biduran

Obat Untuk Biduran (Kaligata) Anak Dan Dewasa

Berkunjung ke rumah nenek. Itu yang saya ingin lakukan bersama istri dan anak-anak, pulang kampung ke Banjarnegara. Saya memang berasal dari sana. Maka pada suatu kesempatan, saya manfaatkan menghabiskan 4 hari liburan di sana, di rumah neneknya anak-anak, sekaligus silaturahmi ke handai taulan.

Salah satu kerabat yang saya kunjungi adalah kakak saya. Dia tinggal di daerah pegunungan di sebelah utara Banjarnegara. Bagi saya yang telah lama tinggal di Pati, tentu udara pegunungan terasa sejuk. Bagi istri dan anak-anak, tentu dingin terasa. Apalagi saat malam tiba. Istriku perlu selimut tebal untuk menahan dinginnya udara agar bisa tidur. Tapi tidak bisa tidur juga istriku. Bahkan tangannya sering garuk-garuk.

“Ayah, aku biduran”, kata istriku. Blaik… ini perlu tindakan cepat…

Mengapa Biduran?

Biduran, atau disebut juga kaligata dan dalam istilah medis disebut urtikaria, merupakan reaksi alergi. Tubuh memberikan reaksi alergi pada udara dingin. Seperti juga reaksi alergi, tidak jelas mengapa timbul biduran pada sebagian orang, sementara pada yang lain tidak.

Pada umumnya, biduran atau kaligata, tidak menimbulkan masalah berat. Namun perlu diwaspadai, pada beberapa orang, kaligata dapat menyebebkan kehilangan kesadaran dan tekanan darah dapat menjadi sangat rendah. Kondisi ini dapat menjadi keadaan yang gawat.

Biduran dapat terjadi pada anak-anak hingga dewasa. Namun usia remaja merupakan kelompok yang paling sering terserang biduran.

Beberapa gejala kaligata atau biduran biasanya segera muncul ketika kulit tersentuh oleh air yang dingin. Biduran juga akan mudah muncul jika keadaan udara lembab dan berangin. Berikut adalah gejala biduran (urtikaria) itu:

  • Ketika memegang benda yang dingin, tangan membengkak
  • Muncul bentol yang gatal
  • Ketika makan atau minum yang dingin, bibir dan tenggorokan terasa bengkak
  • Kulit memerah
  • Gejala memburuk ketika kulit menjadi hangat

Pada kasus yang jarang, gejala yang timbul dapat menjadi gawat, karena pembengkakan yang terjadi pada tenggoran dapat membuat sulit bernafas. Reaksi anafilaktik juga dapat timbul, yang ditandai dengan penurunan tekanan darah dengan drastis. Penderita urtikaria juga jika berenang pada air yang dingin, seluruh kulit akan terekspos suhu dingin, jika timbul biduran, gejala yang terjadi dapat lebih parah hingga bisa kehilangan kesadaran.

Penyebab biduran atau kaligata memang belum dapat dijelaskan dengan pasti. Tetapi mekanismenya adalah reaksi yang dipicu oleh suhu dingin, yang memicu pelepasan histamin dan mediator inflamasi lainnya ke pembuluh darah, dan menyebabkan lesi dan kemerahan pada kulit. Seiring dengan waktu, biduran akan menghilang seluruhnya.

Terdapat beberapa faktor resiko pada timbulnya biduran, yaitu:

  • Anak-anak dan remaja. Ini merupakan kelompok yang paling banyak menderita biduran. Namun seiring dengan usia, keadaan akan membaik dan biduran dapat menghilang seluruhnya.
  • Beberapa penyakit. Kanker dan hepatitis meningkatkan resiko urtikaria.
  • Infeksi. Orang yang terinfeksi pada paru-paru atau pneumonia lebih mudah terkena biduran.
  • Genetik. Meski jarang, faktor keturunan juga berpengaruh pada biduran.

Untuk mengetahui seseorang menderita biduran (kaligata) cukup mudah. Cukup letakkan potongan es pada kulit dan biarkan selama kurang lebih 5 menit. Setelah beberapa saat es disingkirkan dan pada kulit timbul rona kemerahan, dapat dipastikan orang tersebut menderita urtikaria.

Obat Biduran

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan biduran. Namun ada obat yang dapat menghilangkan gejalanya, yaitu obat anti histamin. Obat ini bekerja dengan cara memblok reseptor histamin 1 (H1) sehingga reseptor tersebut tidak dapat berikatan dengan histamin dalam darah. Akibatnya reaksi alergi tidak terjadi.

Terdapat beberapa tipe antihistamin. Salah satu yang legendaris adalah CTM (Chlor Trimeton, Pehachlor). Obat ini cukup efektif, namun mempunyai efek samping mengantuk yang kuat, sebagai akibat blokade H1 di syaraf pusat.

Beberapa obat yang lebih baru mempunyai efek mengantuk yang lebih ringan. Obat tersebut adalah difenhidramin (Arcodryl, Otede, Valdres). Obat ini selain sebagai obat alergi (biduran), juga dapat dipakai untuk mengatasi mabuk perjalanan. Jenis lain yang lebih spesifik adalah loratadin (Lesidas, Claritin, Klinset, Clarihis). Efek mengantuk minimal karena sangat sedikit yang menembus sawar otak. Kelebihan lain adalah cukup diminum satu kali sehari.

Jika salah satu anggota keluarga ada yang menderita biduran (kaligata, urtikaria), memang sebaiknya sediakan obat anti histamin tersebut. Jika sewaktu-waktu kambuh, dapat segera tertangani. Seperti istriku itu, begitu kambuh, segera minum CTM. Selain bidurannya hilang, juga ngantuk jadi cepat tertidur lelap…

Incoming search terms:
  • obat kaligata dewasa
  • obat kaligata di apotik
  • obat biduran anak di apotik
  • obat kaligata yang ada di apotik
  • Obat kaligata untuk anak
  • obat kaligata di apotek
  • obat kaligata anak
  • obat generik untuk kaligata
  • obat biduran di apotik
  • obat biduran

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>