Batu Ginjal, sakit pinggang

Batu Ginjal Bikin Sakit Pinggang

Entah ini clubbing yang keberapa yang berlangsung di teras rumah. Maklum tidak ada absensinya. Dan seperti biasa obrolan berlangsung ngalor ngidul tidak jelas hingga sampai pada topik batu. Bukan sembarang batu, tapi batu ginjal.

Dan seperti biasa, kalau soal obat, biasanya pemilik blog ini yang jadi presenter dadakan. Dan secara berkelakar, saya jawab “Sebenarnya menguntungkan lho kalau punya batu ginjal. Kalau banyak, bisa jadi bahan bangunan yang berharga mahal. wk..wk..wk..”

Meski aku jawab bergurau, tetap saja topik tak beranjak dari batu ginjal. Ya sudahlah, terpaksa kali ini, dengan sersan, aku jawab dengan penjelasan yang rasional, terutama soal obatnya. Tapi sebelum sampai ke sana, ada hal yang penting, apa itu batu ginjal?

Mengapa Terbentuk Batu Ginjal?

Batu ginjal adalah kristal mineral yang terbentuk dalam ginjal atau kandung kemih. Dapat ditemukan di ginjal, kandung kemih dan sepanjang saluran urin.

Batu ginjal yang berukuran kecil bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Batu yang terdapat dalam kandung kemih dapat menyebabkan perut bagian bawah terasa nyeri. Batu yang berukuran cukup besar dapat menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus yang menimbulkan rasa nyeri hebat (kolik) yang hilang timbul, terasa pada punggung, antara tulang rusuk dan tulang pinggang, menjalar pada perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam.

Pada saat batu melewati ureter, penderita mungkin akan lebih sering berkemih. Bila batu menimbulkan sumbatan, bakteri dapat terkumpul pada air kemih yang tersumbat tersebut dan dapat terjadi infeksi. Jika penyumbatan terjadi dalam jangka waktu yang panjang, air kemih dapat mengalir balik ke dalam ginjal, menyebabkan tekanan dalam ginjal meningkat yang dapat menggelembungkan ginjal (hidrofenosis) dan menyebabkan kerusakan ginjal.

Akibat batu ginjal memang cukup serius. Tapi sebenarnya, apa yang menyebabkan terbentuknya batu ginjal? Batu ginjal terbentuk dari bermacam-macam endapan, terutama endapan kalsium, asam urat dan berbagai mineral lainnya.

Urin mengandung berbagai mineral yang dibuang oleh tubuh. Ketika urin menjadi pekat, bisa akibat kurang minum, mineral yang terdapat dalam urin dapat mengendap. Semakin lama endapan ini menjadi semakin keras dan besar sehingga terbentuklah batu ginjal. Proses pembentukan batu ginjal ini disebut urolitiasis.

Dilihat dari senyawa penyusunnya, terdapat beberapa jenis batu ginjal:

Batu kalsium. Sekitar 75 persen batu ginjal terbentuk dari kalsium yang mengendap dalam bentuk terikat dengan oksalat.

Batu asam urat. Hal ini terjadi jika dalama tubuh terjadi kelebihan asam urat yang dieksresikan melalui urin. Jika berlebih, asam urat dapat mengendap dalam ginjal.

Batu struvite. Batu ini terjadi akibat infeksi oleh bakteri dan kebanyakan terdapat pada perempuan. Jenis batu ini dapat membesar dan menjadi masalah kesehatan yang serius.

Batu cystine. Batu ini terbentuk dari protein dan terdapat pada orang yang mengalami kelainan dalam metabolismenya.

Banyak faktor yang mempengaruhi proses pembentukan batu ginjal. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Dehidrasi. Apabila tubuh kekurangan air, maka urin yang terbentuk akan menjadi lebih pekat. Keadaan ini akan mempermudah zat-zat yang terdapat dalam urin mengendap dan membentuk kristal batu ginjal.

Kurang minum air. Dengan alasan yang sama, kurang minum air juga menyebabkan urin menjadi lebih pekat. Minum air dalam jumlah cukup, kurang lebih 2 liter per hari, akan mencegah terbentuknya batu ginjal.

