minum Pil KB

Minum Pil KB Untuk Kecantikan Dan Menyusui

Bila membaca statistik penduduk Indonesia, saya kadang sedikit gimana gitu.. Sebab laju pertumbuhan penduduk Indonesia cukup cepat. Saya jadi teringat apa yang diramalkan Malthus; jumlah penduduk akan melaju seperti deret ukur, sedangkan pasokan makanan akan bertambah seperi deret hitung. Akibatnya jelas, jumlah populasi akan meningkat lebih cepat sehingga suatu saat akan terjadi kekurangan makanan. Malthus meramalkan bahwa hal ini akan terjadi pada pertengahan abad 19.

Saya tahu bahwa ramalan Malthus tidak menjadi kenyataan. Hanya saja bukan berarti laju pertambahan penduduk tidak perlu diperhatikan. Saat ini saya sangat merasakan efek langsung dari pertambahan penduduk yang cepat itu. Kota kecil seperti Pati saja semakin ramai penduduk. Dan salah satu akibatnya adalah lalu lintas di jalan yang semakin padat. Efek lainnya? Ahli sosiologilah yang berkompeten untuk menjelaskannya.

Saya adalah apoteker, jadi tidak ahli soal efek sosial jumlah penduduk yang terus bertambah. Tapi saya tahu soal pil KB, salah satu alat kontrasepsi, yang digunakan untuk mengatur kelahiran. Pil KB pernah populer sebagai salah satu alat untuk menekan pertumbuhan penduduk di jaman Orde Baru. Saat ini juga masih banyak yang menggunakan pil KB. Hanya saja beberapa pertanyaan mengiringi pemakaian pil ini. Dua hal yang paling sering ditanyakan, yaitu apa pil KB bisa untuk kecantikan dan apa aman minum pil KB saat menyusui?

Jenis Dan Mekanisme Kerja Pil KB

Pil KB merupakan alat kontrasepsi oral, yang terdiri dari 2 jenis, yaitu yang mengandung estrogen dan progesteron (pil KB kombinasi, Combined Oral Contraceptives=COC) dan yang hanya mengandung progesteron (Mini pill, Progesteron Only Pill=POP). Kedua berbeda, namun sama-sama efektif mencegah kehamilan.

Saat ini pil KB yang banya digunakan adalah yang kombinasi (Andalan, Microgynon), dalam kemasan biasanya terdiri dari 21 pil aktif dan 7 pil placebo. Ketika ibu minum pil placebo, pada saat itu sedang mengalami apa yang disebut dengan withdrawal bleeding, perdarahan (haid) karena putus obat. Hal ini hanya sebagai tanda, meski bukan utama, bahwa ibu tersebut tidak sedang hamil.

Penggunaan mini pill tidaklah seefektif pil kombinasi. Efektivitas mini pill dalam mencegah kehamilan, selain mempengaruhi ovulasi, juga tergantung pada efektivitasnya dalam mengentalkan cairan seviks. Karena itu sangat penting untuk meminum pill ini pada jam yang sama setiap harinya, agar kadar progesterok dalam plasma stabil.

Mekanisme utama pil KB dalam mencegah kehamilan adalah dengan menekan/menghambat ovulasi. Pada dasarnya, siklus menstruasi adalah selama 28 hari. Siklus ini diatur oleh pelepasan beberapa hormon yang saling berkaitan. Pertama-tama adalah kelenjar pituari melepaskan hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH). Hormon ini, seperti namanya, akan memicu folikel ovarium untuk tumbuh. Folikel tersebut akan memproduksi hormon estrogen. Adanya hormon estrogen menyebabkan kelenjar pituari menghasilkan hormon Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) sehingga sekresi hormon Luteinizing Hormone (LH) meningkat. Kadar estrogen dan LH yang tinggi menyebabkan rahim membentuk endometrium. Hal ini membuat dinding rahim menebal.

Kenaikan LH menyebabkan folikel yang dominan menghasilkan sel telur. Jika sel ini matang, akan dilepaskan ke tuba fallopi. Proses pelepasan telur ke tuba fallopi ini disebut dengan ovulasi. Pada saat inilah terjadi masa subur wanita. Jika di tuba fallopi telur dibuahi, maka sel telur akan memasuki rahim dan diimplan di endometrium. Apabila sel telur telah dilepaskan, struktur ovarium, yaitu corpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron dan estrogen. Kedua hormon ini akan membuat endometrium sesuai untuk implantasi dan sel telur.

