Wajah Bells Palsy

Bila Wajah Mencong Karena Bell’s Palsy

Ada kejutan yang saya dapatkan pagi ini. Bukan kejutan yang menyenangkan. Apa itu? Ketika sedang asyik membesihkan halaman, tiba-tiba saja Bu John, tetangga sebelah memanggil. “Pak T, Pak John ini kenapa?”, tanya Bu John padaku dengan sedikit panik.

Mendengar sesuatu yang sepintas merupakan keadaan darurt, saya bergegas menengok. Dan apa yang saya temui adalah wajah Pak John, yang tidak simeteris. Bibir merot, dan wajah terlihat miring. Pak John juga sedikit kesulitan bicara. Apa ini stroke? Sesaat saya menilai ini mungkin stroke. Bergegas segera saya minta Pak John diantar ke rumah sakit terdekat.

Berhubung ini bukan hari libur, dan Pak John juga sudah mendapatkan perawatan medis, saya pamit pulang untuk mandi dan berangkat kerja. Dan sorenya, ketika saya membezuk Pak John, barulah saya tahu kalau penyebab wajah Pak John mencong dan tidak simetris itu bukan stroke, tapi Bell’s Palsy.

Kelumpuhan Otot Wajah

Bell’s palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan pada otot pada salah satu sisi wajah yang bersifat sementara. Akibatnya wajah akan terlihat mencong dan tidak simetris akibat salah satu sisi melorot. Hal ini terjadi akibat adanya kerusakan syaraf yang mengontrol otot wajah. Kerusakan syaraf ini juga mempengaruhi kemampuan merasa pada lidah, mengganggu produksi air mata dan ludah.

Penyakit Bell’s palsy bukanlah hasil dari stroke ataupun trascient ischemic attack. Mesikipun kedua hal tersebut dapat menyebabkan paralisis (kelumpuhan) pada wajah, namun tidak ada hubungan antara kondisi tersebut dengan Bell’s palsy.

Syaraf yang mengontrol otot-otot wajah berpusat pada batang otak. Gerakan tersenyum, meringis, berbicara dan bibir maju kedepan dikoordinasi oleh syaraf ini. Pada mata, syaraf ini mengatur gerakan kelopak, seperti memejamkan mata, menggerakkan bola mata dan mengatur produksi dan aliran air mata. Syaraf ini juga mempengaruhi lidah, kelenjar ludah dan pendengaran.

Pada Bell’s Palsy, gangguan pada saraf ini mengakibatkan saraf tidak dapat mengatur impuls motorik kepada otot lantaran tersumbat akibat pembengkakan. Akibatnya, otot-otot pada organ yang langsung berhubungan dengan saraf tersebut menjadi tidak berfungsi dan organ pun menjadi lumpuh. Wajah terlihat tidak simetris, salah satu sisi melorot, lidah, mata, telinga dan kelenjar ludah terganggu.

Terjadinya Bell’s palsy dapat terjadi dengan cepat, bisa hanyan dalam jangka waktu semalam. Namun penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1 atau beberapa minggu. Sebagian besar penderita dapat pulih seperti sedia kala, namun sebagian kecil tidak dapat sembuh dengan total.

Penyebab Bell’s Palsy

Penyebab Bell’s palsy tidak diketahui dengan pasti. Ada dugaan keadaan ini terjadi akibat syaraf pada wajah tertekan. Penyebab lain adalah infeksi virus. Jenis virus yang menyebabkan Bell’s palsy virus:

  • Herpes simplex
  • Herpes zoster
  • Epstein-Barr
  • Adenovirus
  • Rubella
  • Virus gondhong (mumps virus)
  • Influenza B
  • Coxsackievirus

Virus-virus tersebut sering menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit, namun tidak semua infeksi virus menyebabkan Bell’s palsy

Namun ada suatu keadaan yang diduga mendukung terjadinya Bell’s palsy. Sebagian besar penderita punya kebiasaan terpapar udara dingin ataupun berada dalam ruangan AC.

Belum ada penjelasan mengapa ruangan ber AC dapat meningkatkan resiko Bells palsy. Namun berlama-lama berada di ruangan ber AC dan ruangan tertutup, secara umum, tidak baik untuk kesehatan.

Obat Bell’s Palsy

Obat yang digunakan untuk mengatasi Bell’s palsy adalah :

Kortikosteroid seperti prednisolon. Obat ini sangat efektif untuk mengatasi peradangan pada syaraf wajah. Penggunaan obat ini akan maksimal jika digunakan segera setelah gejala Bell’s Palsy muncul.

Obat antivirus. Obat ini penting untuk segera mengatasi infeksi virus yang terjadi. Antivirus yang digunaka, misalnya dari kelompok Acyclovir, seperti acyclovir (Clinovir, Danovir, Licovir) dan valacyclovir (Valmet).

Fisioterapi. Karena otot-oto wajah menjadi lumpuh dan tidak dapat berkontraksi, maka perlu latihan-latihan khusus untuk kembali melatih otot-otot tersebut. Dengan fisioterapi secara teratur, otot-otot wajah dapat pulih seperti sedia kala.

Sebagian besar penderita Bell’s Palsy dapat sembuh dalam hitungan minggu. Namun ada yang dalam jangka waktu 9 bulan. Dan sebagian kecil lagi tidak dapat pulih seperti sedia kala. Karena itu, jika ada gejala terkena Bell’s Palsy, segeralah mencari perawatan medis. Semakin cepat, akan semakin baik.

Incoming search terms:
  • obat buat penyakit waja mencong
  • 3gp pijat muka mencong
  • cara mengobati bibir mencong
  • cara mengobati mulut mengok saat berbicara
  • cara menyembuhkan penyakit mencong
  • kalo nervos terpotong terjadi parastesi wajah mjd merot bisakah diobati
  • mulut atas tiba tiba menceng
  • obat mulut mencong
  • penyakit muka mencong

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>