intoleransi laktosa

Intoleransi Laktosa, Kala Susu Tak Cocok

“Saya bingung Pak T, si Ucok itu kalau minum susu formula, selalu bermasalah. Jadi rewel, perutnya kembung dan sering muntah. Setelah diperiksakan, katanya intoleransi laktosa. Susunya tidak cocok. Nah apa dong solusinya Pak T, susu seperti apa yang cocok untuk si Ucok?”, tanya om Tigor suatu sore.

Hm.. intoleransi laktosa? Ini sih masalah bawaan. Gawan bayi, kata orang Jawa. Dan ini bisa disiasati, agar anak atau bayi tetap dapat menikmati susu. Bagaimanapun, susu merupakan makanan yang sangat baik untuk pertumbuhan dan kesehatan.

Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Pada beberapa orang, baik bayi maupun dewasa, minum susu bisa menimbulkan masalah pencernaan. Secara awam, hal ini sering disebut sebagai susu yang tidak cocok, atau alergi susu. Susu tidak cocok memang ya, tapi alergi susu belum tentu.

Sebab seperti kasus yang menimpa si Ucok, anak Om Tigor, disebut sebagai intoleransi laktosa. Hal ini sangat jauh berbeda dengan alergi susu, meski gejala yang tampak mungkin sama. Alergi susu adalah masalah autoimun, ketika tubuh bereaksi berlebihan dan menyimpang terhadap susu melalui mekanisme alergi. Sedangkan intoleransi laktosa tidaklah demikian.

Intoleransi laktosa adalah ketika tubuh tidak dapat mencerna laktosa akibat kekurangan atau tidak ada enzim laktase. Laktosa yang ada dalam susu tidak dapat dicerna. Ketika laktosa ini sampai ke dalam usus besar, maka bakteri dalam kolon (usus besar) akan memfermentasikan laktosa tersebut sehingga menimbulkan banyak gas dan asam. Hal ini menimbulkan gejala gangguan pencernaan berupa diare, mual, kram perut, kembung dan sering buang gas.

Timbulnya gejala gangguan pencernaan tersebut tidak berlangsung segera, namun memerlukan jeda waktu yang cukup lama. Hal ini berbeda dengan alergi susu, yang gejala alergi timbul segera setelah minum susu.

Intoleransi laktosa merupakan hal yang cukup umum pada beberapa etnis, seperti etnis Asia, Hispanik dan penduduk Amerika asli. Kondisi ini juga lebih umum pada lansia dibanding pada bayi dan usia muda. Pada bayi, meski jarang ditemui, namun dapat terjadi. Jika demikian, bayi tersebut tidak dapat mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.

Solusi Intoleransi Laktosa

Tidak ada pilihan lain bagi penderita intolerasni laktosa selian menghindari produk-produk makanan dan minuman yang mengandung laktosa. Selaian pada susu, laktosa juga terdapat pada es krim, krim, butter, keju dan yogurt. Pada makanan berikut, margarine, kentang instant, sereal, campuran untuk kue dan salad sering ditambahkan laktosa ke dalamnya. Makanan seperti ini juga harus dihindari.

Meski laktosa banyak terdapat pada susu, apakah penderita intoleransi laktosa tidak dapat menikmati makanan tersebut? Tentu saja ada susu yang telah diolah sedemikian rupa, dengan mengganti nutrisi pengganti seperti susu kedelai yang tidak mengandung laktosa.

Beberapa produk nutrisi, seperti Enercal Plus, Nutren 1.0, Nutricomp Caloric dan Nutrition Soya merupakan contoh produk pengganti susu yang tidak mengandung laktosa. Sedangkan untuk bayi, terdapat susu yang bebas laktosa seperti Bebelac FL, Isomil, Nestle NAN FL, Vitalac BL dan lain sebagainya.

Solusi lain adalah dengan meminum tablet laktase sebelum mengkonsumsi makanan yang mengandung laktosa. Jadi dalam tubuh terdapat laktase untuk mencerna laktosa, meski itu didapat dari luar.

Intoleransi laktosa bukanlah alasan untuk mengalami kekurangan nutrisi dan mineral. Jika tidak dapat minum susu, harus ditemukan cara lain untuk menemukan sumber mineral penting yang terkandung dalam susu seperti kalsium. Banyak alternatif, diantaranya adalah ikan dan makanan lain yang juga kaya akan kalsium.

Incoming search terms:
  • bebelac fl
  • bebelac fl buat apa
  • bebelac ll
  • bebelac untuk diare
  • bebelove fl untuk bayi alergi
  • intoleran lactosa ganti susu
  • manfaat susu non laktosa
  • susu bebelac yang tidak mengndung laktosa
  • susu bebelove fl

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>