Tahi Lalat

Apakah Tahi Lalat Jadi Kanker?

Apa ada hubungan antara tahi lalat dengan sifat-sifat seseorang? Sebagian orang mempercayai hubungan itu. Salah satu contohnya adalah tahi lalat di bibir atas. Orang dengan tahi lalat seperti itu sering diberi stigma ceriwis. Tapi apakah stigma itu benar dan sesuai? Menurut saya tidak. Sebab saya sendiri mempunya tahi lalat seperti itu, tapi tidak cerewet dan ceriwis. Charming malah…. ha..ha..ha..

Tidak, saya tidak sedang membicarakan tahi lalat dan sifat-sifat seseorang. Ada yang lebih penting dari itu, yaitu apakah tahi lalat merupakan tanda adanya kanker? Soalnya ada yang tengah ribut. Siapa lagi kalau bukan Jeng Yani. Entah dapat informasi darimana dia tiba-tiba langsung bertanya pada saya.

“Pak T, apa tahi lalat bisa jadi kanker. Apa tahi lalat seperti ini yang akan jadi kanker?”, berondong Jeng Yani saat ketemu di depan rumah, sambil menunjukkan koleksi tahi lalatnya. Welah.. tentu saja pertanyaan ini cukup membuat saya berkernyit. Lha wong tahi lalatnya lumayan besar je..

Tahi Lalat = Kanker?

Tahi lalat, bahasa medisnya adalah nevus pigmentosus, sebenarnya merupakan tumor jinak yang paling umum dijumpai pada kulit manusia. Tahi lalat mempunyai ciri yang sangat khas, yaitu berwarna gelap, ukurannya tetap meski kadang ada juga membesar.

Biasanya, orang mempunyai tahi lalat sejak lahir. Beberapa orang mendapatkan tahi lalat setelah dewasa. Mengapa bisa? Tahi lalat dapat tumbuh karena adanya pemicu seperti sering terpapar sinar matahari yang mengakibatkan produksi melanin, suatu pigmen kulit yang berwarna gelap. Selain itu, yang paling sering adalah faktor genetik dan didapat sejak lahir. Obat-obatan pemutih kulit, makanan cepat saji dan bahan yang mengandung arsen juga dapat memicu tumbuhnya tahi lalat.

Adanya tahi lalat menjadi indikasi adanya penumpukan melanin, pigmen kulit, yang tertahan di bawah kulit. Pigmen ini mempunyai “sarang” yang terletak di bawah kulit dan sewaktu-waktu dapat timbul. Itulah mengapa seiring bertambahnya usia, tahi lalat dapat bertambah banyak jumlahnya.

Pada umumnya, tahi lalat bukan menjadi masalah kesehatan. Lebih sering menjadi masalah kosmetik. Sebab tahi lalat, terutama di baian wajah, akan jelas terlihat dan jika letak atau ukurannya besar, hal ini bisa dianggap merusak penampilan. Meski begitu, ada beberapa tahi lalat yang berubah menjadi kanker.

Ada ciri-ciri khusus tahi lalat yang bisa menjadi kanker tersebut. Untuk mengetahuinya, perlu pemeriksaan sederhana dengan metode ABCD, yang dapat dilakukan sendiri. Metode tersebut adalah sebagai berikut:

A (Asimetris).
Tahi lalat yang normal dan tidak berbahaya berbentuk bulat. Sedangkan yang berpotensi berubah menjadi kanker cenderung mempunyai bentuk yang tidak beraturan (asimetris).

B (Border)
Amati batas tahi lalat. Tahi lalat yang bersifat kanker mempunyai batas dengan bentuk bergerigi. Terkadang juga terdapat tonjolan di bagian tengah. Tahi lalat normal mempunyai permukaan yang cenderung rata dan tidak ada tonjolan.

C (Colour)
Tahi lalat yang umum dan tidak berbahaya mempunyai warna gelap. Namun jika tahi lalat mempunya aneka warna seperti coklat, merah, putih, biru dan hitam seringkali menjadi tanda bahwa tahi lalat tersebut bersifat kanker. Karena itu waspada jika mempunya tahi lalat dengan warna yang tidak homogen.

D (Diameter)
Diameter tahi lalat yang berpotensi kanker dapat berubah semakin besar. Hal ini karena adaanya perkembangan sel-sel kanker tersebut. Jika ukuran diameter tahi lalat lebih dari 6 mm, sebaiknya waspada.

Apabila ditemukan tahi lalat yang berpotensi kanker, maka sebaiknya segera ditangani sebelum terjadi metastatis. Salah satu kunci pengobatan kanker adalah penanganan yang sedini mungkin. Dan cara paling efektif untuk mencegah tahi lalat menjadi kanker adalah dengan jalan pembedahan.

Itu yang saya sarankan pada Jeng Yani. Biarlah Jeng Yani yang memeriksa sendiri tahi lalat di tubuhnya. Sebab kalau saya, jelas tidak mungkin, sebab ada tahi lalat yang letaknya tersembunyi. Ya tho…

Incoming search terms:
  • ciri tahi lalat yang berpotensi menjadi kanker

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>