Hidung Mimisan

Menangani Mimisan Pada Anak-Anak

Perumahan yang aku tinggali adalah sebuah perumahan yang relatif baru. Penghuninya, rata-rata adalah keluarga muda, dengan 1-2 anak. Jadi banyak anak-anak. Termasuk dalam keluarga muda adalah keluarga Pak RT. Anak paling besar baru kelas 3. Sedangkan yang kecil atau yang bungsu baru berusia 6 tahun.

Nah ini adalah cerita tentang Dani, anak Pak RT yang baru berusia 6 tahun itu. Entah karena apa, saya belum begitu tahu, ketika tiba-tiba Pak RT datang tergopoh-gopoh. “Pak T, tolong Dani. Hidungnya berdarah. Mimisan. Gimana mengobatinya Pak T?”, tanya Pak T sore itu.

Welah… “Tenang Pak RT. Kalau cuma mimisan biasa, ada kok obat yang manjur”, kataku menenangkan. Dan memang begitu, mimisan biasa pada anak-anak bukanlah sesuatu yang harus diresahkan berlebihan.

Mimisan, Apa Penyebabnya?

Mimisan adalah perdarahan pada hidung, baik salah satu atau pada kedua lubang hidung. Durasi mimisan dapat beberapa detik hingga beberapa menit. Bukan saja dapt terjadi pada saat sedang melakukan aktivitas, mimisan juga bisa terjadi pada saat sedang tidur.

Mimisan paling sering terjadi pada anak-anak. Pada dewasa, angka kejadiannya sangat kecil. Jika terjadi anak-anak, memang terlihat cukup membuat kepanikan. Namun sebenarnya mimisan atau epitaksis merupakan keadaan yang umum ditemui dan biasanya bukan merupakan masalah kesehatan yang serius.

Terkait dengan mimisan, terdapat beberapa kelompok resiko, yaitu anak-anak, lansia, ibu hamil, pengguna obat aspirin dan antikoagulan serta penderita kelainan darah, terutama hemofilia).

Berdasarkan lokasi perdarahan, mimisan dapat dibedakan menjadi mimisan pada anterior (bagian depan) dan posterior (bagian belakang). Dan hampir 90 persen mimisan adalah pada bagian anterior yang lebih mudah ditangani dibanding posterior.

Mimisan posterior, perdarahan berasal dari pembuluh darah yang berada di antara rongga hidung dan langit-langit mulut. Perdarahan ini biasanya akan lebih banyak dan lebih lama. Penanganannya juga lebih sulit. Mimisan jenis ini biasanya terjadi pada rang dewasa dan usia lanjut.

Dalam hidung, terdapat pembuluh darah halus yang dekat dengan permukaan kulit sehingga mudah rusak atau robek. Berbagai faktor dapat menyebabkan robeknya pembuluh darah tersebut, diantaranya adalah:

1. Trauma. Ini merupakan penyebab mimisan yang paling umum. Beberapa hal yang ringan seperti mengorek hidung, benturan akibat jatuh atau kecelakaan dan lain sebagainya dpat merobek pembuluh darah pada hidung dan menyebabkan mimisan.

2. Minum Obat Tertentu. Minum obat-obat tertentu seperti antikoagulan, misalnya aspirin, akan membuat faktor pembekuan darah mengalami perubahan. Hal ini akan memudahkan terjadinya perdarahan, termasuk mimisan. Mimisan yang terjadi akibat pemakaian obat atikoagulan dapat berlangsung lebih lama, karena darah menjadi lebih sukar untuk membeku.

3. Kelainan Pembuluh Darah. Kondisi pembuluh darah bersifat kongenital (bawaan). Ukuran pembuluh darah dapat menjadi lebih lebar, lebih tipis dengan jaringan ikat yang lebih sedikit. Hal ini menyebabkan lebih mudah robek sehingga terjadi mimisan.

4. Penyakit Kardiovaskular. Penyakit hipetensi menyebab tekanan pembuluh darah meninggi. Tekanan darah yang tinggi terkadang mampu membuat pembuluh darah yang halus robek. Jika terjadi pada pembuluh darah di hidung, terjadilah mimisan atau epitaksis. Mimisan seperti ini dapat menjadi masalah yang serius.

5. Perubahan Suhu. Suhu yang berubah secara tiba-tiba, misalnya dari panas ke dingin atau sebaliknya dapat menyebabkan mimisan. Namun epitaksis atau mimisan senmacam ini sering terjadi di masyarakat yang memimiliki 4 musim. Di Indonesia, hal ini sangat jarang terjadi, karena suhu udara Indonesia relatif konstan.

6. Infeksi Sistemik. Infeksi yang terjadi secara sistemik dan mempengaruhi darah dapat menyebabkan mimisan. Salah satu contohnya adalah demam berdarah. Virus demam berdarah dengue merusak trombosit sehingga akan mudah terjadi perdarahan, termasuk juga mimisan. Selain demam berdarah, penyakit lain yang menyebabkan epitaksis adalah demam tipus, inluensa dan morbili.

6. Pengaruh Hormonal. Pada wanita hamil dan wanita yang memasuki menopause dapat mengalami mimisan. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh perubahan hormonal.

Menangani Mimisan

Mimisan, secara umum, merupakan keadaan yang dapat ditangani sendiri. Dengan melakukan langkah-langkah yang mudah dan sederhana, mimisan dapat dihentikan segera. Langkah tersebut yaitu:

  • Duduk dengan posisi tubuh tegak. Jangan pernah berbaring saat mimisan. Posisi tubuh yang tegak akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah di hidung sehingga dapat menghentikan perdarahan. Sebaliknya posisi berbaring akan menambah tekanan dan memperbesar perdarahan.
  • Bungkukan badan sedikit ke depan agar darah keluar lewat hidung dan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Jika ada darah yang mengalir ke mulut, segera keluarkan. Menelan darah dapat memicu muntah.
  • Pencet hidung dengan ibu jari dan telunjuk kurang lebih 10 menit. Hal ini akan menutup sumber perdarahan dan menghentikannya. Selama hidung di pencet, bernafaslah melalui mulut.
  • Jika diperlukan, kompres pada pangkal hidung untuk mempercepat berhentinya perdarahan.
  • Setelah perdarahan berhenti, jangan melakukan aktivitas fisik yang cukup berat setidaknya selama 12 jam. Hindarkan juga untuk tidak membuang ingus atau membungkuk. Sebab hal tersebut dapat membuat terjadinya perdarahan kembali.

Jika langkah tersebut di atas telah dilakukan namun mimisan tidak juga berhenti, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis yang lebih menyeluruh.

Ada baiknya juga dilakukan pengobatan tradisional, yaitu dengan menyumbat hidung yang mimisan dengan daun sirih. Daun sirih dapat digunakan sebagai obat mimisan karena mengandung antiseptik yang akan mencegah infeksi dan juga adstringen, yang dapat mengecilkan luka. Dengan demikian, mimisan dapat cepat dihentikan.

Dan kembali pada Pak RT, setelah mimisan ditangani, ternyata sebentar saja perdarahan berhenti. Tentu hal ini melegakan hati Pak RT. Dan saya, ikut senang juga tho..

Incoming search terms:
  • obat mimisan di apotik
  • Obat mimisan anak diapotik

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>