gagal ginjal

Gangguan Ginjal Sindrom Nefrotik

“Sindrom nefrotik itu apa sih Pak T? Penyakit gangguan ginjal seperti apa sih ini?”, itu pertanyaan Pak Joko, setelah menengok Rian, anak Pak RT yang tengah dirawat di rumah sakit. Dan saya, cukup perlu waktu untuk menjawab hal ini. Sebab, setahu saya, sindrom nefrotik bukanlah penyakit. Itu merupakan gangguan fungsi ginjal. Namun jika dibiarkan, tentu dapat memberikan masalah kesehatan yang serius.Antikoagulan

Memang sindrom nefrotik bukan sebuah penyakit. Ini adalah gangguan pada ginjal dan merupakan pertanda bahwa ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik. Dan jika tidak ditangani secara dini, bisa menyebabkan gagal ginjal. Wadhuh…

Sindrom nefrotik dapat terjadi pada siapa saja. Namun paling banyak terjadi pada anak-anak berusia 18 bulan hingga 18 tahun. Sindrom nefrotik terjadi apabila pembuluh darah kecil dalam glomerolus ginjal mengalami gangguan, sehingga proses penyaringan darah menjadi tidak normal. Protein dan kolesterol darah ikut terbuang bersama dengan urin sehingga kadar protein dalam darah menurun tajam. Efeknya akan terjadi pembengkakan, terutama mata, kaki dan pergelangan kaki.

Komplikasi Sindrom Nefrotik

Beberapa komplikasi serius akibat dari sindrom nefrotik diantaranya adalah:

Gangguan Pembekuan Darah
Dalam proses pembekuan darah, protein memegang peranan penting. Salah satu kecenderungan darah adalah membeku. Dalam tubuh, terdapat protein yang mencegah pembekuan darah terjadinya pembekuan darah yang tidak diperlukan. Namun apabila terjadi sindroma nefrotik, protein ini dapat ikut terbuang bersama urin. Jika demikian, resiko terjadinya penggumpalan darah dalam tubuh akan meningkat.

Kadar Kolesterol Dan Trigliserid Meningkat
Meskipun pada sindrom nefrotik kolesterol turut terbuang bersama urin, namun hal ini menyebabkan hati memproduksi kolesterol dan trigliserid sekaligus dalam jumlah yang lebih besar. Akibatnya, kadar kolesterol dan trigliserid meningkat.

Kenaikan Tekanan Darah
Filtrasi ginjal yang tidak sempurna membuat zat hasil metabolisme menumpuk. Dan Hal ini memicu terjadinya kenaikan tekanan darah (hipertensi).

Gagal Ginjal
Gangguan ginjal berupa fungsi glomerulus yang tidak sempurna menyebabkan zat hail metabolime menumpuk. Hal ini menyebabkan keadaan ginjal memburuk dari waktu ke waktu. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, keadaan ini dapat mengarah ke gagal ginjal.

Malnutrisi
Kehilangan protein dalam jumlah besar dapat menyebabkan tubuh kekurangan protein. Gejala malnutrisi dapat terjadi pada penderita sindrom nefrotik.

Gejala Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik dapat terjadi tanpa adanya gejala. Namun pada sebagian besar penderita, terdapt gejala-gejala sebagai berikut:

Urin Berbusa
Terdapatnya kandungan protein dan kolesterol dalam urin menyebabkan urin mudah untuk berbusa.

Pembengkakan
Gejala pembengkakan paling banyak terjadi di sekitar mata, pergelangan dan kaki. Pada organ dalam, pembengkakan dapat terjadi pada paru-paru yang menyebabkan sesak nafas.

Kenaikan Berat Badan
Gangguan ginjal ini membuat tubuh menampung cairan dalam jumlah besar. Akibatnya adalah berat badan dapat naik dengan cepat.

Obat Sindrom Nefrotik

Salah satu komplikasi dari sindrom nefrotik adalah kenaikan tekanan darah. Untuk menurunkannya, maka diberikan obat-obat antihipertensi. Penggunaan obat golongan ACE inhibitor selain menurunkan tekanan darah, juga mengurangi bocornya protein ke dalam urin.

Diuretik
Salah satu fungsi diuretik adalah mengeluarkan air dari dalam tubuh melalui urin. Pada pembengkakan tubuh akibat sindrome nefrotik, penggunaan diuretik, seperti furosemid (Lasix, Farsix, Cetasix) efektif mengurangi pembengkakan.

Penurun Kolesterol
Kadar kolesterol dan trigliserid akan meningkat pada penderita sindroma nefrotik ini. Untuk menurunkannya, penggunaan obat golongan statin seperti atorvastatin (Lipitor, Truvaz), Fluvastatin (Lescol), Lovastatin (Cholestra, Lipovas, Lovatrol), Pravastatin (Pravachol, Mevalotin, Mevachol), Rosuvastatin (Crestor), dan Simvastatin (Zocor, Cholestat, Rendapid) untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliderid dalam darah.

Antikoagulan
Kehilangan protein yang mencegah terjadinya pembekuan darah menyebabkan darah akan mudah menggumpal. Untuk mencegahnya dapat diberikan antikoagulan. Dengan demikian, kecenderungan darah untuk membeku dapat dikurangi.

Selain itu, diet makanan rendah garam dapat membantu mencegah kenaikan tekanan darah dan mengurangi pembengkakan (edema) yang mungkin terjadi.

Incoming search terms:
  • solusi dada sesak karena sindrom nefrotik

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>