kolesterol

Antara Kolesterol, Darah Tinggi Dan Jantung Koroner

Apakah kolesterol menyebabkan darah tinggi? Lalu apa hubungannya antara kolesterol dan penyakit jantung? Setidaknya hal tersebut menjadi pertanyaan dan kekhawatiran banyak orang. Hal ini tercermin dari sikap Pak Joyo, pada sebuah resepsi.

Aku lihat Pak Joyo berdiri, berbaur dengan para tamu undangan lainnya. Tapi ada yang beda. Pak Joyo selalu menolak jika diajak mengambil hidangan yang tersaji di atas meja. Dia hanya bersedia menikmati cocktail saja. Ini agak aneh, sebab setahuku, Pak Joyo adalah salah satu penggemar sate. Dan sate, jelas-jelas terhidang di resepsi kali ini.

“Halo Pak Joyo. Sudah menikmati hidangan?”,tanyaku. Aku memang bertugas menyambut para tamu diresepsi kali ini.
“Oh Pak T. Sudah ini. Enak cocktailnya”
“Lho kok cuma cocktail. Nggak coba sate kambing?”
“Aduh Pak T, saya sebenarnya sih ingin. Tapi kemarin saya cek kesehatan, kolesterol saya agak tinggi. Saya jadi sedikit takut. Kolesterol kan bisa menyebabkan sakit darah tinggi dan jantung. Apalagi kolesterol itu bisa menyebabkan aterosklerosis. Makanya saya nggak mencicipi sate”.

O ternyata O ternyata. Pak Joyo resah dengan kolesterolnya. Takut jadi hipertensi dan penyakit jantung. “Apa benar demikian?”, itu pertanyaan Pak Joyo. Wadhuh, ditengah suasana resepsi yang meriah ini, ada pertanyaan soal serius begini. Tentu aku jawab pertanyaan itu, tapi tidak di saat resepsi. Aku jawab esoknya, saat bapak-bapak clubbing di teras rumah.

Aterosklerosis, Awal Darah Tinggi Dan Jantung Koroner

Kolesterol, bersama dengan subtansi lain, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang dikenal sebagai aterosklerosis. Proses ini berlangsung dalam jangka waktu lama, sering tidak disadari dan diacuhkan.

Banyak faktor yang terlibat dalam terjadinya aterosklerosis. Yang utama adalah kolesterol jahat LDL (Low Density Lipoprotein), triglisedida, penurunan kolesterol baik HDL (High Density Lipoprotein). Permasalahan kolesterol ini yang disebut dengan dislipidemia. Terjadinya aterosklerosis merupakan rangkaian proses yang berlangsung cukup lama, dimulai dari keadaan dalam pembuluh darah.

Bagian dalam pembuluh darah (endomitelium) merupakan lapisan yang licin dan menjamin darah dapat mengalir dengan lancar. Dengan berjalannya waktu, endomitelium tersebut dapat saja robek atau tergores karena tekanan darah dan lain sebab. Akibat goresan tersebut, lemak, dalam hal ini kolesterol jahat, dapat melekat dan mengeras. Proses pengerasan dapat berlangsung bertahun-tahun. Lemak yang mengendap tersebut disebut dengan plak. Akibat adanya plak, pembuluh darah menjadi lebih sempit dan kehilangan kelenturannya. Maka terjadilah aterosklerosis.

Akibat paling lazim dari aterosklerosis ini adalah kenaikan tekanan darah (hipertensi). Jika aterosklerosis terjadi pada pembuluh darah koroner, hal ini dapat menyebabkan penyakit jantung koroner yang bisa menjadi persoalan kesehatan yang sangat serius.

Pengerasan dan penyempitan pembuluh darah arteri akibat plak membuat aliaran darah tidak lancar dan tidak dialirkan secara efektif ke seluruh bagian tubuh. Pada bagian tubuh yang aliran darahnya terhalang, dapat terjadi kerusakan jaringan yang disebut dengan nekrosis.

Apalagi jika plak yang menempel pada pembuluh darah terlepas dan berpindah menempel pada pembuluh darah yang lebih kecil, maka dapat terjadi aneurisme (tonjolan dalam pembuluh darah) yang terbentuk akibat tekanan darah yang tinggi, dan jika pecah, dapat menyebabkan perdarahan internal. Jika pembuluh darah yangn pecah tersebut ada di otak, hal ini disebut dengan stroke.

Dengan kata lain, aterosklerosis merupakan pemicu atau penyebab berbagai penyakit kardio vaskular, dari darah tinggi hingga penyakit jantung koroner.

Gaya Hidup, Itu Kuncinya

Terjadinya aterosklerosis sangat berkaitan dengan kolesterol. Berbagai menu makanan cepat saji, atau juga makanan yang di masak sendiri di rumah, tanpa disadari, ternyata bukanlah makanan yang sehat. Cobalah perhatikan, berapa banyak anda mengkonsumsi makanan yang digoreng setiap harinya? Sadarkah anda bahwa dalam setiap makanan yang digoreng, selau terdapat koleserol jahat yang dapat menyebabkan terbentuknya plak di pembuluh darah?

Belum lagi jika dikaitkan dengan berbagai jenis daging yang dikonsumsi. Daging memang sangat diperlukan sebagai sumber protein hewani. Masalahnya adalah, lemak yang terdapat dalam daging tersebut. Karena itu, pilihlah daging dengan lemak yang sedikit agar tidak membuat timbunan lemak tubuh meningkat.

Merokok dan konsumsi alkohol juga ditengarai berkaitan dengan penurunan kelenturan pembuluh darah. Jika pembuluh darah sudah mengeras, maka resiko terjadinya atrosklerosis akan meningkat.

Rutin olahraga merupakan kebiasaan sehat yang harus dipertahankan. Berolahragalah sesuai dengan kemampuan. Jika berlebih, hal ini bahkan berakibat buruk. Yang paling penting adalah lakukan olahraga dengan rutin, untuk menurunkan timbunan lemak dan kolesterol dalam tubuh.

Pendek kata, modifikasi gaya hidup merupakan kunci untuk mencegah terjadinya aterosklerosis. Tapi merubah gaya hidup tidaklah semudah mengatakannya bukan? Bagimana dengan obat, adakah obat untuk aterosklerosis? Ah.. untuk yang satu ini, lain kali apoteker ini akan membahasnya. Oke.. keep in touch..

Incoming search terms:
  • apakah kolestrol tinggi sdh pasti tensi tinggi
  • beda hipertensi dan peredaran darah tak lancar
  • kolestrol dan darah tinggi beda atau sama
  • perbedaan jantung koroner dan penyempitan pembuluh darah
  • perbedaan kelestor dan tekanan darah
  • Perbedaan kolestrol dan darah tinggi

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>