Keloid

Mengatasi Keloid Pada Bekas Luka

Beberapa minggu lalu, Budi, anak Om Joko kecelakaan. Terjatuh dari motor saat pulang sekolah. Tidak terlalu parah, hanya tangannya tergores aspal. Cukup lebar lukanya dan memerlukan beberapa jahitan.

Tidak ada kabar lain dari keadaan Budi ini sehingga saya pikir telah sembuh. Tapi ternyata persoalan belum selesai. Sebab kali ini Om Joko meneleponku secara lansung.

“Pak T, ada obat yang efektif untuk menghilangkan keloid? Itu lukanya si Budi. Sudah sembuh sih. Tapi ada keloidnya. Rasanya gatal lagi. Garuk-garuk terus dia”, ucapnya di telepon. Wa..ini harus dijawab pertanyaan Om Joko. Dan jawabannya, ya ada di bawah ini.

Mengapa Timbul Keloid?

Pada saat terjadi luka, tubuh akan melakukan regenerasi sel untuk menggantikan sel yang rusak dalam rangka penyembuhan luka. Pada proses ini, tubuh akan memproduksi kolagen sebagai bagian dari proses regenerasi sel tersebut. Namun apabila produksi kolagen melebihi kebutuhan untuk menutup luka, maka akan terjadi keloid. Dan keloid ini dapat tumbuh terus, terasa gatal dan juga nyeri.

Keloid merupakan salah satu bentuk bekas luka yang tebal, berwarna merah atau kemerahan, dan tapak menonjol dibanding kulit disekitarnya. Bukan merupakan gangguan kesehatan yang serius, namun dari sisi estetik, akan sangat merusak penampilan.

Keloid dapat terbentuk dari semua jenis luka, termasuk luka garukan, injeksi, gigitan serangga, luka bakar, luka gores dan lan sebagainya. Tempat tumbuh keloid diseluruh area tubuh, namun lebih sering terjadi di daerah lengan, leher, punggung dan dada. Dan orang dengan kulit gelap cenderung lebih mudah tumbuh keloid.

Faktor genetik diduga mempengaruhi keloid. Jika anggota keluarga ada yang mempunyai keloid, maka kemungkinan anggota keluarga yang lain juga dapat mengalaminya pula. Dan orang yang mempunyai keloid, akan lebih mudah untuk mengalami hal yang sama di waktu mendatang. Karena itu perlu lebih berhati-hati.

Dari sisi gender, pada pria dan wanita mempunyai kemungkinan yang sama. Namun dari sisi usia, lebih banyak terjadi pada rentang usia 10-20 tahun, meski sebenarnya keloid dapat terjadi pada semua usia.

Mengatasi Keloid

Keloid memang tidak membahayakan, namun terasa mengganggu, baik karena rasa gatal dan nyeri atauopun karena penampilan yan menjadi “rusak”. Beberapa metode dapat digunakan untuk menghilangkan keloid, seperti:

Operasi Keloid

Prosedur ini dilakukan dengan memotong bagian kulit yang terdapat keloid dan menyuntikkan steroid pada bagian keloid tersebut. Namun cara ini mengandung resiko timbulnya keloid yang lebih besar akibat pemotongan tersebut.

Injeksi Steroid

Inkeksi kortison, yaitu triamsinolon (Kenacort) diinjeksikan ke dalam keloid secara rutin hingga bagian keloid mengempis. Cara ini termasuk aman dan tidak menimbulkan rasa sait berlebih. Namun hal ini masih menyisakan warna kemerahan pada bekas keloid karena penyuntikan tersebut akan merangsang pembuluh darah yang dangkal dibawah kulit.

Cryotherapy
Metode ini dilakukan dengan cara membekukan keloid menggunakan nitrogen cair. Prosedur ini cukup efektif, namun akan meninggalkan warna gelap pada bekas keloid.

Terapi Laser

Terapi ini dilakukan dengan meratakan keloid sekaligus memudarkan warna kemerahan. Namun metode ini termasuk mahal dan perlu dilakukan hingga beberapa kali serta memerlukan tenaga yang sangat ahli.

Radiasi

Beberapa piha mengklaim bahwa metode radiasi cukup aman dan efektif menghilangkan keloid.

Lembar Silikon

Metode ini dilakukan dengan membalutkan gel silikon pada keloid selama beberapa waktu tertentu, bisa sampai beberapa hari/bulan. Hasil yang didapatkan variatif, pada tiap individu.

Suntikan Fluorouracil

Fluorouracil merupakan obat yang sering digunakan dalam kemoterapi kanker. Injeksi obat ini pada keloid , baik bersama dengan steroid atau tidak, cukup memberikan hasil yang baik.

Interferon

Interferon adalah protein yang secara alami terdapat dalam sistem kekebalan tubuh, dan berguna untuk melawan virus, bakteri dan gangguan-gangguan lain. Penyuntikan interferon terbukti mampu mengurangi keloid. Dan saat ini dilakukan penelitian dengan metode lain untuk meningkatkan interferon. Hal ini dilakukan dengan merangsang interferon, melalui pemberian iniquimod topikal (Aldara) akan merangsang pembentukan interferon tersebut. Belum diketahui apakan metode ini akan menghilangkan keloid secara permanen atau tidak.

Menggunakan Cream Centella asiatica

Tanaman Centella asiatica banyak mengandung asam siatat, asam madecassat dan asam asiaticosidat. Zat-zat tersebut dapat memperbaiki dan meningkatkan penyembuhan luka. Pada keloid, ekstrat Centella asiatica (Madecassol) dapat digunakan untuk mencegah timbulnya keloid, yaitu dengan cara diaplikasikan pada luka. Jika sudah terlanjur terjadi keloid, penggunakan Madecassol cream cukup efektif untuk mengurangi keloid.

Itulah beberapa metode dan pengobatan keloid yang bisa dilakukan. Dan pada Budi, anak Om Joko, saya sodorkan berbagai alternatif mengatasi keloid. Hanya saja saya rekomendasikan cara yang mudah dan murah, yaitu cara yang terakhir. Semoga saja itu cukup efektif mengatasi keloid pada si Budi. Jika tidak efektif, masih ada cara lain tho…

Incoming search terms:
  • bekas luka yang menonjol

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>