lari pagi

Apakah Otot Berubah Jadi Lemak?

Salah satu nasehat ketika ingin menurunkan berat badan adalah lakukan olahraga secara teratur. Logikanya sederhana. Olahraga akan membuat tubuh mengeluarkan energi. Dan energi ini diperoleh dari pembakaran lemak dalam tubuh. Semakin teratur olahraga, pembakaran lemak juga akan semakin baik.

Maka karena itulah istri saya rajin berolahraga. Setiap pagi, setelah sholat subuh, istri jelita ini mengajak saya untuk jogging, lari pagi mengitari kompleks perumahan. Hm.. lumayan lah. Selain menemani istri, berat badan saya juga mulai bertambah terus. Jadi sekalian juga ikut program penurunan berat badan.

Apakah upaya ini berhasil? Tentu diet sehat dan olahraga adalah metode terbaik dan itu berhasil menurunkan berat badan kami berdua. Tapi itu tidak instant. Perlu beberapa minggu untuk menurunkan berat badan sevanyak 2 kg. Tak apalah, jika dilakukan dengan teratur, toh lama-lama lemak di tubuh ini akan berkurang juga. Dan berat ideal, pada akhirnya akan tercapai.

Tapi karena sesuatu hal, gairah untuk melakukan olahraga mulai mengendur. Pertama karena alasan cuaca. Beberapa bulan lalu memang musim penghujan, sehingga saat pagi, kadang hujan dan gerimis turun. Kalau begini, tentu acara lari pagi menjadi batal. Dan karena sering batal inilah, lama-lama muncul rasa enggan, aras-arasen kata orang jawa, untuk berolah raga. Dan mulai dari sehari, dua hari, minggu hingga bulan, kami berdua tidak lagi lari pagi.

Bagaimana dengan berat badan kami, apakah masih stabil? Mulanya saya harap begitu. Meski jarang lari pagi, diet sehat tetap dijalani. Tapi setelah beberapa minggu, saya mulai curiga, jangan-jangan.. Benar saja. Setelah di cek dengan timbangan, berat badan naik 3 kilogram. Hadech..

Fenomena ini tentu saja menimbulkan rasa kepo. Apa bener berhenti olahraga membuat badan menjadi gemuk? Dan istri saya setidaknya mempunyai pandangan, berat badan naik karena otot berubah menjadi lemak. Woo.. ini pendapat yang perlu dikoreksi.

Otot dan lemak adalah dua jaringan yang sangat berbeda. Otot merupakan jaringan yang berfungsi untuk mengikat rangka dan bergerak. Ketika terjadi kontraksi, otot akan mengkerut, sehingga timbul tarikan pada organ-organ tertentu. Inilah yeng menyebabkan bagian tubuh dapat digerakkan.

Sedangkan lemak merupakan hasil dari metabolisme tubuh, yang berfungsi sebagai cadangan energi. Proses pencernaan makanan akan menghasilkan senyawa yang dapat diubah menjadi tenaga. Ketika tenaga yang dihasilkan dari makanan tersebut melebihi kebutuhan, maka tubuh akan menyimpannya sebagai cadangan. Cadangan energi ini berupa jaringan lemak, yang ditimbun pada berbagai jaringan tubuh.

Ketika berolahraga, terjadi pembakaran kalori. Jika energi yang diperoleh dari makanan tidak mencukupi kebutuhan, maka tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Karena itu, jika rajin berolah raga, kebutuhan energi yang diperlukan cukup besar, sehingga lemak tubuh akan dibakar. Secara bertahap, cadangan lemak akan berkurang dan berat badan akan turun.

Selain mengurangi lemak, olahraga juga dapat menambah masa otot. Penggunaan otot tubuh secara teratur membuat tubuh melakukan penyesuaian. Otot akan membesar jika sering digunakan untuk kontraksi. Olahraga akan membuat otot berkontraksi.

Akibat sebaliknya jika otot tidak digunakan. Massa otot akan mengecil dan kekuatan kontraksi juga akan melemah.

Adalah suatu fakta, jika berhenti berolahraga, berat badan akan cenderung naik. Namun hal ini terjadi bukan karena otot berubah menjadi lemak. Otot tetap otot, tidak bisa menjadi lemak. Begitu juga sebaliknya.

Penambahan berat badan ketika berhenti berolah raga terjadi karena porsi makan saat dan setelah berhenti berolahraga relatif sama. Asupan kalori, dengan demikian akan sama. Namun pada pengeluaran berbeda. Saat berhenti olahraga, kebutuhan kalori menurun. Dengan porsi makan yang sama, tentu ada kelebihan energi. Dan tubuh menyimpan kelebihan energi ini menjadi lemak.

Karena itulah, bila anda berhenti berolahraga, sesuaikan porsi makan dengan kebutuhan energi. Dengan demikian, berat badan akan tetap stabil. Kalau tidak, yang sama dengan yang saya alami. Berat badan pelah-pelan naik kembali. Hadech…

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>