Tes Kehamilan

Cara Kerja Dan Reaksi Pada Alat Tes Kehamilan (Test Pack)

Bagi beberapa pasangan suami-istri, kehadiran momongan sangat didambakan. Banyak yang kemudian penasaran, hanya setelah beberapa hari menikah, melakukan tes kehamilan mandiri menggunakan alat test pack. Berharap hasil tesnya positit. Di sisi lain, ada juga yang melakukan tes kehamilan dengan harap-harap cemas, hamil apa tidak ya? Harapannya adalah hasil tesnya negatif.

Apapun latar belakang seseorang melakukan tes kehamilan, selalu ada pertanyaan, apakah hasil tes sederhana menggunakan test pack tersebut akurat? Bagaimana cara kerja test pack tersebut?

Dasar Kerja Dan Reaksi Tes Kehamilan (Test Pack)

Tes kehamilan adalah mendeteksi adanya kehamilan, meski dalam tahap usia yang masih muda. Ciri kehamilan yang di deteksi adalah ciri-ciri secara biokimia. Bukan ciri-ciri fisik dari wanita hamil.

Kehamilan, secara biokimia, dapat diketahui dengan adanya hormon HGC (Human Chorionic Gonadotropin) dalam urin. Hormon ini dihasilkan oleh plasenta, yang terbentuk kitra-kira seminggu setelah pembuahan. Hormon ini sebenarnya dihasilkan oleh sel embrio, namun kemudian dilanjutkan oleh plasenta pada saat kehamilan. Adanya HCG akan menstimulasi ovarium mensekresikan hormon steroid untuk stabilisasi kandungan.

Jika jumlah HCG cukup, maka hormon ini akan beredar dalam darah dan selanjutnya akan tereksresi bersama dengan urin. Hormon HCG merupakan hormon yang diproduksi pada saat kehamilan. Karena itu, adanya hormon ini dapat dsebagai penanda seseorang hamil atau tidak. Deteksi hormon ini dapat dilakukan pada urin.

Alat untuk deteksi HCG dalam urin telah banyak tersedia, yang lazim disebut alat tes kehamilan atau test pack (Sensitif, Akurat, OneMed). Cara penggunaannya pun mudah. Tingga celup pada air seni, tunggu, dan muncul 2 strip merah jika positif hamil, satu strip jika negatif, tidak hamil. Pertanyaannya, bagaimana mekanisme kerja dan reaksi pada alat tes kehamilan (test pack) tersebut?

Metode tes tersebut di atas termasuk dalam chromatographic immunoassay, dengan menggunakan reaksi [HGC]-[anti HCG] sebagai antigen dan antibodi. Dasar mekanisme kerja dan reaksinya sebagai berikut:

Reaksi HCG dan anti-HCG bersifat spesifik, membentuk suatu molekul kompleks. Antibodi akan berikatan dengan antigen pada tempat yang spesifik, yang disebut epitop. Antibodi yang memiliki satu epitop disebut antibodi monoklonal, sedangkan yang memiliki lebih dari satu epitop disebut poliklonal. Antibodi tersebut adalah anti-HCG1 yang bersifat monoklonal, anti-HCG2 yang poliklonal dan anti-anti-HCG1, sebagai antigen terhadap anti-HCG1. Ketiga zat tersebut akan memberikan perbedaan jarak pada kromatografi sederhana pada test pack, sehingga jika positif, akan muncul dua strip garis merah.

Anti-HCG1 bersifat mobile, sehingga dapat bergerak ke area tes pada test pack karena gaya kapilaritas, sedangkan anti-HCG2 dan anti-anti-HCG1 bersifat fixed, tertanam dalam area tes di test pack.

Ketika test pack dicelupkan dalam urin yang mengandung HCG, maka HCG akan bereaksi dengan anti-HCG1. Di area tes, molekul kompleks [HCG]-[anti-HCG1] akan berikatan dengan [anti-HCG2] pada epitop yang berbeda, membentuk [HCG]-[anti-HCG1]-[anti-HCG2]. Reaksi ini akan membuat indikator menjadi berwarna merah, dan bergerak ke atas sesuai dengan gaya kapilaritas.

Di area kontrol, anti-HCG1 yang masih tersisa (yang tidak berikatan dengan HCG) akan berikatan dengan anti-anti-HCG1 membentuk suatu kompleks [anti-HCG1]-[anti-anti-HCG1]. Terbentuknya kompleks ini akan membuat indikator berwarna merah. Sehingga akan terbentuk dua strip berwarna merah. Sesuai dengan prinsip kromatografi, jika 2 zat mempunyai polaritas yang berbeda akan terpisah, maka 2 molekul kompleks tersebut diatas juga akan terpisah, yag ditunjukkan dengan 2 strip berwarna merah. Interpretasi atas 2 strip merah tersebut adalah positif hamil.

Bagaimana jika negatif? Karena jika tidak hamil tidak ada HCG, maka hanya kan terbentuk kompleks [anti-HCG1]-[anti-anti-HCG1] sehingga hanya terbentuk 1 strip merah. Artinya negatif, tidak hamil.

Meski sederhana, tes kualitatif ini bisa mendeteksi kehamilan dengan akurasi 99,99 persen. Sangat akurat.

Incoming search terms:
  • cara kerja test pack
  • cara kerja tespek
  • cara kerja testpack
  • prinsip kerja test pack kehamilan
  • cara kerja tespek#spf=1
  • cara kerja tespek kehamilan
  • cara kerja taspack
  • cara kerja stip tes
  • tes kehamilan metode tes
  • cara kerja alat test pack

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>