diare

Apa Obat Yang Tepat Untuk Diare?

Saya sering diare. Ini merupakan penyakit lama, selain maag, yang saya derita. Penyebabnya apalagi kalau bukan sambal. Kalau istri tercinta sudah menghidangkan sambal bersama dengan sayur asem dan ikan asin, saya sering lupa diri. Sambal akan tandas. Hanya akibatnya kemudian, biasanya tinggal 2, sakit maag kambuh atau diare..

Dan ternyata yang terjadi hari ini adalah diare. Perut rasanya murus, melilit dan seperti diperas. Badan juga lemas karena kekurangan cairan dan elektrolit. Sesiang ini, sudah 5 kali bolak-balik ke toilet.

Ini saat minum obat, pikirku. Tentu saja obat diare. Tapi obat diare seperti apa yang seharusnya saya minum?

Penyebab Diare

Salah makan atau makan makanan yang merangsang lambung seperti makanan berasa asam dan pedas memang menyebabkan diare. Tapi bukan hanya itu. Masih banyak penyebab diare lainnya.

Secara alami, usus melakukan gerakan yang disebut dengan gerak peristaltik. Gerakan ini seperti memeras usus dan mendorong feses keluar. Namun jika terjadi abnormalitas, usus dapat mempercepat gerakan peristaltik ini sehingga feses lebih cepat keluar, dan biasanya dalam bentuk yang lebih cair. Frekuensi BAB juga akan meningkat. Inilah yang disebut diare, atau mencret, murus dan sebutan yang tidak keren lainnya.

Penyebab atau biang keladi dari diare bermacam-macam, diantaranya:

  • Racun atau zat yang berasal dari makanan atau minuman.
  • Bahan makanan yang mengiritasi, seperti makanan berasa asam dan pedas.
  • Infeksi, baik oleh bakteri, virus atau jamur.
  • Bahan makanan yang tidak dapat dicerna. Bahkan makanan yang lazim, seperti susu, juga dapat menyebabkan diare, terutama pada orang, anak-anak atau bayi yang kekurangan enzim laktase.
  • Ketidak seimbangan bakteri normal usus.
  • Kecemasan, stess dan ketakutan.

Karena penyebab diare terdiri dari beberapa sebab, makan obat diare yang digunakan juga disesuiakan dengan penyebabnya.

Obat Diare Yang Tepat

Ada beberapa jenis obat diare yang bekerja dengan mekanisme berbeda. Secara umum, dapat dibedakan dalam 3 kelompok besar, yaitu;

Adsorben (Penyerap)
Adsorben berbeda dengan absorben. Pada adsorben, terjadi penyerapan pada permukaan zat saja, sedangkan absorben penyerapan akan terjadi hingga lapisan dalam.

Obat diare tipe adsorben akan menyerap penyebab diare, seperti racun, dengan cara mengikatnya pada permukaan partikel obat. Akibatnya, zat tersebut akan terikat dan tidak menempel pada usus, sehingga gerakan peristaltik usus akan berkurang.

Termasuk dalam obat jenis ini adalah attapulgit, kaolin dan karbon aktif yang sering dikombinasikan dengan pektin (Neo Entrostop, Norit, New Diatab, Biodiar). Penambahan pektin berguna untuk lebih memadatkan feses.

Karena cara kerja obat diare tipe ini adalah menyerap, maka obat-obat tersebut hanya efektif untuk diare oleh zat-zat yang mengiritasi usus.

Penghambat Gerak Peristaltik

Obat paling terkenal dari penghambat peristaltik adalah loperamid (Imodium, Inamid, Amerol). Obat ini bekerja dengan cara penghambatan gerak peristaltik dengan melakukan blokade atas syaraf otonom pada usus. Dengan cara kerja yang demikian, obat ini sangat tidak cocok untuk diare yang disebabkan oleh racun atau zat makanan yang mengiritasi.

Bagaimanapun, zat racun atau iritatif seharusnya dikeluarkan. Jika gerak peristaltik dihambat, maka pengeluaran zat tersebut akan tertunda dan mungkin menimbulkan persoalan yang lebih serius.

Antiinfeksi
Untuk diare yang disebabkan oleh infeksi, maka pemberian antibakteri, seperti obat antibiotik, diperlukan untuk menghilangkan bakteri tersebut. Beberapa jenis obat antibiotik, seperti amoksisilin, ciprofloksasin dan sulfasalazin efektif untuk menghilangkan bakteri penyebab diare.

Sedangkan jika penyebabnya adalah virus, maka antivirus diperlukan untuk menghilangkan virus tersebut. Selain itu, suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh dapat ditambahkan agar tubuh memiliki daya tahan cukup kuat untuk mengusir virus penyebab infeksi.

Obat Herbal

Salah satu obat tradisional, atau juga populer dengan obat herbal, yang banyak digunakan untuk mengobati diare adalah daun jambu biji dan kunyit. Bahkan saat ini telah diekstrak (Diapet, Nodiar, Diarem) yang beredar.

Menilik bahan pembuatnya, obat herbal tersebut mengandung tanin, suatu zat yang bersifat antibakteri dan merupakan adstringen usus. Dengan mengkonsumsi obat herbal tersebut, usus akan terhindar dari iritasi akibat gerak peristaltik yang berlebihan.

Oralit
Saat diare, cairan dan elektrolit tubuh akan banyak dikeluarkan. Dehidrasi dapat terjadi karena diare. Karena itu, pemberian oralit sangat penting, agar tubuh mendapat pengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare.

Oralit terbuat dari garam dan glukosa. Untuk meminumnya, dianjurkan untuk meminumnya sedikit demi sedikit namun sering. Dengan demikian, cairan akan masuk ke dalam lambung secara perlahan dan tidak menyebabkan muntah.

Itu jenis obat diare. Dan sekarang, saya harus pilih obat diare yang mana ya?

Incoming search terms:
  • diapet
  • entrostop
  • cara kerja obat entrostop
  • obat diapet
  • Obat entrostop
  • disisi lebih tinggi dar entrostop
  • diapet vs neo entrostop
  • rasanya minum entrostop
  • cara penggunaan diapet
  • cara kerja neo entrostop

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>