tekanan darah tinggi

Kendalikan Jantung Dan Pembuluh Darah Untuk Atasi Hipertensi

Dhuh.. sudah berapa lama sih aku bicara soal hipertensi ini pada Jeng Narti? Tampaknya rasa penasaran dan ingin tahu yang besar membuatnya betah mendengarkan kuliah gratisan dari apoteker satu-satunya di RT 5 RW 7 ini.

Dan setelah obat penghambat ACE dan diuretik, apalagi yang akan saya sampaikan? Tentu obat-obat yang mempengaruhi volume semenit jantung dan pembuluh darah. Yak.. obat mempengaruhi jantung tentu dapat mempengaruhi tekanan darah. Dan obat yang menurunkan tekanan darah yang tinggi ini tentu adalah obat yang menurunkan kekuatan dan frekuensi denyut jantung dan obat yang melebarkan pembuluh darah. Baik, obat apa saja sih itu?

Obat Golongan Beta Blocker (b-blocker)

Disebut b-blocker karena obat ini memblok adreno reseptor (reseptor adrenalin), terutama pada jantung dan pembuluh darah. Dengan blokade ini, pengaruh adrenalin yang sangat cepat menaikkan tekanan darah dapat dihambat.

Diperkirakan, obat golongan ini menurunkan tekanan darah melalui beberapa mekanisme. Pertama adalah penurunan frekuensi dan kontraktilitas jantung sehingga volume semenit jantung berkurang. Kedua adalah penghambatan pelepasan nor adrenalin melalui reseptor pra sinaps. Ketiga adalah hambatan pelepasan renin pada ginjal. Ketiga hal tersebut menyebabkan tekanan darah turun. Namun mekanisme mana yang paling dominan, belum diketahui dengan pasti.

Termasuk dalam obat golongan ini adalah bisoprolol (Betaone, Lodoz, Concor) dan Propanolol (Farmadral, Inderal).

Obat Golongan Alfa Blocker (a-blocker)

Golongan obat ini meblokade reseptor adrenalin alfa yang ada dipembuluh darah. Pengaruh adrenalin dan nor adrenalin pada pembuluh darah dihambat sehingga terjadi dilatasi pada arteri dan vena. Tekanan darah, dengan demikian dapat diturunkan.

Penggunaan obat ini dalam terapi hipertensi dalam jangka panjang tidak menimbulkan toleransi, sehingga cukup aman digunakan. Termasuk dalam golongan obat ini adalah doksasosin (Cardura), prazosin (Minipress) dan terazosin (Hytrin).

Antagonis Kalsium

Kalsium mempunyai peran penting dalam bekerjanya otot-otot polos. Pembuluh darah dikendalikan melalui otot-otot polos. Kontraksi otot polos dipengaruhi oleh konsentrasi ion kalsium.

Secara normal, kadar ion kalsium di luar sel lebih tinggi dibanding di dalam sel. Ketika sel menerima rangsang, sebuah kanal (chanel) yang terletak di membran sel, terbuka. Ion kalsium dapat masuk ke dalam sel melalui kanal yang terbuka tersebut. Pada saat itulah terjadi kontraksi otot polos.

Obat yang menghalangi kanal kalsium dapat mencegah terjadinya aksi kontraksi. Pada pembuluh darah, kontraksi otot polos ini berarti naiknya tahanan perifer. Tekanan darah akan meninggi, seiring dengan kenaikan tahanan perifer tersebut.

Obat yang menghalangi masuknya ion kalsium ke dalam sel mempunyai efek kontraksi otot polos pada pembuluh darah sehingga pembuluh darah mengendur. Terjadilah, apa yang disebut vasodilatasi, berupa pelebaran pembuluh darah. Tahanan tepi (perifer) akan turun dan tekanan darah juga akan turun.

Obat yang bekerja dengan mekanisme seperti di atas disebut sebagai antagonis kalsium (Calcium Chanel Blocker). Termasuk dalam golongan obat ini adalah Verapamil (Cardiover, Corpamil), Diltiazem (Dimen, Herbesser), Nifedipin (Adalat, Adalat Oros, Cordalat, Vasdalat) dan Amlodipin (Norvask, Tensivask, Divask).

Khusus untuk amlodipin, obat ini mempunyai selektifitas yang tinggi, hanya bekerja pada pembuluh darah dan tidak mempengaruhi jantung.

Itulah berbagai obat antihipertensi. Kepatuhan pemakaian obat sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap normal.

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Satu komentar pada "Kendalikan Jantung Dan Pembuluh Darah Untuk Atasi Hipertensi"

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>