Luka Bakar

Obat Dan Penanganan Luka Bakar

Bermain api, bisa terbakar. Yap, peribahasa itu betul, tapi tak sepenuhnya benar. Sebab, tanpa bermain api pun bisa terbakar. Itu yang dialami anakku Laluna. Ketika suatu siang dia menangis saat aku pulang kerja.

“Ayah, sakit. Kakiku kena knalpot waktu pergi bareng Umi”, katanya sambul terisak. Aku periksa kakinya. Memang ada bekas terkena benda panas. Luka bakar, yang untungnya, tidak dalam. Dan pada istriku, aku bertanya gimana ceritanya kok bisa kaki Laluna terkena knalpot.

Bagaimana bisa Laluna terkena knalpot panas tak usahlah aku ceritakan. Yang penting adalah bagaimana menangani dan mengobati luka bakar yang ada di kaki anakku itu.

Derajat Luka Bakar

Tidak semua luka bakar disebabkan oleh api. Luka bakar adalah luka yang disebabkan panas, listrik, bahan kimia, gesekan atau radiasi yang menyebabkan cidera pada kulit dan daging.

Cidera pada kulit akibat panas mulai terjadi jika suhu lebih tinggi dari 44 derajat Celcius. Pada suhu ini, protein mulai kehilangan bentuk tiga dimensinya dan mulai terurai. Keadaan ini menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan. Kebanyakan efek kesehatan langsung dari luka bakar adalah gangguan sekunder terhadap fungsi kulit yang normal.

Efek-efek ini meliputi gangguan sensasi kulit, kemampuan untuk mencegah keluarnya air melalui evaporasi, dan kemampuan untuk mengontrol suhu tubuh. Gangguan pada membran sel menyebabkan sel kehilangan kalium yang keluar dari sel dan mengisi ruang di luar sel sehingga sel tersebut mengikat air dan natrium.

Berdasarkan tingkat keparahannya, luka bakar terbagi menjadi :

Luka bakar tingkat (derajat) 1. Pada luka bakar ini, luka hanya terjadi pada kulit bagian luar. Luka bakar seperti ini juga disebut luka bakar superfisial. Karakterisitik derajat 1 adalah luka pada bagian dermis saja, dengan tekstu kering, berwarna merah tanpa lepuh, terasa nyeri dan sembuh dalam rentang waktu 5-10 hari.

Luka bakar tingkat (derajat) 2. Apabila luka bakar menembus dermis dan beberapa lapisan di bawahnya. Luka ini sedikit superfisial, dan mengenai sebagian besar lapisan kulit (dermis). Luka akan berwarna merah dengan lepuh yang jelas, namun pucat dengan tekanan. Tekstur luka lembab, berasa sangat nyeri dan pulih dalam rentang 2-3 minggu.

Luka bakar tingkat (derajat) 3. Ini adalah luka bakar yang mengenai seluruh lapisan kulit. Karakteristiknya adalah seluruh lapisan kulit cidera, dengan luka kaku berwarna putih/coklat, tidak pucat, tekstur luka kasa, namun tidak menimbulkan sensasi rasa nyeri berlebihan. Masa penyembuhan luka bakar derajat 3 cukup lama hingga berbulan-bulan.

Luka bakar tingkat (derajat) 4. Pada luka ini, cidera bukan hanya terjadi pada kulit, namun juga sampai pada jaringan otot, lemak dan tulang. Tekstur luka berwarna hitam, hangus dengan eskar, kering dan tidak nyeri. Biasanya pada luka bakar derajat 4 diperlukan eksisi untuk membersihkan luka.

Obat Luka Bakar

Untuk luka bakar derajat 3 dan 4, luka bakar yang terjadi dapat berakibat fatal. Karena itu, penanganan sebaiknya dilakukan di fasilitas medis seperti rumah sakit.

Ketika terjadi luka bakar, tindakan pertama yang dilakukan adalah melakukan pendinginan, untuk mengurangi kedalaman luka dan nyeri. Hal ini dilakukan dengan cara menyiram dengan air dingin, namun bukan air es. Disamping itu juga membersihkan luka.

Jika luka bakar tersebut ringan, derajat 1 atau 2 dan tidak luas, maka beberapa obat dapat digunakan.

Yang pertama adalah obat untuk mengatasi kemungkinan infeksi, mengingat luka baka rentan infeksi. Untuk itu digunakan antibiotik spektrum luas yang dapat diberikan baik oral (diminum) maupun topikal (dioles). Amoksisilin (Amoxsan, Kalmoxilin, Penmox) umum digunakan. Namun bila diperlukan dapat juga digunakan antibiotik kombinasi seperti Co-Amoxiclav (Clavamox, Claneksi) apabila ada kekhawatiran adanya resistensi.

Beberapa antibitik topikal seperti gentamisin (Genoint, Garamycin) dan Iodine (Betadine) juga efektif. Oleskan pada luka 2-3 kali sehari. Jenis lain adalah obat yang mengandung ekstrak placenta dan antibiotik seperti Bioplacenton.

Apakah luka bakar perlu untuk ditutup dengan kasa? Terdapat perbedaan pendapat untuk hal ini, terutama untuk luka bakar ringan. Penutupan luka bisa saja dilakukan, namun untuk itu harus rajin diganti, sehai 2 kali. Sedangkan jika tidak ditutup, hindarkan keluar rumah agar luka tidak terkena debu jalanan yang dapat meningkatkan resiko infeksi. Untuk mengurangi rasa nyeri, bisa digunakan obat-obat AINS seperti asam mefenamat (Mefinal, Ponstan, Dentacid) ataupun ibuprofen (Proris).

Bagaimana dengan luka Laluna, apa yang saya lakukan? Mengingat lukanya ingan saja, dan ada sedikit lepuhan, cukup saya oleskan antibitik topikal saja.

Incoming search terms:
  • obat antibiotik untuk luka bakar
  • obat kasa tuk luka bakar apa namanya
  • obat luka bakar di telapak kaki
  • salep untuk luka bakar derajat 1

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>