herbal hipertensi

Obat Herbal Anti Hipertensi

Pagi-pagi, Jeng Narti, istri dari Mas Jono, kembali datang ke rumah. Tampaknya dia masih juga penasaran dengan obat-obat hipertensi seperti yang saya bahas pada minggu lalu. Dan kali ini, apa pertanyaannya?

“Pak T, boleh nggak Mas Jono minum obat herbal. Sebab saya dapat kiriman dari adik, katanya obat herbal ini bisa menurunkan tekanan darah selamanya. Dan tanpa efek samping lagi”, katanya, sambil menunjukkan satu botol kapsul, yang katanya berisi obat herbal.

Tentu aku tidak bisa segera menjawab pertanyaan itu, sebab ada yang janggal dari pernyataan Jeng Narti. Pertama, obat herbal ini mampu mengobati darah tinggi. Jika ada obat yang mampu mengobati, tentu ini penemuan yang sangat besar, sebab selama ini obat antihipertensi hanyalah mengendalikan tekanan darah, tidak menyembuhkan.

Kecurigaan ke dua ada pada kemasan dan brosur dari obat herbal tersebut. Dikatakan obat herbal ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit, dari darah tinggi, diabetes hingga kanker. Wadhuh…

Penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes dan juga kanker telah menjadi sumber kajian dan penelitian selama bertahun-tahun. Banyak obat baru yang dihasilkan. Namun dari obat tersebut, terutama untuk hipertensi dan diabetes, belum ada obat yang mampu menyembuhkan. Obat tersebut hanya mampu mengendalikan. Jadi kalau ada obat yang mampu menyembuhkan, tanpa melalui penelitian ilmiah, rasanya kok aneh bagi saya.

Sedangkan untuk obat kanker, penelitian yang terus dilakukan sampai saat ini belumlah memberikan hasil yang memuaskan. Beberapa kasus, bisa sembuh total. Namun masih banyak kasus yang gagal untuk disembuhkan.

Tapi memang tidak dapat dipungkiri, bahwa khasanah obat tradisional Indonesia kaya dengan berbagai bahan obat. Namun ini masih menjadi tantangan bagi ahli farmasi untuk mengembangkan obat tradisional ini menjadi obat yang modern, aman, berkhasiat dan efektif.

Lalu apa saja obat herbal Indonesia yang dikenal dapat menurunkan tekanan darah?

Herbal Penurun Tekanan Darah

Beberapa tanaman obat tradisional dikenal dapat untuk menurunkan tekanan darah. Berikut adalah tanaman-tanaman tersebut :

Kumis Kucing

Tanaman ini mudah tumbuh di Indonesia, dapat tumbuh di sembarang tempat. Dan sebagian masyarakat membudidayakan tanaman ini sebagai tanaman obat.

Kumis mengandung minyak atsiri, senyawa fenolik dan berbagai flavonoid. Diantara kandungan tersebut, senyawa mana yang mempunyai khasiat sebagai obat? Belum ada penelitian yang menyeluruh mengenai hal ini. Hanya saja kumis kucing merupakan tanaman yang mempunyai khasiat sebagai diuretik, yaitu memperlancar air seni.

Karena khasiat itu, kumis kucing digunakan sebagai obat untuk meluruhkan batu ginjal. Pada hipertensi, khasiatnya sebagai diuretik juga dapat menurunkan tekanan darah.

Salah satu mekanisme kerja obat anti hipertensi adalah dengan mengurangi volume plasma (cairan) darah. Dengan diuretik, maka banyak cairan, utamanya air yang dikeluarkan dari darah, sehingga volume plasma turun. Tekanan darah juga akan turun. Jika demikian, kumis kucing memang dapat digunakan dalam terapi hipertensi, karena berkhasiat sebagai diuretik.

Cara menggunakannya cukup mudah. Rebus 10 gram daun kumis kucing dengan 2 gelas air hingga tersari 1 gelas. Minum rebusan tersebut pada pagi hari sebanyak setengan gelas.

Daun Salam

Ibu-ibu tentu akrab dengana daun yang satu ini, sebab sering digunakan sebagai bumbu dapur dan membuat masakan menjadi lebih gurih.

Daun salam mengandung flavonoid yang mempunyai aktifitas farmakologi sebagai anti oksidan. Diduga, antioksidan ini mampu menurunkan pembentukan kolesterol dalam tubuh. Dengan berkurangnya kolesterol dalam darah, kemungkinan terjadinya plak pada pembukuh darah akan berkurang.

Adanya plak dalam pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menyempit dan kehilangan elastisitasnya. Efek langsung dari hal ini adalah kenaikan tahanan perifer, sehingga tekanan darah juga akan naik menyebabkan hipertensi.

Untuk menggunakan daun salam, juga cukup mudah. Ambil 7 lembar daun salam, rebus dengan 3 gelas air hingga tersari menjadi 1 gelas. Minum air tersebut 2 hari sekali sebanyak satu gelas.

Daun Seledri

Ini juga merupakan tumbuhan yang sangat akrab dengan ibu-ibu, karena juga merupakan bumbu dapur yang digunakan untuk memberi aroma pada banyak masakan.

Daun Seledri mengandung minyak atsiri. Dari minyak atsiri inilah aroma seledri yang khas itu berasal. Kandungan lain adalah flavonoid dan senyawa fenol.

Seledri mempunyai khasiat sebagai antihipertensi, diduga melalui mekanisme merelaksasi otot polos pembuluh darah sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi). Darah akan mengalir lebih lancar karena tahanan perofer menurun. Tekanan darah, dengan demikian, juga akan menurun.

Cara penggunaannya juga mudah. 4 tangkai daun seledri dimakan langsung sebagai lalap setiap hari hingga tekanan darah turun. Jika ingin lebih nikmat, buatlah smoothies dengan salah satu bahannya adalah daun seledri ini. Minum sekali sehari hingga tekanan darah turun dan kembali normal.

Di masyarakat, banyak yang selain menggunakan obat-obat modern, juga masih menggunakan obat herbal/tradisional. Untuk itu perlu kehati-hatian. Jangan sampai, karena mempunyai efek yang sama, terjadi kelebihan dosis yang bisa berakibat serius.

Itu adalah sedikit tanaman obat asli Indonesia yang dapat digunakan sebagai obat anti hipertensi. Monggo untuk menggunakan obat-obat semacam ini, namun hendaknya tetap hati-hati, agar tidak kelebihan dosis.

Incoming search terms:
  • folium yang digunakan sebagai anti hipertensi yaitu
  • kompisisi herbal antihipertensi dan mekanismenya
  • tanaman yang mempunyai khasiat untuk anti hipertensi

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Satu komentar pada "Obat Herbal Anti Hipertensi"

  1. Terimakasih Bang informasinya…

    Ini berguna sekali bagi kami….

    Sekali Lagi Terimakasih…

    Kalauu sempat mampir ke blog aku ya bang….

    Salam Kompak Selalu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>