Herpes Zostger

Herpes Zoster, Herpes Kulit Yang Bikin Nyeri

“Mulanya adalah sebuah bintik merah di kulit bagian bawah leher. Panas dan sedikit gatal. Karena itu saya garuk. Tapi malah bintik itu semakin meluas. Bahkan sampai ke wajah. Bentuknya berkelompok, kemerahan dan ada bintik yang mengandung air. Katanya ini herpes Pak T. Lalu apa obatnya Pak T?”, tanya Mas Pujo, duda keren samping rumah.

Otomatis aku amati baian tubuh yang disebutkan Mas Pujo. Hmm.. benar, ada ruam yang tampak di lehernya, bahkan meluas hingga pipi bawah telinga. Pantas saja mas Pujo resah, sebab penampilan yang selalu dia jaga tetap rapi dan klimis sedikit ternoda. Penampilan, baginya, sesuatu yang penting, sebab dia tengah PDKT dengan Jeng Tini, itu pemilik warung makan yang still single, meski banyak yang naksir.

Aku sih tidak ingin terlalu jauh mengurusi strategi PDKT mas Pujo. Yang penting adalah membantu bagaimana agar herpes di pipinya itu segera raib.

Herpes Zoster, Virus Cacar Yang Kambuh

Menurut keterangan dari Mas Pujo, herpes yang dideritanya adalah herpes zoster. Ini sih salah satu jenis herpes. Jenis yang lain adalah herpes simpleks. Tapi untuk kali ini, saya akan menulis soal herpes zoster terlebih dahulu.

Herpes zoster, disebut juga sebagai cacar ular, cacar api, shingles, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicell-Zoster. Yap, ini adalah virus yang sama yang menyebabkan penyakit cacar air (Varicella). Ketika seseorang terkena penyakit cacar air, virus varicella akan menetap dalam tubuh, pada keadaan tidak aktif atai dorman. Tempat menetap virus ini adalah pada pusat syaraf (ganglia) posterior.

Ketika suatu saat kekebalan tubuh menurun, virus tersebut dapat aktif kembali dan melalui tepi syaraf, dapat menyebar ke permukaan kulit. Pada permukaan kulit, virus akan memperbanyak diri dan memberikan gejala berupa terbentuknya bintik-bintik kecil, berwarna merah, berisi cairan dan menggembung. Jadi virus ini menimbulkan penyakit melalui infeksi yang oportunistik.

Herpes zoster adalah penyakit lanjutan dari cacar air yang di sebabkan virus varicella zoster. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dan pernafasan. Karena itu dapat terjadi epidemi di antara orang-orang yang rentan.

Termasuk orang-orang yang rentan tertular adalah orang-orang dengan sistem imun yang lemah seperti lanjut usia, penderita HIV/AIDS. Pada orang yang muda dan sehat, herpes ini juga bisa timbul pada saat daya tahan tubuh tengah menurun.

Gejala Herpes Zoster

Pada awal infeksi, kulit menjadi sensitif dan timbul rasa nyeri seperti kulit terbakar selama beberapa hari atau minggu. Penyebab rasa sakit ini sulit diketahui hingga timbul bintik merah (ruam) di kulit. Ruam akan mincul berupa bintik merah di dasar kulit. Ruam akan semakin jelas dan meluas pada 3-5 hari kemudian. Kemunculan ruam ini mengiluti alur syaraf dari tulang belakang dengan pola seperti pita pada permukaan kulit, menyerupai sinar (ray like) dan disebut pula sebagai pola dermatomal. Namun pada sebagian kecil kasus, bintik merah tidak terlihat dan yang dirasakan hanyalah rasa nyeri.

Bintik merah akan muncukl pada seluruh atau sebagian jalur syaraf yang berkaitan. Biasanya, hanya satu jalur syaraf yang terkena. Namun pada beberapa kasus, beberapa jalur syaraf juga dapat terkait sekaligus.

Bintil merah atau lepuhan tersebut akan pecah dan berair dengan area sekitar mulai mengeras. Ini adalah tanda herpes zoster tersebut mulai sembuh. Namun hal ini biasanya terjadi setelah 3-4 minggu.

Obat Herpes Zoster

Pengobatan herpes zoster terdiri dari 3 hal, yaitu obat antivirus,analgesik dan obat neuralgia pasca herpes.

Sebagai antivirus, digunakan acyclovir (Clinovir, Danovir, Scanovir), Famciclovir (Famvir) atau Valacyclovir (Iclovar, Inclovir, Vaandavir) baik diberikan secara oral (diminum) ataupun berbentuk krim (dioleskan).

Untuk analgesik, dapat digunakan AINS seperti asam mefenamat (Dentacid, Mefinal) ataupun analgesik lainnya. Kortikosteroid oral kadang diberikan untuk mengurangi rasa nyeri jika diperlukan.

Sedangan obat untuk mengatasi nyeri pasca neuropatik pasca herpes dapat diberikan antikonvulsan seperti phenytoin (Dilantin, Ikaphen, Kutoin) ataupun gabapentin (Neurontin, Nepatic, Gabexal) dan Pregabalin (Provelyn, Leptica, PGB).

Karena virus herpes zoster adalah virus yang sama dengan virus penyebab Varicella, maka tindakan imunisasi cukup penting untuk mencegah terjangkitnya penyakit ini. FDA, pada tahun 2006, telah menyetujui penggunaan Zostavax, suatu konsentrat cacar air untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus herpes zoster, terutama pada lansia yang kekebalan tubuhnya telah menurun. Penggunaan Zostavax dapat mengurangi lepuh pada herpes zoster sebesar 50 persen.

Incoming search terms:
  • obat nyeri herpes zoster

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>