Nyeri Haid

Mengatasi Nyeri Haid

Bicara soal gender, saya merasa bersyukur terlahir sebagai laki-laki. Rasa syukur saya yang besar inilah yang membuat saya tidak berpikir sama sekali untuk menjadi transgender hi..hi..hi.. Salah satu hal yang membuat saya bersyukur sebagai laki-lai adalah soal kesehatan. Problem kesehatan pada perempuan lebih kompleks dibanding laki-laki.

Bayangkan saja, setiap bulan perempuan selalu mengalami perubahan hormonal, yang sering berimbas pada performa mental maupun fisik. Yang saya maksud adalah siklus menstruasi. Pada saat haid, banyak perempuan yang menjadi lebih sensi. Dari sisi kesehatan, saat haid, sering terjadi rasa nyeri. Inilah yang disebut dengan nyeri haid. Dan keluhan soal ini sering saya dapatkan, dengan ujung pertanyaannya adalah “Bagaimana cara mengatasi nyeri haid?” Meski saya tida mengalainya, tapi saya tahu jawabannya. Wong apoteker gitu loh…

Mengapa Nyeri Haid?

Nyeri haid atau dismenorea adalah rasa nyeri akibat kram otot perut baian bawah yang menyebar hingga punggung dan paha. Sakit nyeri ini dapat timbul sebelum dan selama menstruasi. Pada sebaian wanita, nyeri yang timbul cukup parah dan dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Nyeri haid berbeda dengan sindrom pra menstruasi (PMS). Mneski begitu, kedua hal ini saling berkaitan. Baik PMS ataupun nyeri haid akan membaik seiring dengan pertambahan usia dan mempunyai anak.

Saat terjadia menstruasi, otot rahim akan berkontraksi untuk mengikis lapisan pada dinding rahim. Ketika berkontraksi, otot akan menekan pembuluh darah sehingga pasokan darah dan oksigen ke bagian rahim yang dalam terganggu. Karena hal tersebut, rahim akan mengeluarkan substansi kimia yang mengakibatkan rasa nyeri ketika pasokan oksigen terganggu. Bersamaan dengan hal itu, rahim juga menghasilkan prostaglandin. Zat ini akan membuat kontraksi rahim lebih kuat lagi. Akibatnya rasa nyeri juga akan semakin tajam. Pada beberapa wanita, nyeri haid yang terjadi lebih kuat. Diduga hal ini terjadi karena adanya produksi prostaglandin yang lebih tinggi pada wanita tersebut.

Beberapa kondisi medis dapat membuat nyeri haid ini lebih kuat. Kondisi tersebut iantaranya adalah fibroid, endomitriosis, adenomiosis, penyakit radang panggul, alat kontrasepsi spiral dan penyempitan serviks. Namun nyeri karena kondisi medis ini biasanya diawali dengan gejala-gejala lain seperti terjadi perdarahan diantara 2 menstruasi, siklus haid yang tidak teratur, adanaya cairan yang berbau atau sakit ketika melakukan hubungan suami istri.

Obat Nyeri Haid

Pada umumnya, nyeri haida dapat ditangani sendiri, baik dengan maupun tanpa obat. Beberapa cara untuk mengatasi nyeri haid tanpa obat sebagai berikut:

Hindari Kofein, Garam dan Alkohol. Zat-zat tersebut dapat memicu estrogen. Dengan adanya estrogen, maka prostaglandin akan dilepaskan sehingga kontraksi oto bertambah. Demikian juga dengan rasa nyeri.

Kompres Perut. Mengompres perut dengan menggunakan air panas dapat membantu otot untuk relaksasi, sehingga kekuatan kontraksi berkurang. Rasa nyeri juga dapat
berkurang.

Berbaring. Dengan berbaring ditempat tidur ataupun sofa dapat membantu meredakan nyeri. Biasanya rasa nyeri menstruasi juga menyebar ke punggung. Dengan berbaring rasa nyeri tersebut dapat mereda. Ketika berbaring, sangga lutut dengan menggunakann bantal. Ambil nafas dalam dan panjang kemudia buang. Dengan melakukan hal tersebut, rasa nyeri akan mereda.

Namun ketika cara-cara tersebut di atas tidak berhasil, maka dapat digunakan obat untuk mengatasi rasa sakit ini. Obat yang digunakan adalah:

Obat-obat AINS yang mempunyai kemampuan menghilangkan rasa nyeri. Contoh obat ini adalah ibuprofen (Proris, Fenris, Dolofen F) dan aspirin. Minum obat-obat tersebut 3 kali seharis sesudah makan.

Obat yang lain adalah kombinasi antara AINS dan relaksan otot. Yang banyak digunakan adalah kombinasi antara parasetamol dan hyoscine-N-butylbromide (Gitas Plus, Scopamin Plus, Scopma Plus). Parasetamol akan mengurangi rasa nyeri sedangkan hyoscine-N-butylbromide akan merelaksasi otot. Obat lain yang cukup terkenal adalah Feminax, yang mengandung parasetamol dan ekstrak hiosiami. Nyeri haid akan mereda dengan cepat.

Pil KB juga dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid, karena obat ini akan menipiskan lapisan rahim da mengurangi pelepasan prostaglandin. Dengan demikian rasa nyeri dapat menjadi lebih ringan.

Mengatasi rasa sakit karena haid memang dapat dilakukan. Tapi perlu diingat, rasa nyeri ini memang alami yang akan membaik seiring dengan perkembangan usia dan punya anak. Jadi jangan khawatir berlebihan bila nyeri haid.

Incoming search terms:
  • dapatkah parasetamol mengobati nyeri haid
  • obat nyeri haid proris
  • proris haid

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Satu komentar pada "Mengatasi Nyeri Haid"

  1. nah, bener banget tuh karna caffein juga bisa berpengaruh sehingga kurangi minuman yang mengandung alkohol dan caffein

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>