alergi ulat, gatal alergi

Kalau Kulit Gatal Karena Alergi

Hari minggu adalah hari favorit. Tentu saja, lha wong libur kok. Bisa rehat, jalan-jalan atau sekedar bersih-bersih. Seperti minggu ini. Semua penghuni rumah bekerja bakti bersih-bersih. Tugasku adalah merapikan tanaman di halaman depan.

Tengah asyik memangkas ranting pohon mangga, terasa ada yang aneh. Punggungku terasa gatal. Aku garuk, gatalnya semakin hebat. Dengan sedikit lebay, aku teriak ke Umi tersayang. “Umi, bisakah engkau tengok punggung kanda ini. Mungkin ada sesuatu yang mengganggu tubuhku satu-satunya ini”, kataku.

Tak kalah lebay, istriku membalas “Wow, kakanda. Tidakkah engkau sadari ada ulat di punggungmu? Kulit bentol, memerah seperti klepon”. Wa.. klepon? Mana ada bentol gatal seperti klepon? Tapi sudahi dialog lebay ini. Ada yang ingin dibahas. Yap, soal alergi kulit.

Alergi memang sukar diprediksi pemicunya. Tiap orang berbeda. Tapi ada beberapa zat yang dikenal sebagai pemicu alergi pada sebagian besar orang. Bulu ulat misalnya. Jika terkena bulu ulat, kulit akan segera bentol-bentol gatal karena alergi.

Penyebab Alergi Kulit

Jika ada cinta pada pandangan pertama, adakah alergi pada sentuhan pertama? Jawabnya adalah tidak. Sebab alergi merupakan respon tubuh terhadap benda asing yang dianggap membahyakan tubuh. Namun respon ini seringkali berlebihan sehingga menyebabkan masalah.

Tubuh memiliki sistem kekebalan yang melibatkan antibodi. Pada kasus alergi, apakah alergi kulit atau alergi lainnya, terjadi melalui reaksi imunoglobulin E (IgE) dan sel mast yang tersebar di jaringan tubuh.

Ketika tubuh kontak dengan benda atau zat asing, tubuh mempelajari dan menilai apakah benda/zat asing tersebut berpotensi menimbulkan gangguan atau tidak. Ketika mekanisme kekebalan tubuh tersebut menilai jika benda asing tersebut bisa mengganggu, maka tubuh memproduksi antibodi, dalam hal ini IgE dalam jumlah yang cukup besar.

Pada kontak berikutnya dengan zat/benda asing yang sama, IgE akan berikatan dengan zat tersebut dan hal ini menyebabkan sel mast melepaskan berbagai mediator, seperti prostaglandin, leukotrien dan histamin.

Pada alergi, penilaian tubuh terhadap benda asing tersebut bisa dikatakan merupakan reaksi yang keliru, sebab banyak zat asing yang sebenarnya tidak berpotensi mengganggu, justru dianggap sebagai gangguan. Akibatnya tubuh akan bereaksi dengan berlebihan terhadapa zat tersebut. Inilah yang disebut dengan reaksi hipersensitivitas. Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas.

Banyak orang mengira jika reaksi alergi tergantung pada kadar. Sebetulnya tidak demikian. Baik kadar kecil atau besar, jika seseorang alergi terhadap sesuatu, maka orang tersebut tetap alergi meski hanya kontak dengan zat tersebut dalam jumlah yang kecil.

Kasus yang paling banyak pada alergi adalah alegi pada kulit. Ini wajar, sebab kulit merupakan pelindung tubuh paling luar sehingga sangat banyak kontak dengan zat asing. Pada kulit juga banyak terdapat sel mast yang mentimpan berbagai mediator alergi.

Zat pencetus alergi sangat beragam. Namun yang paling sering adalah adalah bulu binatang, debu, zat kimia dan lain sebaginya. Zat-zat pencetus alergi disebut dengan alergen.

Menifestasi alergi bisa lokal atau sistemik, bisa ringan maupun berat. Untuk reaksi alergi yang menyekluruh atau sistemik, kadang bisa menjadi masalah kesehatan yang sangat serius. Sedangkan pada alergi lokal, seperti alergi kulit, yang paling umum adalah bentol, kemerahan dan rasa gatal.

Obat Gatal Alergi Kulit

Terdapat banyak jenis obat gatal alergi kulit. Obat-obat tersebut bekerja dengan melakukan blokade terhadap reseptor Histamin 1 (H1). Mengapa melakukan blokade terhadap reseptor ini? Sebab mediator utama pada alergi kulit adalah histamin. Dengan melakukan blokade H1, maka histamin tidak dapat berikatan dengan reseptornya sehingga gejala alergi seperti gatal, bentol dan kemerahan dapat dicegah dan dihilangkan.

Obat yang pertama adalah obat legendaris untuk alergi, yaitu CTM (Chlor Tri Meton). Obat ini sangat efektif, murah namun mempunyai efek samping menyebabkan kantuk. Tersedia dalam berbagai nama dagang seperti CTM, Pehachlor, Cohistan, Orphen. Efek mengantuk ini disebabkan blokade reseptor H1 di susunan syaraf pusat. Karena itu, jika minum obat ini, jangan mengemudi atau menjalankan mesin.

Obat berikutnya adalah obat yang lebih baru dan spesifik seperti difenhidramin, loratadin dan cetirizin. Obat alergi ini mempunyai efek samping mengantuk yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan CTM. Hal ini karena obat-obat tersebut sangat sedikit menembus sawar otak sehingga blokade reseptor H1 di susunan syaraf pusat menjadi kecil.

Difenhidramin (Arcodryl, Otede, Valdres) selain sebagai antihistamin, juga sering digunakan sebagai obat antimabuk perjalanan.

Loratadin (Claritin, Lesidas, Klinset, Clarihis) dan cetirizin (Incidal OD, Cetinal, Cerini, Ryzen) merupakan obat alergi yang lebih spesifik. Efek samping mengantuk yang sangat kecil dan cukup diminum satu kali sehari.

Maka itu, sediakan berbagai obat alergi kulit jika di rumah banyak serangga, ulat ataupun debu. Sebab zat-zat tersebut adalah alergen yang potensial membuat kulit gatal-gatal.

Incoming search terms:
  • obat orphen
  • orphen obat apa
  • kegunaan obat orphen
  • obat CTM
  • fungsi obat orphen
  • orphen obat untuk penyakit apa
  • obat incidal
  • manfaat obat orphen
  • orphen obat gatal
  • orphen obat

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Satu komentar pada "Kalau Kulit Gatal Karena Alergi"

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>