kerokan

Kerokan, Terapi Kembung Dan Masuk Angin

Faktor U, kata dhiajeng ayu Umi, istriku, saat saat saya sampai di rumah, dan mengeluh masuk angin dan kembung. Faktor U yang dimaksud adalah faktor usia, artinya usiaku sudah tidak lagi muda. Maka pulang malam, yang biasa saya lakukan saat masih lajan, sekarang menjadi masalah kesehatan.

Apakah memang faktor usia yang menyebabkan saya menjadi lebih mudah masuk angin jika terkena udara dingin, terutama dimalam hari? Saya pribadi sih merasa baik-baik saja, tetap merasa muda dan bersemangat. Tapi fisik? Mungkin benar apa yang dikatakan istriku, sebab akhir-akhir ini ada saja gangguan kesehatan yang saya alami. Diantaranya ya masuk angin dan perut kembung itu.

Dan soal gangguan masuk angin, saya memiliki terapi manjur untuk mengatasinya. Hanya istriku yang mampu melakukannya dengan baik, yaitu kerokan. Meski ini sering dijadikan bahan lelucon, tapi saya merasakan efektifitas kerokan.

Apa Yang Terjadi Jika Kerokan

Kerokan, ternyata bukan hanya kebiasaan masyarakat Indonesia saja. Masyarakat Tiongkok menyebutnya sebagai gua sha, adalah metode pengobatan alternatif (tradisional) dengan cara menekan dan menggaruk permukaan kulit menggunakan benda tumpul seperti uang logam, yang menimbulkan guratan merah/lecet pada permukaan kulit. Alat yang digunakan untuk mengerok bukan hanya uang logam, namun juga potongan jahe, batu giok ataupun potongan bawang merah.

Pada saat mengerok, permukaan kulit diolesi terlebih dahulu dengan minyak kayu putih, balsam, minyak kelapa ataupun lotion, yang berguna untuk mengurangi rasa sakit dan memberikan rasa hangat. Kerokan, dipercaya dapat mengeluarkan angin dari dalam tubuh yang menyebabkan kembung dan masuk angin. Selain itu juga memperlancar peredaran darah.

Meski saat ini metode pengobatan sudah berkembang dan sangat canggih, ternyata kerokan masih menjadi kebiasaan yang banyak dilakukan, baik dewasa maupun anak-anak.

Bagaimana mekanisme kerokan bisa meringankan, bahkan menyembuhkan masuk angin? Begini penjelasan ilmiahnya.

Ketika kerokan, terjadi pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan peredaran darah menjadi lebih lancar. Hal ini menyebabkan zat-zat yang menyebabkan pegal-pegal pada otot lebih cepat terbuang. Bukan itu saja, kerokan juga merupakan rangsangan pada keratinosit dan endotel untuk menghasilkan propiomelanokortin, suatu zat yang akan dipecah menjadi beta endofin. Selain itu, pasca kerokan, terjadi penurunan mediator inflamasi seperti prostaglandin E.

Penurunan prstaglandin akan menghilangkan rasa pegal, sedangkan kenaikan kadar endorfin akan memberikan rasa nyaman. Ditambah dengan rasa hngat dari minyak yang digunakan, tubuh akan menjadi lebih rileks, rasa pegal hilang dan lebih nyaman dan segar.

Beberapa blog menyebut bahwa timbulnya rasa hangat sesuai dengan hukum Einstein E=MC2. Wah ini sih kebablasan dan tidak tepat sama sekali. Hukum einstein tersebut hanya terjadi pada perubahan di tingkat inti atom atau nuklir. Jika itu terjadi pada saat kerokan, tejadi ledakan nukli tho…

Rasa panas, selain dari, minyak kayu putih atau balsam, juga akibat dari gesekan alat pengerok dan kulit. Gesekan ini akan berubah menjadi panas, sesuia dengan hukum fisika tentang kekekalan energi. Singkatnya, hal ini terjadi akibat perubahan energi kinetik pengerok menjadi energi panas.

Tapi wis lah, mau kerokan kok mbahas teori fisika. Repot. Yang penting saya mau kerokan dan dhiajeng Umi telah siap sedia dengan minyak kayu putih dan koin 500an.

Dan bicara soal tehnik kerokan, istriku itu sudah sangat ahli. Rasanya benar-benar penuh sensasi dan nyaman. Masuk angin dan pegal bablas dengan tehnik kerokannya. Sudah dulu ya…

Incoming search terms:
  • Gambar badan siap dikerok
  • gambar kerokan
  • kerokan
  • kerokan sehat

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>