nutrisi kulit

Nutrisi Untuk Setiap Lapisan Kulit

Mulanya saya tidak terlalu memperhatikan, namun setelah beberapa saat, istri saya tampak tersenyum setiap melihat gadget yang tengah di pegang. Beberapa kali, gadget itu digunakan seperti untuk selfie, dan setiap kali pula ia tampak tersenyum. Ada apa? Jangan-jangan…

“Umi adindaku sayang, ada apa tho dari tadi lihat gadget sambil senyum-senyum?”, tanyaku kepo. “Ayah lihat, kamera HP Umi bisa memperkirakan umur. Cukup hadapkan kamera ke wajah dan umurnya akan nampak. Tahu nggak umur umi diperkirakan berapa? 25 tahun!”, jawabnya sumringah. “Umi awet muda dan tetap cantik tho…” katanya lagi dengan manja.

Waduh… saya selalu klepek-klepek kalau Umi istri tersayang itu sudah manja-manja itu. Tapi memang istri saya terlihat seger dan awet muda. Cantik? Tentu saja. Kulitnya yang tetap kencang di usia kepala 4 membuatnya tetap terlihat muda. Ingin tahu gimana istri saya bisa tetap terjaga keremajaan kulitnya?

Lapisan Kulit

Kulit tubuh memang terdiri dari berbagai lapisan. Jadi bukan seperti “selapis” seperti kelihatannya. Jarang yang mnyadari bahwa kulit sebenarnya terus-menerus mengalami perubahan selama hidup. Lapisan kulit bagian dalam akan menggantikan lapisan luar yang mulai rusak dan menua dan luruh. Ketebalan tiap lapisan juga berbeda tiap individu, tergantung jenis kelain, ras, usia dan banyak faktor lain. Kulit pria akan lebih tebal dari wanita. Kulit anak-anak lebih tipis dari orang dewasa.

Kulit tidaklah terdiri dari satu lapisan. Ada 3 lapisan kulit yang masing-masing berbeda karakterisitiknya. Berikut adalah lapisan kulit tersebut, dimulai dari lapisan paling luar.

Lapisan Epidermis

Merupakan kulit paling luar dan merupakan pelindung utama tubuh dari paparan zat kimia, bakteri, virus dan lan sebagainya. Epidermis tidak mempunyai pembuluh darah. Nutrisi sel diperoleh dari lapisan yang lebuh dalam, yaitu dermis. Pasokan nurtisi epidermis diperoleh lewat saluran khusus yang membatasi epidermis dan dermis. Lapisan sel epidermis terdiri dari keratinosit, melanosit, sel langerhans, dan sel merkel.

Lapisan keratinodsit merupakan pelindung utama tubuh, yang dapat melindungi tubuh dari lingkungan luar. Melanosit mempunyai fungsi utama sebagai pelindung dari radiasi sinar matahari, sel langerhans merupakan bagian dari sistem kekabalan tubuh. Sedangkan sel merkel membuat kulit sensitif terhadap sentuhan.

Lapisan Dermis

Lapisan ini terletak di bawah epidermis. Fungsi utamanya adalah mendukung fungsi epidermis sebagai pelindung utama. Sebagai pendukung, dermis mempunyai struktur yang kompleks, yang terdiri dari pembuluh darah kapiler, serat retikular, elastis dan kolagen. Jaringan lain yang juga terdapat dalam dermis adalah pembuluh darah yang lebih besar, ujung syaraf, sistem limfatik dan lan sebagainya.

Dermis berperan besar dala menjaga kelenturan dan kekencangan kulit, juga menjaga kulit selalu dalam keadaan sehat.

Lapisan Hipodermis

Ini merupakan lapisan yang melekatkan kulit dengan otot atau tulang serta mensuplai pembuluh darah dan syaraf. Pada hipodermis, banyak terdapat lapisan lemak sebagai bantalan dan menjaga panas tabuh.

Nutrisi Kulit

Kulit memang terdiri dari berbagai lapisan. Dan untuk menjaganya selalu tampak sehat, diperlukan nutrisi. Beberapa zat gizi seperti vitamin sangat penting untuk menjaga kulit tetap prima.

Vitamin A merupakan salah satu nutrisi yang penting. Proses pembentukan keratin di epidermis akan berjalan dengan optimal dengan adanya vitamin A ini. Produksi sebum, yang menyebabkan kulit berminyak dan berjerawat, dapat dikurangi dengan konsumsi vitamin A. Selain itu juga memperbaiki kerusakan akaibat paparan sinar matahari dan memperbaiki selulit pada kulit.

Vitamin C dan E merupakan zat penting dalam mempertahankan kesegaran dan kekencangan kulit. Sebab vitamin ini akan membantu proses pembentukan kolagen. Seperti diketahui, kolagen sangat berpengaruh besar pada kekencangan dan keremajaan kulit.

Vitamin C dan E juga berperan penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Sedangkan vitamin D sangat berperan penting dalam sistem imunitas dan perbaikan kerusakan kulit lainnya.

Sebagai lapisan tubuh paling luar, kulit tidak mungkin terbebas dari paparan radikal bebas. Untuk melindungi kulit dari efek negatif radikal bebas, perlu nutrisi yang banyak mengandung antioksidan. Nutrisi yang mengandung antioksidan diantaranya adalah omega 3 yang bisa didapat dari ikan salmon, sarden dan kacang kenari.

Itulah berbagai nutrisi penting untuk kulit. Dan istri saya termasuk yang rajin mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut. Makanya awet muda. Bagaimana dengan saya? Tentu saja ikut awet muda. Buktinya, lewat kamera HP istri, saya diprediksi berusia 24 tahun. Anda percaya? He.. he.. he..

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>