Tabir Surya

Nilai SPF Dan Aturan Pakai Tabir Surya

Menjaga keindahan dan kehalusan kulit memang cukup ribet. Bagi saya, yang laki-laki ini, tentu tidak akan setelaten itu untuk merawat kulit. Dari memakai pelembab sampai lulur. Dan tak lupa memakai tabir surya setiap keluar rumah. Walah… Untungnya kulit saya normal. Coba kalau tidak?

Tapi beda dengan Jeng Nani, tetangga depan rumah. Dia begitu ribet memperhatikan penampilan. Maklum, profesinya sebagai penyanyi, meski baru kelas hajatan, menuntutnya untuk tetap tampil oke disetiap show. Karena itu, dia sering bertanya ini itu pada saya soal produk-produk perawatan kulit. Salah satunya adalah soal sunscreen. “Pak T, apakah merek tabir surya ini cukup bagus untuk melindungi kulit? Gimana sih aturan pakai tabir surya dengan SPF 15 atau 30. Katanya daya lindungnya pada kulit beda ya?”, itu pertanyaan Jeng Yani, yang disampakan padaku.

Apa Itu SPF Pada Tabir Surya?

Pada produk tabir surya dengan berbagai merek (Parasol, Nivea, Wardah), atau disebut juga sunblock atau sunscreen, dicantumkan nilai SPF. Tapi apa sebenarnya SPF itu? SPF adalah singkatan dari Sun Protection Faktor, atau faktor perlindungan terhadap sinar matahari.

Seperti diketahui, sinar matahari mempunyai spektrum gelombang cahaya yang dapat merusak kulit. Spektrum gelombang ultra violet matahari merupakan spektrum cahaya yang paling berpengaruh pada kulit, yang dikenal sebagai UV A dan UV B.

UV A dalam intensitas rendah sapai sedang mempunyai manfaat kesehatan yang penting, yaitNilai SPF Dan Aturan Pakai Tabir Suryau merangsang tubuh untuk merubah pro vitamin D menjadi vitamin D. Vitamin ini sangat berguna dalam pertumbuhan dan menjaga kekuatan tulang. Intensitas UV A yang baik ini diperoleh dari sinar matahari pagi dan sore. Namun dalam intensitas yang tinggi, UV A akan merangsang kulit memproduksi melanin, sehingga kulit akan lebih gelap (hitam).

UV B merupakan masalah bagi kulit. Sebab paparan terhadap kulit akan mengakibatkan kulit terbakar. Paparan berlebihan dari UV B ini juga dikaitkan dengan terjadinya kanker kulit.

Ketika kulit terpapar UV B dalam intensitas tinggi, maka kulit akan melepaskan histamin. Adanya histamin ini menyebabkan pelebaran pembuluh darah Dan peradangan. Beberapa sel kulit juga akan mati akibat paparan UV B sehingga kulit akan mengelupas. Inilah yang disebut dengan sun burn, yaitu ketika kulit terbakar sinar matahari.

Untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berlebihan, digunakan sunsreen atau tabir surya. Nilai SPF menunjukkan kekuatan atau daya tahan sunblock dalam melindungi kulit. Semakin tinggi nilai SPF, semakin kuat daya lindungnya terhadap kulit. Namun semakin tinggi nilai SPF, semakin berminyak pula cream tabir surya tersebut, sebab cream tabir surya terbahan dari bahan-bahan yang oil based.

Untuk menghitung kekuatan tabir surya, dapat dilakukan dengan mengurangi nilai SPF dengan 1, kemudian membaginya dengan nilai SPF semula. Misalnya nilai SPF adalah 15, maka keukuatan perlindungannya adalah (15-1)/15 sama dengan 14/15 atau 93 persen. Artinya sunscreen tersebut mampu menahan 93 persen cahaya UV yang mengenai kulit. Jika nilai SPF adalah 30, maka kekuatannya adalah 96,7 persen.

Ada beberapa tipe dari tabir surya. Tipe yang pertama adalah yang hanya menahan UV B saja. Tabir surya tipe ini hanya dapat mencegah sun burn, namun tidak dapat mencegah kulit menjadi gelap akibat sinar matahari. Tipe yang kedua adalah yang mempunyai spektrum perlindungan yang lebar (board spectrum). Tipe ini akan mampu melindungi kulit dari paparan UV A maupun UV B.

Berapa Lama Perlindungan Tabir Surya?

Daya tahan kulit terhadap sinar matahari sangat tergantung pada jenis kulit. Orang kulit putih rata-rata mempunyai daya tahan selama 10 menit sebelum kulit menjadi kemerahan akibat paparan sinar matahari. Sedangkan orang berkulit kuning mempunyai kisaran daya tahan 15 menit. Paling lama adalah orang yang berkulit coklat dan hitam yang dapat bertahan hingga 20 menit.

Lama perlindungan tabir surya di dapatkan dengan mengkalikan nilai SPF dengan daya tahan kulit terhadap sinar matahari. Jika memakai sunblock dengan nilai SPF 15, sementara daya tahan kulit adalah 10 menit, maka lama perlindungannya adalah 15 kali 10 menit atau 150 menit. Artinya tiap 150 menit, kulit harus diolesi kembali dengan tabir surya agar kulit tetap terlindungi dengan baik.

Namun lama perlindungan tersebut tidak berlaku jika kulit terkena air. Hal ini karena tabir surya tersebut akan hilang bersama air yang mengenai kulit.

Nah jelas tho aturan pakai sunscreen atau tabir surya ini? Tampaknya Jeng Nani mulai paham. Buktinya, kepalanya manggut-manggut mendengar penjelasanku.

Incoming search terms:
  • cara menghitung daya tahan spf

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>