Demam, Demam Dewasa, Demam Anak

Mengatasi Demam Pada Bayi, Anak-anak Dan Dewasa

Pada hampir setiap terjadi gangguan kesehatan (sakit) selalu dibarengi dengan peningkatan suhu tubuh. Hal seperti ini lazim disebut dengan demam. Sekedar diketahui, demam adalah salah satu alasan terbanyak mengapa seseorang minum obat.

Banyak merek obat demam yang beredar. Juga mudah bagi siapa saja untuk mendapatkannya, karena memang obat demam atau penurun panas adalah obat bebas.

Pertanyaannya adalah, manakah obat yang tepat dan efektif menurunkan panas?

Apakah Demam Itu?

Demam adalah suatu keadaan ketika suhu tubuh berada diatas ambang normal. Suhu normal tubuh adalah 36-37 derajat Celcius. Peningkatan suhu tubuh ibi merupakan reaksi atas sesuatu yang tidak normal, seperti adanya infeksi, baik oleh bakteri maupun virus.

Kenaikan suhu tubuh nerupakan pertanda bahwa mekanisme pertahanan tubuh telah diaktifkan. Sel darah putih (leukosit) akan diproduksi tubuh lebih banyak untuk membunuh bakteri atau virus. Suhu tubuh yang tinggi juga akan melemahkan virus atau bakteri. Dari sisi ini, demam sesungguhnya adalah pertanda baik, bahwa tubuh sistem pertahanan tubuh tengah “berperang dengan kuman”.

Banyak orang yang mempunyai persepsi negatif terhadap demam. Mereka seringkali khawatir jika demam akan membahayakan kesehatan. Karena itu, jika demam, cepat-cepat diberi obat penurun panas. Ini tentu persepsi yang keliru. Sebab yang membahayakan kesehatan adalah penyebab demam tersebut, bukan demam itu sendiri.

Pada keadaan demam dan penyakitnya tidak parah, demam tidak perlu untuk diberi obat penurun panas. Alasannya adalah jika pada saat demam minum obat penurun panas, justru hal ini akan menghentikan mekanisme pertahanan tubuh yang tengah bekerja melawan kuman atau virus penyebab infeksi.

Pada kondisi tertentu, demam memang perlu diwaspadai. Pada kondisi suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, hal ini baru disebut demam. Pada orang dewasa, demam dianggap berbahaya jika suhu tubuh 39,4 derajat Celcius. Pada anak-anak, suhu di atas 38 derajat merupakan hal yang perlu untuk diwaspadai.

Penyebab demam sesungguhnya bermacam-macam. Namun yang paling banyak adlah infeksi virus atau bakteri. Kondisi lain, seperti terpapar cahaya matahari, juga dapat menimbulkan demam. Bahkan pada anak atau bayi, saat tumbuh gigi juga dapat menyebabkan demam.

Demam hanyalah sebuah gejala penyakit. Bukan merupakan gejala yang spesifik. Meski bukanlah penyakit, namun hanya merupakan gejala, tetap saja diperlukan obat demam atau obat penurun panas. Jika dibiarkan, demam dapat berpengaruh buruk, seperti terjdi dehidrasi dan kejang. Pada bayi dan anak-anak, demam menyebabkan mereka rewel dan tidak bisa istirahat. Meski minum obat demam, penyebab penyakit, infeksi misalnya, haruslah diobati agar suhu tubuh kembali normal.

Parasetamol Obat Demam Pilihan Pertama

Pada anak-anak, rekomendasi pemakaian obat penurun panas (obat demam) adalah jika suhu tubuh 38,9 derajat atau lebih. Pemberian obat ini tidak menghilangkan demam, namun untuk menurunkan suhu tubuh. Setelah minum obat, suhu akan turun, meskipun demam tidak hilang sama sekali.

Obat penurun panas utama yang lazim digunakan adalah parasetamol (Panadol, Bodrexin Demam, Dumin, Erphamol, Farmadol, Fevrin, Pamol, Sanmol, Tempra). Obat ini paling aman digunakan, baik oleh bayi, anak-anak dan dewasa, jika digunakan sesuai dosisnya dan tidak dalam jangka panjang. Pemakaian dalam dosis berlebih dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Parasetamol tersedia dalam berbagai bentuk, seperti tablet, sirup, tetes maupun suppositoria. Jika ada yang tidak dapat menelan obat, alternatifnya adalah menggunakan suppositoria yang dimasukkan lewat dubur.

Untuk penggunaan obat tetes (drop) untuk bayi harus lebih berhati-hati. Obat tetes parasetamol (parasetaml drop) mengandung parasetamol dalam konsentrasi yang tinggi. Agar tepat dosis, volume pemberian harus tepat. Kesalahan volume 0,3 ml berarti anak minum parasetamol 30 mg lebih banyak dibanding dosis yang seharusnya. Jadi, perhatikan betul volume pemberian obat tetes parasetamol.

Ibuprofen Obat Demam Pilihan Kedua

Jika obat pilihan pertama yaitu parasetamol tidak dapat menurunkan suhu, maka obat berikutnya yang digunakan adalah ibuprofen (Proris, Dofen, Dolofen, Farsifen, Fenris, Prosic, Ribunal). Pemakaian obat ini jangan digunakan bersama-sama dengan parasetamol. Gunakan salah satu saja. Jika diberikan bersamaan, maka akan terjadi over dosis.
Ibuprofem mempunyai efek menurunkan panas yang lebih kuat dari parasetamol. Tapi kelemahannya adalah efek samping yang lebih banyak. Jadi dari sisi keamanan, ibuprofen jauh lebih buruk.

Ibuprofen sebaiknya jangan diberikan pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Juga jangan diberikan pada kondisi demam yang disertai dehidrasi dan muntah. Juga tidak boleh diberikan pada penderita demam berdarah, sebab hal ini akan meningkatkan resiko pendarahan.

Satu pertimbangan penting dalam memilih obat. Utamakan keamanan obat dibanding kemanjuran. Apalah artinya obat manjur namun tidak aman. Begitu juga dalam memilih obat demam, baik untuk anda sendiri maupun anak-anak.

Incoming search terms:
  • obat penurun panas anak yang bagus
  • anak panas 39 derajat celcius
  • pengobatan panas anak
  • proris untuk bayi 7 bulan
  • paracetamol bayi
  • paracetamol untuk bayi
  • pemberian parasetamol pada bayi
  • proris untuk bayi 6 bulan
  • suhu panas 39 derajat panas kah?
  • bayi 6 bulan minum tempra untuk

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

5 komentar pada "Mengatasi Demam Pada Bayi, Anak-anak Dan Dewasa"

  1. Informasinya sangat bermanfaat, pas saya cari2 ttg mengatasi demam untuk orang dewasa, alhmd dapat ini. Terima kasih, ya :)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>