Vitamin C

Menimbang Fungsi dan Manfaat Konsumsi Vitamin C Setiap Hari

Vitamin C merupakan primadona diantara berbagai vitamin lainnya. Apalagi dengan ditunjang iklan di berbagai media yang menginformasikan berbagai fungsi dan manfaat mengkonsumsi vitamin C setiap hari. Dhuh… ada benarnya, namun banyak lebay dalam iklan tersebut. Lalu gimana yang sebenarnya?

Saya mulai dari kandungan vitamin C dalam berbagai suplemen (Xon Ce, Vitacimin, CDR, Redoxon, Enervon C, You C-1000) dan berbagai produk lainnya. Berapa kadarnya? Banyak produk yang mengandung vitamin C sebanyak 500 mg, bahkan ada yang hingga 1000 mg. Tapi tahukah anda bahwa kebutuhan tubuh akan vitamin C tidak lebih dari 100 mg/hari?

Manfaat Dan Fungsi Vitamin C

Vitamin C merupakan vitamin yang tidak dapat diproduksi tubuh. Untuk mencukupinya, tidak ada jalan lain kecuali lewat makanan.

Vitamin C merupakan antioksidan yang sangat baik dan kuat. Radikal bebas dalam tubuh dapat dinetralisir oleh vitamin ini, sehingga efek buruk yang ditimbulkannya dapat dicegah.

Karena sifatnya sebagai antioksidan, maka fungsi dan manfaat vitamin C sangat luas. Diantaranta adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh, untuk menetralkan radikal bebas, mengurangi resiko kanker, membuat awet muda dan berbagai fungsi lainnya.

Selain fungsi dan manfaat di atas, vutamin C juga mempunyai khasiat untuk mempercepat regenarsi sel, terutama sel kulit. Karena itulah, serum pemutih kulit juga mengandung vitamin C. Bahkan juga ada suntik vitamin C yang diformulasikan dengan kolagen untuk mencerahkan dan mengencangkan kulit.

Meski vitamin C bisa untuk mencerahkan kulit, namun penggunaannya dengan cara disuntikkan masih menimbulkan kontroversi. Sebab pencerahan kulit yang terjadi melalaui mekanisme kulit “dipaksa” untuk melakukan regenerasi. Karena proses ini, jika tidak dilakukan penyuntikan lagi, kulit cepat menjadi gelap.

Pada sistem kekebalan tubuh, vitamin C berpengaruh positif. Sistem imun akan menjadi lebih kuat jika kebutuhan vitamin C terpenuhi. Hal yang sebaliknya, jika terjadi defesiensi, maka kekebalan tubuh juga akan menurun.

Vitamin C Dosis Tinggi, Perlukah?

Kebutuhan vitamin C harian sebenarnya tidaklah sebesar seperti yang diiklankan. Besarnya kebutuhan tubuh akan vitamin C hanya sebesar 75-90 mg/hari. Namun pada kondisi-kondisi tertentu, vitamin C dosis tinggi mungkin saja diperlukan.

Kondisi tersebut adalah para perokok, penderita stress, tuberkulosis, HIV/AIDS, penderita luka bakar, hipertiroidisme dan penderita penyakit infeksi. Bahkan pada infeksi virus,seperti influenza, pemnberian vitamin C sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar mampu mengusir virus tersebut.

Namun untuk orang-orang yang normal, pemberian vitamin C dosis tinggi adalah suatu pemborosan. Sebab kelebihan tersebut akan terbuang melalui urin dan feses. Belum lagi soal efek samping yang mungkin timbul.

Vitamin C,secara kimia disebut dengan asam askorbat. Senyawa ini bersifat asam. Konsumsi berlebih dapat memicu sakit maag. Karena itu, penderita maag sangat tidak direkomendasikan untuk mngkonsumsi vitamin C dosis tinggi.

Sifat asam vitamin C juga dihubungkan dengan terjadinya batu ginjal. Pada suasana asam, ion kalsium akan lebih mudah mengendap. Endapan ini, di ginjal, akan membentuk batu ginjal.

Dengan kata lain, untuk orang normal, minumlah vitamin C sesuai kebutuhan.

Sumber Vitamin C Terbaik

Vitamin C adalah senyawa yang larut dalam air. Sifat ini membuat tubuh tidak dapat menyimpannya. Setiap ada kelebihan, tubuh akan membuangnya bersama dengan feses atau urin. Karena tidak dapat disimpan, maka kecukupan vitamin C ini tergantung pada makanan yang dikonsumsi.

Sumber vitamin C terbaik adalah yang berasal dari alam. Beberapa makanan diketahui mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi. Sebagian besar diantaranya adalah buah-buahan dan sayur-sayuran.

Perlu diperhatikan, vitamin C adalah senyawa yang sangat mudah terurai. Jika terkandung dalam sayuran, proses memasak yang terlalu lama dapat merusaknya. Karena itu, jika memungkinkan, buatlah lalap, agar kandungan vitamin C dalam sayuran tidak rusak.

Pada buah, kandungan vitamin C akan menurun seiring dengan berjalannya waktu. Buah yang mulai “layu” akan rusak kandungannya. Karena itu, makanlah buah segar, bukan buah yang telah lama di awetkan, misalnya dalam lemari lemari pendingin.

Pengupasan buah berarti membuat udara dapat kontak langsung dengan vitamin C. Kontak ini menyebabkan vitamin C teroksidasi. Ha ini mudah diamati. Misalnya pada buah apel yang segera menjadi coklat jika dikupas. Karena itu, makanlah segera buah setelah dikupas.

Dengan konsumsi buah dan sayuran setiap hari, kebutuhan vitamin C akan tercukupi. Tidak perlu minum suplemen. Hal itu hanya pemborosan saja. Jika ada sumber vitamin C terbaik, yaitu buah dan sayuran, mengapa harus minum suplemen?

Incoming search terms:
  • vitacimin
  • manfaat cdr
  • vitamin CDR
  • manfaat redoxon
  • manfaat cdr bagi tubuh
  • manfaat vitacimin
  • redoxon
  • fungsi CDR
  • enervon C
  • cdr redoxon

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>