Makan makanan yang banyak mengandung asam urat dan kalsium. Kedua zat tersebut merupakan penyebab utama terbantuknya batu ginjal.

Terlalu berlebihan asupan vitamin C. Vitamin ini memang penting, namun jika jumlahnya berlebihan, makan akan terbentuk senyawa oksalat yang dapat mengkristal dalam ginjal.

Kelebihan vitamin D. Proses penyerapan kalsium dibantu oleh vitamin D. Jika jumlah vitamin D berlebihan, maka terjadi penyerapan kalsium dalam jumlah yang tinggi dan dapat menumpuk pada ginjal.

Keturunan. Bagi orangtua yang mempunyai batu ginjal, kemungkinan anak-anaknya juga dapat menderita batu ginjal pula.

Kelainan metabolisme. Untuk orang-orang yang mempunyai ketidaknormalan dalam metabolisme protein, dalam urin dapat terdapat asam amino, yang jika mengendap dalam ginjal akan membentuk batu ginjal.

Obat Peluruh Batu Ginjal

Jika batu ginjal masih dapat diluruhkan dengan obat, maka terapi menggunakan obat merupakan pilihan. Untuk itu ada 3 jenis obat yang perlu diberikan dalam terapi.

Yang pertama adalah analgetik. Keberadaan batu ginjal sering menimbulkan rasa sakit pada pinggang, baik pinggang kanan maupun kiri, rasa nyeri (kolik) yang cukup hebat. Beberapa obat analgetik yang cukup kuat dapat digunakan, untuk mengurangi rasa sakit tersebut, diantaranya adalah Ketoprofen (Kaltrofen, Pronalges, Ovurilla). Obat analegetik ini cukup kuat dan beberapa diantaranya tersedia dalam bentuk tablet, suppositoria dan injeksi, sehingga cukup fleksibel penggunaannya untuk disesuaikan dengan kondisi penderita.

Kedua adalah obat yang digunakan untuk mengeluarkan batu ginjal tersebut. Untuk dapat keluar dari tubuh, batu ginjal memerlukan saluran yang cukup lebar agar dapat dilewatinya. Jika ukuran batu cukup besar, maka untuk mengeluarkannya adalah dengan mendorongnya keluar. Obat diuretik, seperti furosemid (Lasix, Farsix, Urosix) akan meningkatkan poduksi urin sehingga dapat menambah daya dorong terhadap batu ginjal. Diharapkan batu ginjal akan keluar bersama dengan urin. Strategi berikutnya adalah dengan memperlebar saluran urin. Obat seperti dutasteride (Avodart) yang digunakan dalam pengobatan BPH (pembesaran prostat), dapat dipakai untuk keperluan ini. Efeknya terhadap saluran urin adalah memperlebar saluran tersebut sehingga akan mempermudah keluarnya batu ginjal.

Dan yang ketiga adalah obat peluruh atau penghancur batu ginjal. Beberapa obat herbal dan tradisional sering digunakan untuk keperluan ini. Daun tempuyung, kejibeling dan kumis kucing cukup populer digunakan oleh masyarakat. Bukan hanya dari Indonesia, tumbuhan dari Eropa seperti Juniper, Mint dan lain sebagainya juga luas digunakan. Obat-obat ini cuku[p efektif menghancurkan atau meluruhkan batu ginjal dan telah digunakan secara luas.

Beberapa industri farmasi baik nasional maupun international mengemas zat aktif dari herbal tersebut dan terciptalah beberapa produk seperti Calcusol, Enatin, Nephrolit dan Kalkurenal untuk meluruhkan batu ginjal. Sejauh ini, penggunaan obat-obat herbal tersebut cukup baik untuk meluruhkan batu ginjal.

Bagaimana jika obat-obatan tak lagi efektif? Tentu tindakan lain seperti operasi atau penghancuran dengan laser mungkin diperlukan.

Incoming search terms:
  • nephrolit
  • efek samping kalkurenal
  • calcusol
  • efek samping nephrolit
  • fungsi obat enatin
  • Khasiat obat nephrolit
  • obat neprolit
  • kalkurenal untuk menghancurkan batu ginjal
  • kasiat obat calcusol
  • kasiat obt enatin

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>