mie instan

Menimbang Kandungan Gizi Mie Instan

Saat ini, mungkin setiap orang Indonesia pernah mengkonsumsi mie instan. Cara memasak yang praktis dan rasanya yang gurih membuat semua orang mudah untuk menyukainya. Tak heran, mie instan menjadi camilan/makanan favorit banyak orang.

Begitu disukainya mie instan, saat ini Indonesia menjadi negara dengan konsumsi mie instan terbesar di dunia. Untung saja produk yang dikonsumsi adalah produk dalam negeri. Coba kalau produk impor, berapa devisa yang harus keluar untuk impor komoditi yang satu ini?

Tapi di balik rasa yang gurih dan nikmat itu, apakah ada kandungan gizi yang cukup? Isu kandungan gizi mie intan memang telah lama mengemuka. Kajian yang dilakukan memang menunjukkan fakta, kandungan gizi mie instan tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Kandungan Gizi Mie Instan

Mie, seperti juga mie yang lain, terbuat dari bahan dasar terigu. Kandungan gizi terigu, hampir semua rang tahu, adalah karbohidrat. Hanya saja dalam proses pembuatannya, ditambahkan juga lemak, vitamin dan mineral. Dan kandungan kalori mie instan adalah 300-420 kkal.

Selain karbohidrat, komponen lemak juga mempunyai porsi yang besar, yaitu 4-8 gr. Dan perlu lebih diperhatikan lagi, kandungan lemaknya adalah lemak jenuh alias lemak jahat. Kandungan sebesar itu mempunyai nilai sekitar 40 persen dari seluruh kebutuhan lemak per hari.

Bagaimana dengan kandungan vitamin dan mineral? Adanya vitamin dan mineral karena adanya proses fortifikasi, yaitu penambahan gizi yang diperlukan tubuh. Tapi untuk soal jumlah yang mencukupi, pecayalah, jumlahnya sangat sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan tubuh meski makan 3 porsi per hari.

Tapi satu yang pasti adalah kandungan garam yang sangat tinggi pada mie instan. Jumlah kandungan garam dalam satu porsi mie instan lebih dari 40 persen dari kebutuhan harian tubuh, yaitu sebesar 2400 mg, menurut standar WHO. Kandungan garam yang tinggi inilah yang pelu diwaspadai, terutama oleh penderita darah tinggi.

Satu hal lagi adalah kandungan gluten. Karena terbuat dari terigu, maka mie instan mengandung gluten. Pada penderita penyakit celiac (Celiac Disease), mengkonsumsi mie instan berarti mengundang masalah, karena tubuh tidak dapat mencerna mie tersebut dengan baik.

Dengan kata lain, mie instan bukanlah makanan yang baik, karena tidak mengandung gizi yang seimbang dan mencukupi. Sesekali menikmati semangkuk mie boleh-boleh saja. Tiap tiap hari? Jelas tidak sehat.

Mitos Mie Instan

Begitu populernya mie instan hingga beredar mitos dan anggapan salah kaprah. Berikut adalah rangkuman mitos tersebut.

Mie Instan Terbuat dari Karet
Ini adalah anggapan yang tidak berdasar, dan membuat saya tetawa geli. Hanya karena tekstur mie instan yang kenyal, lalu dianggap terbuat dari karet. Tekstur kenyal mie karena adanya gluten, suatu jenis protein yang memberikan tektur kenyal. Gluten terdapat dalam makanan yang terbuat dari gandum. Termasuk mie, karena terigu, bahan dasa mie merupakan olahan dari gandum.

Mie Instan Mengandung Pengawet Berlebih
Banyak bahan pengawet yang tersedia untuk makanan. Dan ada aturan disertai pengawasan yang cukup ketat dari BPOM (Balai Pengawas Obat dan Makanan) mengenai penggunaan bahan-bahan ini pada makanan. Dan selama ini bahan pengawet yang digunakan dalam mie instan telah dinyatakan dalam batas-batas aman.

Selain itu keawetan mie instan juga disebabkan oleh tehnik deep frying. Dengan tehnik ini, terjadi sterilisasi dan pengurangan kadar air sehingga mie menjadi lebih awet.

Mie Instan Mengandung Lilin
Ketika direbus, dalam air akan terlihat adanya bercak minyak. Bercak minyak tersebut bukan berasal dari lilin, namun dari minyak sisa deep frying. Tehnik pengawetan ini adalah tehnik penggorengan menggunakan minyak panas. Jadi dalam mie, masih terdapat sisa minyak hasil proses deep fying tersebut.

Air Rebusan Mie Sebaiknya Dibuang
Banyak yang mempercayai bahwa dengan membuang air rebusan mie dan kemudian menggantinya dengan yang baru berarti lebih sehat. Alasannya, bahan pengawet dan lemak akan terbuang. Ada benarnya, tapi tak sepenuhnya benar. Dengan membuang air rebusan, berarti juga membuang mineral dan vitamin hasil dari proses fortifikasi. Selain itu, tujuan mengurangi kadar lemak tidak sepenuhnya tepat, sebab lemak terbesar adalah yang berasal dari bumbu penyedap. Akan lebih baik jika minyak dalam bumbu penyedap tersebut tidak digunakan. Ini akan mengurangi jumlah lemak dalam jumlah yang signifikan.

Kandungan MSG dalam Mie Instan Terlalu Tinggi
Benar bahwa bumbu mie instan mengandung MSG, namun masih dalam jumlah yang aman. Selain itu efek MSG pada kesehatan juga masih dalam perdebatan. Dan sampai saat ini, MSG masih dinyatakan aman untuk digunakan. Namun ada perkecualian. Pada beberapa orang, penggunaan MSG dapat memicu migrain. Nah untuk orang yang seperti ini, MSG jelas sangat mengganggu kesehatan.

Nah itu mitos dan juga fakta mie instan. Karena kandungan nutrisinya, jangan makan mie instan setiap hari ya… Nanti bisa kurang gizi lho..

Incoming search terms:
  • kandungan gizi mie instan
  • vitamin lemak karbohidrat protein dalam mie instan
  • kandungan pada mie
  • kandungan mie instan
  • kandungan mi instan
  • kandungan lemak dalam mie instan
  • kandungan gizi pada jajangmyeon
  • kandungan gizi mie
  • kandungan dalam mie instan
  • informasi gizi mie

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>