Nyamuk Chikungunya

Obat Demam Chikungunya

Android jadul punyaku kembali berderik. Biasa, sebuah pesan Whatsapp. “Pak T, apa sih chikungunya itu? Terus obatnya apa?” Sebuah pesan, dari nomor yang tidak aku kenal. “Ini siapa dan siapa yang sakit” balasku. “Saya Budi Pak T, anaknya Pak Rahmat, tetangga sebelah”.

Oalah, ternyata Pak Rohmat tho yang sakit chikungunya, yang membuatnya tergeletak tak berdaya. Badan, katanya, terasa sangat ngilu. Itu yang aku dapati ketika aku berkunjung, menengoknya. Dari Pak Rahmat itulah aku tahu kalau dia sudah 2 hari badannya panas dan juga pegal-pegal.

“Apa obat untuk chikungunya Pak T?” kali ini, Pak Rahmat sendiri yang bertanya padaku. Secara langsung.

Penyebab Chikungunya

Chikungunya berarti berubah bentuk atau bungkuk. Kata ini berasal dari bahasa Swahili, Afrika. Diberi nama demikian karena penderitanya akan menjadi bungkuk karena nyeri hebat pada sendi. Penyakit chikungunya memang berasal dari Afrika, tepatnya dideteksi di Tanzania pada tahun 1952.

Namun pada tahun-tahun berikutnya, chikungunya menyebar hingga ke kawasan tropis Asia, termasuk Indonesia. Demam chikungunya dilapokan terjadi pertama kali di Indonesia pada tahun 1973, yang berjangkit di Samarinda, kemudian Jambi pada tahun 1980. Selanjutnya tahun 1983 merebak di Martapura, Ternate dan Yogyakarta. Setelah hampir 20 tahun, awal tahun 2001 terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam chikungunya di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Demam chikungunya kemudian berjangkit lagi di Bekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (JawaTengah) pada tahun 2002. Dan semenjak itu, chikungunya menjadi penyakit endemik di Indonesia, yang setiap tahun selalu ada saja penderitanya.

Penyakit chikungunya disebabkan oleh virus, yaitu Togaviridae (genus alphavirus) dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis vektor ini memang banya terdapat di Indonesia, terutama pada musim penghujan. Karena disebabkan oleh vektor yang sama, chikungunya sering dikira sebagai demam berdarah, padahak kedua penyakit tersebut berbeda.

Gejala Chikungunya

Ketika mulai terinfeksi, penderita tidak langsung merasakan adanya gejala. Baru setelah 3-12 hari, gejala mulai muncul. Demam merupakan gejala utama dari penyakit ini. Pada awalnya, chikungunya mempunyai gejala mirip flu.

  • Demam yang terjadi secara tiba-tiba.
  • Nyeri otot. Rasa nyeri yang parah dapat membuat penderitanya tidak dapat bergerak seperti biasanya. Gejala ini dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama dan merupakan gejala khas chikungunya.
  • Radang sendi, yang terdapat pada 80% kasus
  • Menggigil
  • Ruam atau bintik-bintik merah di sekujur tubuh
  • Sakit kepala tak tertahankan
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan

Semua gejala tersebut di atas dapat mereda setelah 3-5 hari, kecuali nyeri pada sendi, yang dapat bertahan hingga berminggu-minggu bahkan tahun.

Obat Chikungunya

Sampai saat ini, tidak ada obat yang spesifik untuk virus penyebab chikungunya. Pengobatan yang diberikan hanyalah untuk mengurangi gejala.

Jika penderita demam, maka dapat diberikan obat antipiretik (penurun panas) seperti parasetamol (Pamol, Sanmol, Dumin). Jika terjadi nyeri, maka untuk menguranginya diberikan analgetik seperti asam mefenamat (Mefinal, Dentacid), atau meloxicam (Mexpharm, Artrilox) yang efektif untuk mengurangi nyeri pada sendi. Gejala mual dan muntah dapat dikunrangi dengan pemberian domperidone (Vomitas, Vometa). Sedangkan untuk mengurangi kelelahan, dapat diberikan ATP (Bio ATP, ATP Dankos) yang dikombinasikan dengan vitamin B kompleks (Forneuro, Bioneuron, Neurobion).

Beberapa tindakan dapat dilakukan untuk pencegahan berkembangnya penyakit ini. Pencegahan dititik beratkan pada mencegah nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus berkembang biak. Tindakan tersebut diantaranya adalah Gerakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur). Dengan gerakan ini akan mencegah nyamuk bersarang dan berkembang biak. Namun jika nyamuk telah terlanjur berkembang biak, maka tindakan massal pemberantasan nyamuk seperti fogging dapat dilakukan.

Dan sepulang dari rumah Pak Rahmat, saya segera berpesan pada anak-anak dan ibunya, untuk memakai lotion anti nyamuk. Juga tak lupa pula aku lancarkan gerakan anti pakaian bergantungan. Pakaian yang bergantungan akan mengundang nyamuk untuk hinggap dan bersarang.

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>