ini.

Nodul Tiroid. Dalam kelenjar tiroid dapat terdapat gumpalan, yang belum diketahui penyebabnya. Meski belum tentu bersifat kanker, naun nodul ini dapat merangsang pembentukan hormon tiroksin secara berlebihan.

Tiroiditis. Kadang-kadang terjadi pembengkakan dalam kelenjar tiroid oleh sebab-sebab yang belum diketahui. Pembengkakan ini menyebabklan hormon yang tersimpan dalam kelenjar akan terlepas ke dalam aliran darah. Pembengkakan yang cukup langka, yang disebut dengan subacute granulomatous thyroiditis, dapat menimbulkan rasa nyeri. Tipe yang lain tidak menimbulkan rasa sakit dan kadang muncul setelah kehamilan.

Obat Hipertiroid

Beberapa metode terapi dan obat tersedia untuk hipertiroidisme. metode pengobatan yang tepat tergantung pada usia, keadaan penderita, kadar hormon tiroid dalam darah dan gejala yang dialami. Obat dan terapi yang tersedia untuk hipertiroid diantaranya:

Iodine radioaktif yang diberikan secara oral. Iodine radioaktif yang diserap kelenjar tiroid akan membuat kelenjar ini menyusut dan menurunkan produksi hormon tiroksin. Lama pengobatan berkisar 3 hingg 6 bulan. Selama pengobatan, mungkin terjadi hipotiroid. Meski menggunakan bahan radio aktif, obat ini termasuk aman untuk digunakan. Selama menjalani pengobatan ini, dilarang hamil, atau bagi laki-laki, dilarang membuat hamil.

Obat Anti Tiroid. Termasuk obat anti tiroid ini adalah methimazole (thiamazole, Thyrozol), carbimizol (Neo-Mercazole) dan propilthiourasil (PTU). Obat ini secara bertahap akan menurunkan produksi hormon tiroid yang berlebih. Perbaikan gejala akan mulai terlihat setelah pemebrian selama 6-12 minggu. Meski begitu, biasanya pengobatan dilanjutakan hingga 1 tahun atau lebih. Kedua obat ini dapat menyebabkan kerusakan hati, namun karena PTU lebih toksik dibanding obat lain, maka PTU diberikan jika pada penderita terjadi intoleransi terhadap obat-obat lain tersebut.

Beta Bloker. Obat ini biasanya digunakan dalam terapi hipertensi. Obat ini tidak menurunkan kadar tiroid, namun akan menurunkan denyut jantung, yang pada penderita hipertiroid, denyut jantungnya lebih tinggi.

Operasi Kelenjar Tiroid. Prosedur ini dilakukan jika penderita tidak dapat menggunakan obat-obat antitiroid dan iodin radioaktif, atau wanita hamil. Pada operasi, akan dilakukan pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid. Jika terjadi pengangkatan total kelenjar tiroid, pasca operasi, penderita diharuskan untuk mengkonsumsi obat pengganti hormon tiroid, yaitu levothyroxine (Euthyrox, Thyrax) seumur hidupnya.

Begitulah kelenjar tiroid, kelenjar kecil, namun jika berlebihan menghasilkan hormon berlebih, bisa menjadi masalah kesehatan yang serius.

Incoming search terms:
  • obat hipertiroid di apotik
  • obat tiroid di apotik
  • ryrozol
  • bedanya ptu dan thyrozol
  • perbedaan thyrozol dan ptu
  • obat ptu
  • obat apotik metabolis
  • manfaat ooo bat tytozol ??
  • lebih bagus mana tyrozol dan ptu
  • thyrozol obat tiroid

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>