Sepatu Hak Tinggi, high heel

Efek Samping Memakai Sepatu Hak Tinggi

Membaca sebuah blog fashion, ada yang membuat saya sedikit mengernyutkan dahi. Apa pasal? Pada salah satu artikel tentang sepatu hak tinggi, tertulis “benahi mindset Anda. Penampilan yang prima, memerlukan pengorbanan”. Nah lho…

Bicara soal penampilan, wanita adalah mahluk yang paling memperhatikannya. Banyak cerita tentang bagaimana untuk tampil cantik, wanita mau melakukan apa saja. Dari sekedar bersusah-susak memakai aksesoris yang rumit hingga melakukan permak wajah dan tubuh melalui operasi plastik. Banyak yang kemudian tampil cantik, namun juga banyak yang gagal, bahkan operasi plastik yang dilakukan berakhir dengan masalah kesehatan serius.

Salah satu yang sering saya temui adalah wanita begitu gandrung dengan sepatu hak tinggi (high heel). Melihat bentuknya saja saya langsung membayangkan betapa susah dan menyiksanya saat memakai sepatu itu. Tapi bagi istri saya?

“Nggak apa-apa. Memang agak susah, tapi tubuh jadi terlihat lebih tinggi dan langsing. Ayah seneng kan kalau Umi cantik?” katanya menjawab keraguanku. Ya sudah, saya hanya berharap keputusannya memakai high heel dalam resepsi pesta pernikahan keponakan tidak menimbulkan kelelahan pada kakinya. Sebab, istri saya menjadi penerima tamu. Dan ini bakal lama berdirinya.

Tapi harapan saya tidak terpenuhi. Sebab sre hari, saat di rumah, istri saya mengeluh kakinya terasa pegal. Sebabnya ya kecapkekan berdiri, pakai high heel lagi. Tapi pegal adalah salah satu efek dari pemakaian sepatu hak tinggi. Masih ada yang lain. Berikut adalah efek samping dan resiko pemakaian high heel bagi kesehatan:

1. Kram Kaki
Pada saat memakai sepatu hak tinggi, otot kaki tidak berada pada posisi yang normal. Otot kaki tegang, apalagi jika digunakan untuk berdiri dalam jangka waktu yang cukup lama. Akibatnya, otot kaki dapat mengalami kram. Dan kram ini bisa sangat terasa nyeri.

2. Cidera Otot
Beberapa otot rentan cidera saat memakai sepatu hak tinggi. Tendon otot archiless dapat mengalami peradangan karebna tertarik terus menerus. Selain itu, memakai high heel juga meningkatkan resiko keseleo. Tahukan kalau keseleo, otot bisa cidera.

3. Gangguan Syaraf
Saat memakai sepatu hak tinggi, berat badan tidak tertumpu secara merata pada telapak kaki, namun tertumpu pada bagian depan kaki. Akibat tekanan terus menerus pada baian tersebut, jaringan syaraf tersebut dapat mengalami kerusakan. Bukan hanya pada bagian telapak, syaraf pada bagian tumit juga dapat ikut mengalami gangguan.

4. Merusak Keselarasan Tulang
Posisi kaki yang seperti berjinjit saat memakai sepatu high heel adalah posisi yang memaksa seluruh tulang, dari panggul hingga telapak, untuk menyesuaikan dengan posisi yang tidak alami ini. Itulah sebabnya, tulang dapat terasa nyeri saat memakai sepatu ini.

5. Nyeri Lutut
Nyeri lutut merupakan keluhan yang umum dari para pemakai sepatu high heel. Hal ini karena berat tubuh bergeser lebih ke depan sehingga menyebabkan tekanan pada lutut meningkat. Namun kerusakan pada lutu ini terjadi pada pemakaian sepatu hak tinggi pada jangka waktu yang lama.

6. Perubahan Pada Jari Kaki
Untuk menahan tubuh, jari kaki pada saat memakai high heel akan lebih menekuk. Ini memang memberi tahanan dan stabilitas yang lebih baik. Namun menekuk pada ruang yang sempit dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan perubahan yang permanen, yang disebut dengan hammertoes, bahkan setelah sepatu dilepas. Ini akan sangat tidak enak dilihat dan juga menyakitkan saat berjalan.

7. Perubahan Pada Kuku Kaki
Seperti pada jari kaki, kuku jika mengalami tekanan terus menerus juga dapat mengalami perubahan bentuk. Kuku akan lebih cembung dan tumbuh tidak normal. Hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang tajam.

Itu sebagian dari efek samping pemakaian sepatu hak tinggi. Dan seperti yang saya singgung di atas, istri saya juga mengalami kesakitan setelah memakai high heel. Kakinya merasa pegal. Dan untuk itu aku tawarkan satu solusi, mengingat istri saya tidak rutin memakai sepatu tersebut. Apa itu? Tentu saja pijat oleh ahli pijat langganan. Saya, ya ikut pijat tho…

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>