mata malas

Kelainan Mata Bernama Mata Malas

Memang tidak terlalu saya sadari ada hal yang sedikit berbeda dari anak saya yang besar, Lalila. Bahkan awalnya saya anggap biasa saja ketika Lalila menonton acara televisi. Cara melihat televisi cenderung dekat. Kalau pas saya mengetahui hal itu, segera Lalila saya tegur, untuk memundurkan posisinya saat nonton televisi. Ketika posisinya agak jauh dari televisi, Lalila tidak mengeluh apapun perihal acara nontonnya. Jadi saya anggap tidak ada masalah.

Namun waktu demi waktu berlalu hingga anakku kelas 4 SD. Dia masih juga suk menonton televisi. Dan kecenderungannya nonton tv dari jarak dekat justru semakin menjadi. Bahkan ada yang lebih. Saat menatap tv, kepalanya sedikit serong. Dia lebih memakai mata yanhg kanan untuk menonton acara kesukaannya.

Melihat hal itu, hati saya sedikit was-was. Dan saya langsung berpikir bahwa ada yang tidak pas dengan mata anak saya. Sebuah kelainan mata, mungkin, itu yang saya pikirkan. Dan kekhawatiran itu terjawab ketika saya periksakan ke dokter mata. Dan apa hasil pemeriksaannya?

“Mata anak anda minus, baik mata kanan dan kiri. Bukan hanya itu, anak anda juga menderita mata malas atau amblyopia. Bukan masalah yang serius banget. Tapi kelainanan mata ini, sebut saja begitu, jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menjadi pemanen”.

Wadhuh….

Apa Itu Mata Malas

Mata malas atau disebut juga amblyopia merupakan kelainan pada mata yang menyebabkan gangguan penglihatan pada anak-anak yang bersifat permanen. Kelainan ini juga dapat menyebabkan kebutaan.

Amblyopia atau mata malas ini adalah suatu keadaan salah satu mata yang tidak dapat mencapai ketajaman visual normal dibanding mata lainnya. Otak akan lebih “memilih” citra visual dari mata yang lebih kuat/tajam dan mengabaikan citra dari mata yang lemah. Karena diabaikan otak, maka mata yang lemah tidak dapat mengembangkan penglihatan hingga optimal. Hal ini bukan terjadi pada mata, namun terjadi pada otak. Untuk dapat berkembang sepenuhnya, otak membutuhkan stimulasi visual yang cukup. Ketika rangsang yang didapat tidak mencukupi, maka akan terjadi gangguan pengloihatan seperti pada mata malas. Jika tidak ditangani segera, akan semakin memburuk seiring waktu. Karena itu, mata malas biasanya hanya terjadi pada salah satu mata saja.

Pada saat anak lahir hingga usia 8 tahun, apapun hal yang dapat menggangu penglihatannya dapat menyebabkan amblyopia. Beberapa hal dapat menyebabkan mata malas, seperti kacamata yang tidak tepat, mata juling, atau apapun yang menghalangi aksis visual seperti kelopak turun dan katarak anak. Umumnya mata malas terjadi pada salah satu mata saja. Namun jika kedua mata kurang mendapat stimulasi yang cukup dalam jangka lama, maka amblyopia dapat terjadi pada kedua mata.

Dalam sekian banyak kasus, mata malas tidak memiliki gejala. Namun perlu kewaspadaan jika menemukan anak yang:

  • Memiliki mata yang tidak bergerak dalam arah atau fokus yang sama.
  • Menangis atau mengeluh dengan satu mata tertutup.
  • Memiliki kelopak mata yang jatuh/terkulai.
  • Memiringkan atau menyipitkan mata saat melihat sesuatu.

Penanganan Mata Malas

Mata malas ditangani dengan cara memaksa mata yang lemah untuk digunakan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menutup mata yang kuat selama beberapa waktu. Dengan cara ini mata lemah akan terpaksa digunakan sehingga setelah sekian lama mata yang malas tersebut akan berkembang menjadi normal. Selain dengan menutup mata, juga dapat dilakukan dengan memblokir mata kuat dengan menggunakan obat-obatan. Obat yang digunakan adalah atropin tetes mata (Isotic Cycloma, Cendo Tropine). Dengan obat pemberian obat ini pada mata kuat, maka mata tersebut akan kabur sehingga terpaksa akan menggunakan mata yang lemah untuk melihat.

Penggunaan kacamata juga bisa dilakukan apabila diperlukan. Hal ini bertujuan mata malas mendapatkan penglihatan sebaik mungkin sehingga menerima cukup stimulasi untuk berfungsi optimal.

Jika penyebabnya adalah penyakit lain seperti katarak anak, maka katarak tersebut harus dihilangkan agar mata malas dapat berfungsi dengan baik.

Apapun metode penanganan yang dilakukan, hal ini bertujuan agar mata malas mendapatkan rangsang yang cukup agar pusat penglihatan di otak berkembang dengan baik. Semakin cepat mata malas ditangani, akan semakin baik.

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>