anyang anyangan

Anyang-anyangan Saat Kencing, Gimana Solusinya?

Kadang-kadang saya merasa sedikit risih juga ketika membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Sebab tak jarang, masalah kesehatan tersebut membahas bagian tubuh tertentu, yang bagi sebagian besar orang, dianggap sebagai hal yang “tabu”. Bagi saya sendiri nggak masalah selama pembicaraannya dalam konteks “ilmiah”. Ciyee……

Seperti kali ini, saat sedang menghadiri undangan manten. Pas lagi makan prasmanan, tiba-tiba ada yang menyentuh pundakku. “Aduh Pak T, gimana nih… anyang-ayangan terus aku ini. Kasih solusi lah. Nggak nyaman kali aku. Sebentar-bentar ke kamar kecil. Nyeri lagi kalau lagi kencing”, ucap Sarah, sambil berbisik, tetangga perumahan, dengan logat Bataknya yang khas.

Waini.. saat begini mau tidk mau harus aku jawab. Tapi jika didengar banyak orang saat lagi makan, tentu nggak enak. Maka Sarah saya ajak ke sudut, nah disana baru saya jawab soal anyang-anyanan tadi.

Penyebab Anyang-anyangan

Kenapa sih anyang-anyangan bisa menjadi begitu merepotkan? Apa penyebabnya? Anyang-anyangan itu rasa ingin kencing (berkemih). Penyebabnya adalah infeksi pada saluran kencing bagian bawah. Selain anyang-anyangan, infeksi saluran kemih bagian bawah juga disertai dengan gejala:

  • Urin yang berbau tajam/menyengat.
  • Rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah.
  • Punggung yang terasa nyeri/pegal.
  • Urin yang bercampur darah atau keruh.

Dan kemungkinan terjadinya anyang-ayangan pada wanita lebih tinggi dibanding pada pria. Wanita, sekitar 50% pernah mengalami anyang-anyangan sepanjang hidupnya. Tahu penyebabnya?

Ini berkatan dengan kebiasan higiene wanita. Kebiasaan membilas dari arah belakang ke depan pada saat selesai buang air kecil pada wanita menyebabkan bakteri dari anus dapat terbawa ke arah depan, lalu menginfeksi saluran kencing. Dan terjadilah apa yang disebut dengan infeksi saluran kencing atau ISK. Jika infeksi ini terjadi di bagian bawah sistem ureter, maka anyang-anyangan dapat terjadi. Jika infeksi pada bagian bawah saluran kencing ini tidak segera diobati, maka bakteri dpat menyebar ke kandung kemih dan ginjal.

Selain dari anus, bakteri juga dapat berasal dari kemaluan. Bakteri yang sering terdapat pada kemaluan seperti chlamydia (klamidia), gonore, dan herpes juga dapat menginfeksi saluran kencing pula.

Obat Anyang-anyangan

Anyang-anyangan memang akibat dari infeksi bakteri. Jika infeksi masih ringan, terkadang minum air putih dalam jumlah banyak dapat menghilangkan anyang-anyangan. Hal ini karena urin yang dikeluarkan dalam jumlah banyak dapat membilas saluran kencing sehingga bakteri terbuang ke luar. Namun bila infeksinya lebih serius, maka tindakan minum air putih saja tidak cukup.

Untuk infeksi yang lebih berat, maka antibiotik dapat diberikan. Obat antibiotik yang diberikan adalah antibiotik yang aktif terhadap bakteri penyebab infeksi. Umumnya, obat yang digunakan adalah kelompok beta laktam seperti Amokssisilin dan Ampisilin. Obat ini mempunyai spektrum anti bakteri yang luas. Terlebih ampisilin yang mempunya bentuk aktif meski telah berada dalam urin.

Antibiotik golongan kunolon juga umum digunakan untuk mengatasi ISK. Levofloksasin (Cravit, Cravox, Floxacap) bekerja dengan mekanisme penghambatan enzim topoisomerase yang berperan dalam replikasi DNA bakteri. Selain itu, asam pipemidat (Urixin, Urotractin), yang juga merupakan obat golongan kuinolon juga efektif sebagai obat ISK, termasuk anyang-anyangan. Obat ini dalam urin masih aktif sehingga sangat efektif untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

Meski seringkali ringan, anyang-anyangan jika berkepanjangan dan tidak diobati segera dapatg menjadi komplikasi yang serius. Jadi jangan sepelekan ya..

Dan tahu ndak… saya membahas soal anyang-anyangan ini ke Sarah dengan suara pelan. Nggak enak kalau tamu resepsi ini mendengar penjelasanku, jangan-jangan mereka tidak jadi makan…

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>