Luka Ringan

Antiseptik Luka Ringan

Anak-anak memang sangat senang berlai-lari. Setiap soe tiba, jalan perumahan rame dengan anak-anak yang bermain-main. Maklum, di perumahanku, tidak ada lapangan, jadinya hanya jalanan tempat bermain-main anak-anak.

Banyak permainan yang dilakukan anak-anak. Dari petak umpet hingga main bola bekel. Anakku? Dia lebih suka bermain petak umpet. Berlarian untuk bersembunyi kelihatan sangat mengasyikkan baginya.

Aku sendiri tidak terlalu memperhatikan bagaimana anakku berlarian, hingga Laluna, anakku itu, datang padaku sambil memegangi lututnya. “Ayah,sakit, habis jatuh”, katanya sambil menahan tangis.

Aku lihat luka di lutut Laluna. Ehm.. cuma lecet dan merupakan luka ringan. “Sudah ndak usah nangis. Malu dilihat teman-teman. Ayo ayah obati, biar ndak infeksi dan cepet sembuh”, kataku menenangkan.

Jenis Antiseptik

Luka ringan memang secara umum tidaklah berbahaya. Bahkan sering sembuh dengan sendirinya. Namun jika terjatuh di jalanan dan lecet, beranikah membiarkan luka itu untuk sembuh dengan sendirinya? Kalau saya jelas memilih untuk menggunakan obat antiseptik untuk mencegah infeksi.

Ada beberapa jenis antiseptik yang bisa digunakan. Masing-masing mempunyai mekanisme kerja yang berbeda terhadap bakteri.

Rivanol (Etakridin Laktat)
Etakridin laktat adalah senyawa berwarna kuning oranye dengan bau yang cukup menyengat. Sebagai antiseptik, etakridin dibuat dalam bentuk larutan 1 persen yang dikenal dengan nama rivanol. Aktifitas antibakteri rivanol adalah dengan mengganggu proses biokimia pada inti sel. Pada bakteri, rivanol lebih efektif pada bakteri gram positif dibanding pada bakteri gram negatif.

Dibanding dengan antiseptik lain, rivanol mempunyai efektifitas yang relatif lebih rendah. Namun rivanol tidak mengiitasi jaringan sehingga sangat baik untuk mengompres luka, bisul ataupun borok yang bernanah. Namun untuk luka yang besar dan kotor, sebaiknya digunakan antiseptik yang jauh lebih kuat.

Alkohol
Alkohol termasuk antiseptik yang kuat. Mekanisme kerja antiseptiknya adalah dengan menggumpalkan protein sel. Alkohol efektif untuk mengatasi infeksi oleh bakteri, jamur dan virus. Dalam tindakan medis, alkohol digunakan untuk sterilisasi kulit sebelum dan sesudah tindakan. Sebagai antiseptik, alkohol dapat memberikan rasa perih dan terbakar ketika digunakan pada luka yang terbuka.

Jenis alkohol yang digunakan sebagai antiseptik adalah etanol (60-90 persen), propanol (60-70 persen) dan isopropanol (70-80 persen) atau campuran ketiganya. Metanol, salah satu jenis alkohol tidak boleh digunakan sebagai antiseptik karena dapat menyebabkan gangguan syaraf.

Povidone Iodine
Iodium dalam larutan alkohol, yang dikenal sebagai Yodium tincture mempunyai efektifitas antiseptik yang tinggi. Namun karena dapat mempelambat penyembuhan luka dan merangsang jaringan parut, yodium tincture tidak lagi digunakan. Sebagai penggantinya adalah povidone iodine (Betadine, Forinfec, Isodine), yang merupakan senyawa kompleks antara senyawa iodine dengan polyvinylpyrrolidone, dengan kandungan iodine sebesar 9-12 persen.

Mekanisme kerja povidone iodine sebagai antiseptik adalah dengan berikatan denagn dinding sel bakteri sehingga dinding sel tersebut menjadi rapuh. Povidone iodine efektif pada hampir semua bakteri patogen dan virus.Efek samping iodine adalah iritasi ringan dan alergi, namun tidak memperlambat penyembuhan dan tidak merangsang terbentuknya jaringan parut.

Hidrogen Peroksida
Hidrogen peroksida adalah senyawa yang bersifat oksidator kuat, namun tidak menyebabkan iritasi. Sangat efektif untuk memberantas bakteri anaerob. Karena itu sangat efektif untuk mencegah infeksi pada luka dalam dan luka tusuk. Larutan hidrogen peroksida 6 persen umum digunakan untuk mencuci luka dan borok, dan larutan 3 persen sebagai antiseptik pada luka iris dan gores.

Sifat oksidator dari hidrogen peroksida mempunyai kelemahan yaitu merangsang terbentuknya jaringan parut dan memperlambat penyembuhan luka. Karena itu untuk mengurangi efek samping tersebut, penggunaannya dengan dibilas dengan air mengalir agar paparannya terbatas.

Triclosan
Senyawa ini merupakan antiseptik yang sangat populer dan luas digunakan dalam sabun, obat kumur dan deodoran. Spektrum antiseptiknya luas dengan toksisitas minimal sehingga aman untuk digunakan setiap hari.

Triclosan (Dettolk, Phisohex) mempunyai mekanisme antiseptik dengan menghambat biosintesis lipid pada membran sel mikroba. Akibatnya, bakteri tersebut akan robek dan membran kehilangan fungsinya sebagai pelindung sel.

Selain pada sabun, triclosan juga tersedia dalam larutan antiseptik untuk air yang digunakan untuk membilas luka maupun mandi.

Dan bagaimana dengan luka Laluna? Pada lututnya, cukup aku bersihkan dan kemudian dioles dengan povidone iodine saja.

Incoming search terms:
  • yodium tinctur
  • efek samping rivanol
  • etakridin laktat
  • yodium etanol
  • Reagen iodium tinktur
  • obat povidobe inone
  • obat anti septik luka dalam
  • obat anti septik
  • komposisi iodium tincture
  • efek samping antiseptik

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>