Pil KB adalah pil yang mengandung hormon. Kandungan pil KB mempengaruhi siklus tersebut di atas. Hormon yang terkandung dalam pil KB adalah progestin, suatu hormon tiruan progesteron, dan estrogen. Kedua hormon ini, melalui negative feedback, akan menghambat pelepasan GnRH namun FSH dan LH tetap dilepaskan. Hal tersebut membatas pertumbuhan folikel dan mencegah sel telur lepas dari ovarium. Artinya mencegah terjadinya ovulasi.

Pada dasarnya pil KB tersebut membuat ovarium “tertipu”, yaitu membuat situasi seakan-akan sel telur telah dilepaskan, sebab endometrium masih tetap tumbuh akibat tetap dilepasnya LH. Namun korpus luteum tetap tidak terbentuk selama sel ovarium tidak melepaskan sel telur.

PIl KB tidak menghentikan sekresi GnRH. Meski begitu, tetaplah tidak umum bila wanita yang minum pil ini dapat mengalami ovulasi. Paling banyak hal ini disebabkan tidak minum pil dalam waktu yang sama setiap harinya atau lupa meminumnya. Beberapa wanita juga tidak cocok dengan hormin sintesis ini dan masih dapat hamil. Tingkat kegagalan, jika meminum pil KB dengan benar, berkisar 0,3 persen.

Pil KB Untuk Kecantikan

Pil Kb kombinasi lebih luas digunakan dibanding mini pill. Saat ini, pil kombinasi terdiri dari estrogen dan progesteron (drospirenone, cyproterone acetat) dan bersifat anti androgen. Pengaruh hormon androgen, seperi tumbuhnya rambut halus dan kulit wajah yang kasar dan berjerawat dapat dikurangi. Itulah sebabnya meminum pil KB tersebut akan menghaluskan kulit, menyembuhkan jerawat dan mengurangi rambut halus pada wajah. Drospirenone juga mempunya efek tidak menahan cairan. Kecenderungan untuk gemuk setelah minum pil KB tidak terjadi pada pil KB yang mengandung drosperinone.

Efektivitas pil KB kombinasi estrogen dan drosperinone (Diane 35, Yasmin, Marvelon dan Neynna), pada jerawat mencapai 11 persen wanita terbebas dari jerawat, 74 persen menunjukkan perbaikan yang signifikan, 7,4 persen menunjukkan perubahan yang tidak signifikan dan 7,4 persen tidak menunjukkan perubahan. Dan efek peningkatan berat badan tidak terdapat pada penggunaan pil KB kombinasi menggunakan drosperinone.

Pil KB Untuk Menyusui

Salah satu jenis pil KB adalah mini pill yang hanya mengandung progesteron (Andalan Laktasi, Minipil). Dibanding dengan pil kombinasi, mini pill memiliki efektivitas yang lebih rendah. Namun karena alasan-alasan tertentu, mini pill ini tetap digunakan. Alasan tersebut, salah satunya adalah menyusui.

Salah satu efek saping dari estrogen adalah menekan prosuksi ASI. Tentu bagi ibu yang pasca melahirkan dan ingin memberikan ASI bagi bayi, minum pil KB kombinasi tidaklah tepat. Oleh sebab itu, mini pill, yaitu pil KB yang hanya mengandung progesteron dapat digunakan.

Selain untuk menyusui, mini pill juga digunakan untuk alasan lainnya seperti:

  • Keadaan kesehatan tertentu. Untuk seseorang yang mempunyai riwayat pembekuan darah, direkomenasikan untuk menggunakan mini pill.
  • Jika seseorang mempunyai masalah, misalnya interaksi estrogen dengan obat yang tengah diminumnya, maka menggunakan mini pill merupakan solusi atas keadaan tersebut.

Jadi mengapa ragu untuk mengkonsumsi pil KB? Bagaimanapun Keluarga Berencana memang perlu untuk membentuk generasi yang lebih berkualitas dan menurunkan laju pertumbuhan penduduk.

Incoming search terms:
  • pil KB marvelon
  • pil kb microgynon
  • pil kb microgynon bikin gemuk
  • keunggulan pil kb marvelon
  • pil kb untuk ibu menyusui
  • merk pil kb untuk ibu menyusui
  • pil KB menyusui
  • merk pil kb yang bisa bikin gemuk
  • andalan
  • pil kb marvelon untuk ibu menyusui

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

3 komentar pada "Minum Pil KB Untuk Kecantikan Dan Menyusui"

  1. Mantab Gan info kesehatannya. Secara umum bahasan Fisiologi Reproduksinya sudah mengena, mudah dimengerti juga untuk kalangan masyarakat yang sedang mencari informasi teknik KB dgn konsumsi Pil.

    Ngomong2 masalah konten, Mas Teguh sangat mahir mengambil peluang dan mengemasnya menjadi artikel yang AJIB. 😀

    Salam kenal,
    Seo1blog

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>